Percobaan Bunuh Diri Terulang, Pemkot Malang Siapkan Pendekatan Mental
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Jan - 2026, 07:23
JATIMTIMES - Rentetan kasus percobaan bunuh diri di Kota Malang mendorong Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengambil langkah berbeda. Alih-alih sekadar memperkuat pagar pembatas di titik rawan, Pemkot Malang kini menggeser fokus ke pendekatan psikologis dan kesehatan mental sebagai solusi jangka panjang.
Wahyu menilai, penanganan berbasis infrastruktur tidak cukup menjawab persoalan yang bersumber dari kondisi kejiwaan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan harus menyentuh akar masalah, bukan hanya menutup ruang secara fisik.
Baca Juga : Menag ke Mesir, UIN Maliki Malang Siap Jadi Penyelenggara Cabang Universitas Al-Azhar
“Pagar itu sebenarnya sudah ada dan sudah kami lakukan. Tapi yang ingin kami dorong sekarang adalah pendekatan lain, karena yang harus diselesaikan adalah akarnya,” kata Wahyu saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (19/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin dini hari. Insiden itu kembali menyorot Suhat sebagai salah satu titik rawan di Kota Malang.
Menanggapi kejadian tersebut, Wahyu menegaskan Pemkot tidak akan gegabah menambah pagar pembatas. Ia menilai persoalan kesehatan mental membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, melibatkan banyak pihak, serta berbasis pendampingan psikologis.
Sebagai langkah konkret, isu kesehatan mental rencananya akan dibawa ke forum strategis bersama para pimpinan perguruan tinggi. Forum Rektor disebut akan menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan solusi pencegahan yang lebih efektif.
“Saya akan minta Forum Rektor menjadikan ini sebagai salah satu agenda penting. Kita evaluasi bersama, bagaimana pendekatan yang paling tepat,” ungkapnya.
Wahyu juga mengungkapkan bahwa Pemkot Malang telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga psikologi dan kejiwaan. Kolaborasi ini diarahkan untuk merancang pola pendampingan bagi kelompok masyarakat yang dinilai rentan secara mental.
Menurutnya, tanpa pendekatan dari sisi psikologis, potensi kejadian serupa akan terus berulang meski pengamanan fisik diperketat.
“Kalau hanya fisik tanpa menyentuh akarnya, kecenderungan seperti ini tidak akan selesai,” tegas Wahyu.
Baca Juga : Pimpin Apel Pagi, Ini Pesan Penting Gus Qowim Untuk OPD
Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya peristiwa percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan warga yang melintas di lokasi.
“Saksi melihat ada seseorang terjatuh dari atas jembatan, kemudian langsung melapor ke polisi dan relawan,” jelas Anang.
Korban diketahui berinisial T.A.M. (24), seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang. Saat dievakuasi, korban masih dalam kondisi hidup namun mengalami luka serius.
“Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk mendapatkan penanganan medis,” pungkasnya.
