Dari Kayutangan ke Splendid, Wali Kota Malang Rancang Koridor Heritage Terintegrasi
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
13 - Jan - 2026, 10:19
JATIMTIMES - Penataan parkir di kawasan Kayutangan Heritage menjadi langkah awal keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menata dan mengintegrasikan sejumlah kawasan heritage di Kota Malang.
Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurai persoalan parkir, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan bersejarah agar menjadi satu kesatuan destinasi wisata yang tertata.
Baca Juga : Cegah Bencana Banjir Bandang, Bupati Sanusi Ajak Semua Elemen Tanam Pohon
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa penataan tersebut akan menghubungkan Kayutangan Heritage dengan berbagai kawasan lain yang memiliki potensi berbeda namun saling melengkapi.
Di antaranya kawasan Splendid, Pasar Senggol, Tarekot, Balai Kota, hingga Alun-Alun Kota Malang yang saat ini juga tengah direvitalisasi.
“Penataan parkir di Kayutangan ini menjadi awal dari keseriusan kami menata kawasan-kawasan heritage agar terintegrasi. Ini baru yang pertama, dan ke depan akan kita sambungkan dengan kawasan sekitar, salah satunya Splendid,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, kawasan Splendid memiliki karakter dan potensi yang berbeda dengan Kayutangan Heritage. Di wilayah tersebut terdapat sekolah-sekolah heritage tingkat SD dan SMP, pasar bunga, hingga Pasar Senggol yang memiliki nilai historis tersendiri.
Dengan penataan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat ikut merasakan dampak positif dari geliat Kayutangan Heritage.
“Potensi di Splendid ini berbeda, tapi justru bisa saling menguatkan. Ada pasar bunga, ada Pasar Senggol. Ini juga bisa menjadi solusi untuk persoalan PKL dan parkir di kawasan Alun-Alun,” jelasnya.
Wahyu juga menyoroti kondisi kawasan Splendid, khususnya di sepanjang pinggir jalan dan bantaran sungai, yang dinilainya masih kumuh.
Baca Juga : Pacu Produktivitas, Dinas Tanaman Pangan Pemkab Malang Andalkan Varietas Padi Sukma
Penataan ulang pasar dan lingkungan sekitar pun akan dilakukan agar kawasan tersebut mampu mengimbangi daya tarik Kayutangan Heritage.
Tak hanya itu, Pemkot Malang juga membuka peluang pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan kawasan Splendid. Jika konektivitas ini terwujud, kawasan di belakang Balai Kota seperti Tarekot juga akan dimanfaatkan secara optimal.
“Kemungkinan nanti akan ada jembatan ikonik dari Kayutangan ke Splendid. Kalau sudah nyambung, wisatawan dari Stasiun Kereta Api bisa langsung menikmati heritage-heritage yang ada, mulai Kayutangan, Splendid, Pasar Senggol, Tarekot, Balai Kota, sampai Alun-Alun,” paparnya.
Dengan integrasi tersebut, Wahyu berharap Kota Malang memiliki satu kesatuan destinasi heritage yang kuat dan tertata. Ia menegaskan, tanpa penataan yang serius, potensi besar tersebut justru berisiko menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari.
