JATIMTIMES - Penerbangan maskapai Fly Jaya dari Jember ke Halim Perdana Kusuma Jakarta dalam 3 bulan terakhir menunjukkan tren positif. Bahkan okupansi penumpang yang sebelumnya diperkirakan pada angka 50 persen ternyata mencapai 80,3 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa penerbangan dari Jember ke Halim Perdana Kusuma Jakarta prospeknya sangat bagus dan menunjukkan tren positif.
Hal ini yang akhirnya membuat PT Mataram Jaya Nusantara atau Fly Jaya memperbarui kontrak kerja sama (MoU) untuk jalur penerbangan Jakarta-Jember PP di Bandara Notohadinegoro pada Selasa (31/12/2025).
Kerja sama itu untuk penerbangan tahun 2026, setelah uji coba penerbangan selama tiga bulan pada akhir tahun 2025. “Jika tidak menguntungkan, kan tidak mungkin Fly Jaya mau melanjutkan kerja sama,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.
Jalur penerbangan yang telah diperjuangkan bupati Jember itu telah dapat dirasakan manfaatnya. Di antaranya mempermudah transportasi udara.
“Daripada harus membuang waktu lebih dari 11 jam ke Jakarta, dengan penerbangan ini cukup beberapa jam saja,” ujarnya.
Dengan demikian, penerbangan mempermudah masyarakat yang ingin bepergian ke Jakarta dan sebaliknya. "Investor yang ingin ke Jember juga akan lebih mudah datang,” ucapnya.
Fly Jaya, kata Gus Bupati, merencanakan juga akan menambah jadwal dan route penerbangan. “Sehingga tidak hanya dua kali dalam seminggu. Bahkan Insya Allah, juga akan menambah jumlah pesawatnya,” katanya.
Perwakilan PT Mataram Jaya Nusantara (Fly Jaya) Ari Mercyanto menyebut, selama tiga bulan uji coba, data pengguna kapal terbang Jember menunjukkan peningkatan signifikan. “Terutama menjelang tahun baru, dengan rute Jember-Bali menjadi favorit,” ujarnya.
Maskapai Fly Jaya mencatatkan okupansi tinggi (hingga 83.3%) dan penumpang perdana yang cukup banyak (71 orang), menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan penumpang udara dari atau ke Jember. “Ini juga didukung dengan banyaknya even-even di Kabupaten Jember,” katanya.
Baca Juga : Sepanjang Tahun 2025, Imigrasi Surabaya Terbitkan 106.159 Paspor dan Ini Capaian Lainnya
Mengenai harga tiket, pada awal uji coba, Fly Jaya memberlakukan harga tiket sebesar Rp 1,3 juta. Lalu pada tahap kedua pada kisaran Rp 2 juta. “Selanjutnya, kami akan berupaya untuk menurunkan harga tiket lebih terjangkau,” katanya.