JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pidato Netanyahu di PBB Disiarkan ke Gaza Lewat Pengeras Suara, Ini Tujuannya

Reporter: Mutmainah J • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 27 September 2025, 15:10 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melakukan langkah yang tidak biasa dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (26/9/2025) waktu setempat. Pidato yang ia sampaikan di forum internasional tersebut ternyata disiarkan langsung ke Jalur Gaza melalui sistem pengeras suara yang dipasang militer Israel di perbatasan.

Langkah ini menuai kontroversi dan memicu beragam kritik, baik dari internal militer Israel maupun pihak luar.

Baca Juga : Netanyahu Murka di Sidang Umum PBB, Tolak Negara Palestina dan Sebut Eropa Dorong Bunuh Diri Nasional

Juru bicara pemerintah Israel, seperti dilansir The Guardian, menjelaskan bahwa penyiaran pidato Netanyahu merupakan bagian dari strategi “diplomasi publik.”

"Sebagai bagian dari upaya diplomasi publik, kantor Perdana Menteri telah memerintahkan unsur-unsur sipil, bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Israel, untuk memasang pengeras suara di belakang truk-truk di sisi wilayah Israel di perbatasan Gaza sehingga pidato bersejarah Perdana Menteri Netanyahu di Majelis Umum PBB dapat didengar di Jalur Gaza," demikian pernyataan resmi pemerintah Israel.

Tidak hanya lewat pengeras suara, kantor Netanyahu juga mengklaim bahwa militer Israel mengambil alih sejumlah telepon warga Gaza dan anggota Hamas untuk menyiarkan pidato tersebut. Namun, hingga kini belum ada bukti dari dalam Gaza bahwa hal itu benar-benar terjadi.

Tujuan Utama: Sandera dan Pesan Politik

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa perang akan berakhir jika tiga syarat dipenuhi: para sandera dipulangkan, Hamas dilucuti, dan Jalur Gaza mengalami demiliterisasi.

Laporan The Times of Israel menyebutkan bahwa kampanye siaran ini ditujukan untuk membantu memulangkan sekitar 50 sandera yang masih ditahan Hamas. Netanyahu bahkan menyatakan secara langsung di forum PBB bahwa ia ingin berbicara kepada para sandera melalui pengeras suara yang dipasang di sekitar Gaza.

"Para pahlawan pemberani kita — ini Perdana Menteri Netanyahu, berbicara langsung kepada Anda dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami tidak melupakan Anda, bahkan sedetik pun. Rakyat Israel bersama Anda, dan kami tidak akan beristirahat hingga Anda semua kembali pulang," ucap Netanyahu dalam bahasa Ibrani.

Kritik dari Militer Israel

Meski disebut sebagai strategi diplomasi publik, langkah Netanyahu mendapat kritik tajam dari kalangan militer Israel sendiri. Sejumlah perwira menilai pemasangan pengeras suara di dalam dan sekitar Gaza justru menimbulkan risiko operasional karena tentara harus meninggalkan posisi pertahanan.

Baca Juga : 27 September Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Lengkapnya

"Ini ide gila, tidak ada yang mengerti apa manfaat militernya," ujar seorang perwira senior Israel kepada Haaretz.

Sumber militer lainnya bahkan menilai siaran pidato tersebut lebih sebagai bagian dari “perang psikologis” daripada strategi militer yang nyata.

Pidato Penuh Kontroversi di PBB

Dalam forum PBB, Netanyahu juga menyampaikan kritik keras kepada negara-negara Barat yang mengakui Palestina. Ia menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan serangan terhadap Jalur Gaza hingga tujuan militernya tercapai.

Siaran pidato lewat pengeras suara menambah panjang kontroversi Netanyahu, yang kini menghadapi tekanan internasional di tengah konflik berkepanjangan dengan Hamas.

Topik Terkait
# Pidato Netanyahu# Benjamin Netanyahu# PBB# Gaza# Palestina# Pengeras Suara

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap