Macan Tutul Lepas: Lembang Park Zoo Bandung Barat Ditutup Sementara, Polisi Kerahkan K9, Drone hingga Sniper
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
28 - Aug - 2025, 05:38
JATIMTIMES - Kepanikan melanda kawasan wisata Lembang Park Zoo, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (28/8/2025). Seekor macan tutul dikabarkan lepas dari kandang, memicu kekhawatiran masyarakat sekitar dan membuat pengelola kebun binatang menutup sementara operasional.
Informasi awal muncul di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial sejak pagi. Pesan berantai menyebut macan tutul itu bahkan sempat terlihat mendekati kawasan pemukiman warga. Walau kabar ini masih diverifikasi, pihak kepolisian langsung turun tangan untuk mengantisipasi risiko terburuk.
Baca Juga : KONI Kota Malang All Out Dukung FIK RUN 5K 2025, Target Lahirkan Bibit Atlet Lari
Respons Cepat Aparat: K9, Drone Thermal, dan Penembak Jitu
Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra menegaskan bahwa pencarian dilakukan secara serius. Petugas gabungan dari Satuan Sabhara, Unit K9, hingga tim penembak jitu diterjunkan ke lapangan.
“Kami kirimkan K9 (anjing pelacak) ke lokasi di Cisarua untuk mengetahui kebenarannya,” jelas Niko, Kamis (28/8/2025).
Langkah pengamanan tidak hanya berhenti di situ. Polisi juga menggunakan drone thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh hewan di area luas, termasuk hutan, semak, dan pemukiman padat. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses pelacakan, mengingat macan tutul dikenal sebagai satwa lincah yang mampu bersembunyi di lokasi sulit dijangkau.
Tim pencarian dibagi ke tiga sektor utama: Cisarua, Prongpong, dan area sekitar kebun binatang. “Kami lakukan penyisiran dengan pembagian wilayah, untuk memastikan satwa ini tidak keluar jauh,” tambah Niko.
Lembang Park Zoo Tutup Sementara, Pengunjung Dievakuasi
Pihak pengelola Lembang Park Zoo mengambil langkah darurat dengan mengosongkan area wisata. Semua pengunjung yang sudah berada di lokasi diminta segera keluar.
“Kita lakukan sterilisasi sejak pagi dan menutup sementara operasional untuk memudahkan pencarian,” kata Humas Lembang Park Zoo, Miftah Setiawan.
Penutupan ini bukan hanya untuk keselamatan wisatawan, tetapi juga agar proses pelacakan lebih leluasa dilakukan tanpa gangguan kerumunan. Menurut pengelola, langkah ini diambil setelah koordinasi dengan kepolisian dan petugas satwa.
Meski sempat beredar kabar macan tutul itu sudah menembus ke pemukiman, polisi menduga kuat satwa liar tersebut masih berada di dalam area kebun binatang. Dugaan ini berdasarkan penemuan jejak kaki terakhir yang masih mengarah ke wilayah internal Lembang Park Zoo.
“Dugaan itu berdasarkan jejak telapak kaki terakhir yang kita temukan. Semoga lekas ketemu,” ujar Niko.
Baca Juga : Kemendag Lepas Ekspor Kerupuk Udang Sidoarjo 60 Juta Dolar AS
Jika dugaan ini benar, maka potensi bahaya ke masyarakat bisa ditekan. Namun, proses pencarian tetap dilakukan ke wilayah lebih luas untuk mengantisipasi kemungkinan lain.
Macan Tutul: Satwa Dilindungi yang Terancam Punah
Macan tutul (Panthera pardus) adalah salah satu kucing besar yang masuk daftar satwa dilindungi di Indonesia. Hewan ini dikenal sangat lincah, bisa melompat jauh, dan mahir memanjat pohon.
Dalam kondisi normal, macan tutul lebih suka menghindari manusia. Namun, jika merasa terpojok, satwa ini bisa agresif dan membahayakan. Karena itu, keterlibatan tim penembak jitu dalam pencarian dianggap langkah antisipasi bila satwa tersebut tidak bisa ditangkap hidup-hidup.
Kasus ini membuat warga sekitar kawasan Cisarua dan Prongpong was-was. Sejumlah orang memilih membatasi aktivitas luar rumah hingga kondisi dinyatakan aman. Di sisi lain, penutupan Lembang Park Zoo juga memberi dampak ekonomi karena tempat wisata itu biasanya ramai pengunjung di akhir pekan.
Insiden satwa kabur dari kebun binatang sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Kejadian seperti ini kerap memunculkan perdebatan soal standar keamanan kandang satwa liar serta kesiapan pengelola menghadapi kondisi darurat.
Hingga Kamis malam, pencarian masih berlangsung. Aparat meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan segera melapor bila melihat satwa dengan ciri menyerupai macan tutul.
“Yang penting masyarakat tidak panik, tetap waspada. Kami sudah tempatkan personel di beberapa titik untuk memastikan keamanan,” pungkas AKBP Niko.
