BEN Carnival Kota Blitar: Kebersihan Terjaga, Ekonomi Warga Ikut Bangkit

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

24 - Aug - 2025, 08:23

Petugas kebersihan DLH Kota Blitar sigap menyapu dan mengumpulkan sampah usai BEN Carnival 2025 di kawasan Alun-alun, memastikan kota kembali bersih dalam hitungan jam. (Foto: Ist)

JATIMTIMES - Kota Blitar kembali mencatatkan dirinya sebagai panggung budaya nasional. Ribuan warga tumpah ruah di jalan protokol kota pada Sabtu, 23 Agustus 2025, menyaksikan kemeriahan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival. Namun di balik gegap gempita arak-arakan kostum etnik nan megah itu, ada kerja sunyi yang tak kalah penting: menjaga wajah kota tetap bersih.

Sejak pagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar sudah siaga. Kepala DLH, Jajuk Indihartati, menuturkan bahwa lebih dari 50 personel diturunkan untuk mengawal kebersihan sebelum, selama, dan sesudah acara. “Pemkot ingin memastikan kondisi di lokasi karnaval kembali bersih dari sampah,” ujarnya.

Baca Juga : Berkandang di Kanjuruhan, Arema FC Catat Kemenangan Kedua

Menurut Jajuk, pihaknya telah menyiapkan 60 tempat sampah yang tersebar dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Merdeka. Di area alun-alun, puluhan tempat sampah tambahan disediakan, lengkap dengan satu unit dump truk untuk mengangkut hasil pembersihan. “Kami ingin masyarakat mudah menjangkau tempat sampah di setiap titik,” katanya.

Upaya itu terbukti efektif. Begitu kontingen terakhir dengan nomor urut 43 dari Diskominfo Kota Blitar melintas di panggung utama, pasukan kebersihan langsung bergerak cepat. Mereka menyisir jalan, mengangkut plastik, botol, hingga sisa makanan yang tertinggal. Dalam hitungan jam, jalur karnaval kembali bersih seperti sediakala.

Jajuk menyebut sebagian warga mulai menunjukkan kesadaran membuang sampah di tempat yang disediakan. Meski demikian, ia realistis bahwa tidak semua mampu memilah sampah organik dan non-organik sesuai warna wadah. “Yang penting masyarakat mau membuang di tempatnya dulu. Petugas siap menyilang dan memisahkan jika diperlukan,” katanya menegaskan.

Kebersihan

Kebersihan yang terjaga menghadirkan kenyamanan bagi ribuan pengunjung. Dan kenyamanan itu menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil. Dari pedagang kaki lima, penjual minuman, hingga UMKM kuliner, semua kebagian rezeki dari perhelatan budaya terbesar di Blitar tersebut.

Rin, seorang penjual bakso yang mangkal di Alun-alun sejak 2012, mengaku omzetnya melonjak drastis. Dalam sehari karnaval ia bisa meraup hingga Rp1 juta, jumlah yang jarang ia temui pada hari biasa. “Alhamdulillah ikut ramai, event besar seperti ini benar-benar mendukung penjualan kami,” ujarnya bersyukur.

Pria 51 tahun itu berharap Pemkot Blitar semakin sering menggelar kegiatan serupa. Baginya, semakin banyak peserta yang tampil, semakin banyak pula penonton yang datang, dan itu berarti potensi pembeli kian besar. “Harapannya lebih ramai, acaranya semakin baik, dan peserta yang ikut makin banyak. Biar yang beli juga tambah banyak,” tuturnya.

Mas ibin

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa BEN Carnival bukan semata ajang pertunjukan budaya, melainkan juga mesin penggerak ekonomi warga. “Pasar ekonomi kreatif selalu menanti setiap gelaran di Kota Blitar. Insya Allah, semua akan datang ke Blitar,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Ibin itu, setiap event besar memberi efek domino. Usaha mikro kecil menengah tumbuh, sektor perhotelan dan transportasi bergerak, hingga jasa parkir ikut merasakan manfaat. “Sebagai kota yang terbuka untuk semua, kami ingin setiap orang datang dan menikmati keindahan budaya Blitar,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut BEN Carnival sebagai cerminan aspirasi dan tekad untuk membawa pesona budaya Indonesia ke panggung yang lebih luas. Festival ini, menurutnya, menjembatani perbedaan sekaligus memperkaya cakrawala kebangsaan.

Baca Juga : Turnamen Voli Perdana Perbarindo Cup 2025 Ramaikan HUT Ke-80 RI

 “Kota Blitar boleh maju dan terus berkembang, tetapi kemajuan itu tidak boleh membuat kita melupakan jati diri dan budaya bangsa yang adiluhung,” tutur Mas Ibin.

Pantauan di lapangan menunjukkan betapa rapi penataan acara tahun ini. Pedagang UMKM berjejer tertib di sekitar Jalan Merdeka, sementara kantong parkir yang disediakan mampu mengurai kemacetan. Tarif parkir pun terjangkau, hanya Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp3 ribu untuk mobil.

Ben carnival

BEN Carnival 2025 menunjukkan bagaimana perencanaan matang Pemkot Blitar memberi manfaat nyata. Di satu sisi, kebersihan kota terjaga berkat koordinasi apik DLH dan kesadaran warga. Di sisi lain, roda ekonomi warga berputar kencang.

Perpaduan itu menghadirkan kesan positif: Blitar bukan sekadar kota sejarah tempat bersemayamnya Bung Karno, tetapi juga kota yang mampu mengelola budaya, kebersihan, dan ekonomi dalam satu tarikan napas. Karnaval ini menjelma menjadi pesta rakyat sekaligus etalase pembangunan kota.

Dengan begitu, BEN Carnival bukan hanya simbol kebhinekaan yang dirayakan lewat tarian dan kostum, tetapi juga representasi nyata bagaimana budaya dapat menjadi motor kebersihan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat.