Ketika Tempat Kerja Jadi Rumah Kedua: Kisah Kebersamaan di Pesta Rakyat PR Furoda
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
23 - Aug - 2025, 11:38
BLITARTIMES – Duduk melingkar di atas tikar, lesehan diatas paving, ratusan karyawan PR Furoda menikmati nasi bungkus hangat yang dibagikan panitia. Tanpa jamuan mewah, suasana sederhana itu justru menghadirkan rasa kebersamaan yang kental.
Sambil makan lesehan, mereka saling bertukar cerita tentang lomba pagi hari, kostum karnaval, hingga rekan yang beruntung membawa pulang hadiah doorprize. Di titik inilah pesta rakyat benar-benar terasa hidup, bukan karena kemegahan, melainkan karena hangatnya kebersamaan.
Baca Juga : Pesta Rakyat PR Furoda: Harmoni Karyawan, Masyarakat, dan Rumah Kedua yang Menghangatkan
Tidak hanya karyawan, warga sekitar pun ikut menikmati momentum ini. PR Furoda membuka ruang bagi UMKM lokal untuk menjajakan makanan dan minuman. Aroma jajanan rakyat memenuhi udara, menegaskan bahwa pesta ini bukan hanya milik perusahaan, tapi juga milik masyarakat yang hidup berdampingan dengannya.

Kemeriahan pun mencapai puncak saat Ajeng Febria, penyanyi dangdut ternama, tampil di panggung. Ribuan pasang kaki serentak bergoyang mengikuti irama. Sebelumnya, fun games dan lomba yel-yel antar divisi sudah memanaskan suasana, membuat tawa lepas terdengar di seluruh halaman pabrik. Seolah sehari penuh itu, musik dan permainan menjadi bahasa universal yang menyatukan semua orang tanpa sekat status.
Bagi Fariz Ardhiansyah, sang pemilik PR Furoda, pesta rakyat bukan sekadar hiburan tahunan. Ia adalah perwujudan dari filosofi yang ia pegang: perusahaan harus menjadi rumah kedua. “Saya tidak pernah menyebut karyawan sebagai anak buah. Mereka adalah teman. Pabrik ini tidak akan berjalan tanpa mereka,” ujarnya. Fariz menekankan pentingnya suasana kerja yang nyaman.
“Lebih baik nongkrong di sini sambil bekerja, daripada nongkrong di luar tanpa arah. Pabrik ini harus jadi rumah kedua,” tambahnya.

Visi itu bukan sekadar kata. Dengan lebih dari 560 tenaga kerja, PR Furoda telah menjadi sumber kehidupan bagi banyak keluarga sejak berdiri pada 2023. Fariz bahkan bermimpi perusahaannya kelak bisa melangkah lebih jauh ke ranah sosial, seperti membangun rumah lansia dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Baca Juga : Pesta Rakyat BTU Tempo Doeloe Hidupkan Tradisi dan Berdayakan UMKM di RW 18 Madyopuro
Hal itu pula yang dirasakan oleh para pegawai, salah satunya Irwan Ardiansyah. Meski baru setahun bergabung, ia mengaku cepat merasa menjadi bagian dari keluarga besar Furoda. “Sekitar 85 persen karyawan berasal dari warga sekitar, jadi suasananya sangat akrab. Bahkan hubungan dengan owner pun terasa tanpa jarak,” tuturnya.

Kehangatan inilah yang membedakan PR Furoda. Pesta rakyat bukan hanya perayaan kemerdekaan, melainkan penegasan bahwa pabrik ini berdiri di atas rasa memiliki. Dari karnaval penuh warna, tawa fun games, sajian Kopi Mas Refill, hingga nasi bungkus yang disantap lesehan, semua menjadi potret bahwa di Furoda, rumah kedua itu benar-benar ada.
