Wali Kota Malang: Mitigasi Bencana Harus Dimulai dari Warga
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
19 - Aug - 2025, 01:49
JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Menurutnya, langkah antisipasi lebih efektif bila kesadaran warga dibangun sejak dini, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelatihan dan mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Selasa (19/8/2025). Wahyu mengatakan, mitigasi perlu dilakukan, pasalnya bencana tentu tak bisa ditolak kedatangannya
Baca Juga : KKN Unisba Blitar Tinggalkan Jejak Positif di Karangsari, Ditutup dengan Reog Joko Suro
“Bencana itu tidak bisa kita tolak, siapa pun bisa terkena. Bersyukurnya, Malang tidak mengalami bencana sebesar daerah lain. Namun potensi seperti banjir, longsor, dan gempa tetap harus diantisipasi,” ujar Wahyu
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, terdapat lebih dari 45 ribu warga tinggal di kawasan rawan bencana. Dari jumlah itu, sekitar 28 ribu orang sudah mendapat pelatihan mitigasi, sementara 12 ribu lainnya masih menunggu giliran akibat keterbatasan anggaran.
“Bagi yang sudah mendapat materi, saya harap tidak hanya disimpan sendiri. Tapi juga disampaikan ke saudara, tetangga, dan keluarga. Kalau bersama-sama, kita lebih mudah mengantisipasi dampak bencana,” tutur Wahyu.
Wahyu menilai, soliditas BPBD bersama unsur relawan sudah terbukti dalam sejumlah penanganan, seperti saat bencana di Kecamatan Kedungkandang. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar langkah penanganan lebih cepat dan tidak membingungkan warga.
Selain kesiapan teknis, Wali Kota juga mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama dalam menghadapi ancaman banjir. Salah satunya dengan merawat saluran drainase yang sudah dibangun pemerintah.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Dorong ASN Tak Berpuas Diri Usai Raih SAKIP Predikat A
“Kalau banjir hanya ditangani pemerintah, saya yakin tidak optimal. Kesadaran masyarakat sangat penting. Alhamdulillah setelah terus kita tekankan, warga semakin paham bahwa menjaga saluran air juga bagian dari mengurangi risiko banjir,” tegasnya.
Menurut Wahyu, ke depan Pemkot Malang juga akan memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) untuk bencana banjir dan potensi lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat.
“Gejala bencana kadang bisa dilihat, tapi sering datang tiba-tiba. Karena itu, kita butuh peta jalan yang jelas, pelatihan berkelanjutan, dan partisipasi warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian,” pungkasnya.
