UM Mulai Terapkan Sistem Smart Gate Parkir : Masyarakat Umum Berbayar, Sivitas UM Gratis
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
24 - Jul - 2025, 02:47
JATIMTIMES - Universitas Negeri Malang (UM) mulai menerapkan sistem parkir pintar berbasis smart gate sebagai langkah serius meningkatkan keamanan kendaraan dan kenyamanan sivitas akademika di lingkungan kampus. Langkah ini diambil untuk mencegah kasus kehilangan helm ataupun sepeda motor, serta semakin mendorong terciptanya suasana kampus yang lebih kondusif.
Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak, M.M., CA, CMA, menegaskan bahwa penerapan sistem parkir otomatis ini merupakan bentuk ikhtiar kampus dalam menciptakan ruang aman bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Sistem ini mulai diterapkan hari ini, Kamis, (24/7/2025).

"Kami ingin memberikan layanan yang lebih baik dalam hal kenyamanan dan keamanan. Salah satunya dengan memberlakukan smart gate parkir. Ini adalah upaya untuk memitigasi kejadian-kejadian kehilangan seperti helm dan sepeda motor yang beberapa kali terjadi di lingkungan UM," ungkap Prof. Puji, Kamis, (24/7/2025).
Baca Juga : Pemkot Surabaya Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi 6.144 Pelajar dari Keluarga Tak Mampu
Dalam skema yang telah dirancang, seluruh warga kampus, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, akan mendapatkan akses masuk secara gratis. Sistem ini mengandalkan data plat nomor kendaraan yang sudah didaftarkan sebelumnya melalui link yang telah disediakan sebelumnya.
Setiap mahasiswa dapat mendaftarkan satu kendaraan, sementara dosen dan tenaga kependidikan bisa mendaftarkan maksimal dua unit kendaraan.
Selain plat nomor, mahasiswa juga dapat menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk mengakses gerbang parkir. KTM tersebut telah terintegrasi dengan sistem smart gate secara otomatis. Dengan begitu, cukup dengan menempelkan kartu, palang parkir akan terbuka tanpa biaya tambahan.
Adapun bagi masyarakat umum, termasuk pengemudi ojek online (OJOL) terdapat tarif yang dikenakan. Tarif ini dengan ketentuan motor sebesar Rp 3.000,-, mobil sebesar Rp 5.000,-, dan bus sebesar Rp 20.000,- yang dilakukan secara Cashless melalui QRIS. Namun, untuk kunjungan singkat di bawah 10 hingga 15 menit, tidak akan dikenai biaya.
"Kami telah mensimulasikan skenario masuk dan keluar kampus dengan vendor. Jika durasinya kurang dari 10 menit, tidak dikenai tarif. Pembayaran bisa dilakukan secara digital menggunakan QRIS di mana saja, baik di gedung, area parkir, maupun pintu keluar," jelas Prof. Puji.
Hasil dari pendapatan melalui smartgate ini, pihaknya juga menyampaikan akan berkontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). 10 persen dari hasil pendapatan akan masuk dalam PAD Kota Malang. "Sementara lainnya akan masuk ke kampus, untuk perawatan ataupun operasional," paparnya.
Sistem ini masih dalam tahap uji coba selama satu bulan dan sementara waktu menggunakan barcode QRIS manual yang dipasang di pintu keluar. Mahasiswa dan dosen cukup memindai barcode untuk melakukan pembayaran jika mereka berasal dari luar UM atau melebihi batas waktu gratis.
Baca Juga : Laboratorium Pertanian Digarap Tahun Depan, Tempati Lahan di Desa Sumber Brantas
UM bekerja sama dengan 10 bank mitra, dan tiap fakultas memiliki mitra yang berbeda. Bank mitra tersebut akan memfasilitasi integrasi KTM dengan sistem pembayaran digital.
Saat ini, proses pendataan kendaraan dan distribusi KTM telah mencapai 45 ribu data. Beberapa fakultas, seperti FMIPA, bahkan telah menggunakan KTM yang terintegrasi langsung dengan sistem perbankan mitra seperti BNI dan BTN.
“Sebagai contoh, KTM milik mahasiswa FMIPA sudah sekaligus berfungsi sebagai kartu bank dari BNI. Sedangkan fakultas lain menggunakan bank mitra yang berbeda,” tambah Prof. Puji.
Prof. Puji juga membandingkan sistem satu pintu (one gate system) yang digunakan di kampus UM dengan sistem serupa yang umum diterapkan di kawasan perumahan elite seperti Permata Jingga atau Araya atau.
"Kami ingin menciptakan lingkungan kampus yang aman seperti kawasan perumahan yang memiliki sistem gerbang tunggal. Dengan kontrol akses seperti ini, keamanan dan kenyamanan bisa lebih terjamin," pungkasnya.
