Mengenal Tentara IRGC, Penjaga Revolusi Islam Iran yang Kini Tengah Berperang dengan Israel
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
19 - Jun - 2025, 05:55
JATIMTIMES - Israel dan Iran beberapa waktu terakhir tengah berada dalam suasana ketegangan setelah Israel pada Jumat (13/6/2025) lalu melepaskan serangan mematikan terhadap Iran. Akibatnya, Iran melepaskan serangan balasan terhadap Israel.
Di balik kekuatan militer Iran, terdapat sebuah pasukan elite yang memainkan peran kunci, yaitu Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Baca Juga : Museum Mpu Purwa Segera Pamerkan 20 Koleksi Arca Kuno Orisinal
Pasukan ini menjadi simbol kekuatan ideologi Republik Islam Iran yang dibentuk pasca-revolusi 1979. Sejak terlibat dalam Perang Iran-Irak pada 1980-an, IRGC terus berkembang menjadi kekuatan besar dengan pengaruh yang luas. Pengaruhnya tidak hanya di bidang militer, tetapi juga dalam politik dan ekonomi Iran.
Siapa Itu IRGC?
Islamic Revolutionary Guard Corps atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) adalah kekuatan militer elite Iran yang dibentuk setelah Revolusi Iran 1979. Organisasi ini memiliki peran utama dalam menjaga stabilitas internal dan mempertahankan sistem teokratis Iran.
Selain itu, mereka menjalankan operasi luar negeri untuk memperkuat pengaruh Iran di kawasan. IRGC beroperasi terpisah dari militer reguler dan bertanggung jawab langsung kepada pemimpin tertinggi Iran.
Asal Usul IRGC
Dilansir dari Aljazeera, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dibentuk segera setelah Revolusi Iran 1979 sebagai pasukan milisi revolusioner yang bertugas menjaga ideologi Republik Islam Iran dan melindungi negara dari ancaman internal maupun eksternal. Berbeda dari angkatan bersenjata reguler, IRGC berada langsung di bawah komando Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
IRGC Saat Ini
Masih dari sumber yang sama, saat ini IRGC memiliki sekitar 190.000 personel aktif dan lebih dari 600.000 jika termasuk cadangan. IRGC mengawasi program rudal balistik dan nuklir Iran, serta mendukung kelompok proksi di wilayah seperti Irak, Suriah, Lebanon (Hizbullah), dan Yaman (Houthi).
Selain kekuatan militer, IRGC juga memiliki pengaruh besar dalam politik dan ekonomi nasional. Banyak perusahaan besar di Iran dimiliki atau dikendalikan oleh IRGC.
Sejak 2019, Amerika Serikat secara resmi menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing. Ini kali pertama AS memberikan label tersebut kepada bagian dari pemerintahan negara lain.
Peran IRGC
Mengutip Britannica, sepanjang Perang Iran-Irak, IRGC menjadi kekuatan utama yang memimpin beberapa operasi penting, seperti:
- Operasi Tariq al-Quds (November 1981): Berhasil merebut kembali wilayah Bostan.
- Operasi Badr (Maret 1985): Menyerbu jalur strategis Basra-Baghdad.
- Pertempuran al-Faw (Februari-Maret 1986): Memenangkan pertempuran amfibi penting dan merebut semenanjung al-Faw dari Irak.
Perang yang berlangsung selama delapan tahun ini menelan jutaan korban jiwa dan secara signifikan mengubah struktur militer dan politik Iran. Dalam prosesnya, IRGC tumbuh menjadi institusi militer yang sangat berpengaruh.
IRGC lahir dari semangat Revolusi Islam dan ditempa dalam "Perang Suci" (Sacred Defence) melawan Irak. Selama empat dekade, IRGC telah berevolusi menjadi kekuatan yang memainkan peran penting dalam setiap konflik yang melibatkan Iran, baik secara langsung maupun melalui proksi di wilayah Timur Tengah.
IRGC dalam Konflik Iran-Israel 2025
Baca Juga : Bangun Ruang Edukasi Sejarah dan Budaya Lokal Bumi Panjalu, Pemkab Kediri pre - Launching Museum Daerah
Merangkum Euro News dan Aljazeera, pada Juni 2025, ketegangan antara Iran dan Israel mencapai puncaknya. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dengan 200 jet tempur yang menghantam berbagai fasilitas penting di Iran, termasuk:
- Ibu kota Teheran dan wilayah militernya.
- Fasilitas pengayaan uranium Natanz di Isfahan.
- Pusat penelitian nuklir dan pangkalan militer di Tabriz.
- Kota Isfahan, Arak, dan Kermanshah yang menyimpan rudal balistik.
Sejauh ini, serangan Israel terhadap Iran menewaskan sejumlah tokoh penting IRGC, termasuk:
• Hossein Salami: Kepala IRGC
• Mohammad Bagheri: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran
• Gholamali Rashid: Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya
• Amir Ali Hajizadeh: Komandan Pasukan Dirgantara IRGC
• Mohammad Kazemi: kepala intelijen IRGC
• Hassan Mohaqiq: wakil kepala intelijen IRGC.
IRGC disebut-sebut sebagai kekuatan utama di balik program nuklir dan rudal balistik Iran. Selain itu, organisasi ini memiliki kendali atas fasilitas militer strategis dan berbagai operasi luar negeri yang bertujuan memperluas pengaruh Iran di kawasan.
Hal ini menjadikan IRGC sebagai target utama Israel dalam konflik yang terus berlangsung hingga saat ini.
