Doa Sarah yang Menyelamatkan: Kisah Istri Nabi Ibrahim dari Gangguan Raja Zalim
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
17 - Jun - 2025, 11:03
JATIMTIMES - Sejarah mencatat banyak kisah luar biasa dari kehidupan para nabi dan keluarganya, salah satunya peristiwa menegangkan yang dialami Sarah, istri Nabi Ibrahim AS. Kecantikan dan keteguhan imannya justru membawanya pada ujian besar ketika bertemu seorang raja zalim. Kisah ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, serta dibahas dalam buku 50 Kisah Edukatif Terbaik dalam Hadits karya Lutfi Yansyah.
Nabi Ibrahim AS dikenal memiliki seorang istri yang bukan hanya cantik parasnya, tetapi juga salehah dan setia. Namanya Sarah. Suatu hari, Nabi Ibrahim dan Sarah melakukan perjalanan hingga memasuki wilayah kekuasaan seorang raja bengis bernama Raja Tutis. Konon, sang raja dikenal suka memaksa wanita cantik menjadi istrinya.
Baca Juga : Hamengkubuwana V dan Para Bayangannya: Rezim Pengampu dalam Sejarah Yogyakarta (1830–1834)
Mengetahui hal itu, Nabi Ibrahim dengan bijak mengingatkan Sarah akan ancaman tersebut. “Wahai istriku, jika raja ini tahu engkau istriku, ia akan mengalahkanku demi merebutmu. Katakanlah engkau saudara perempuanku. Sungguh, engkau memang saudaraku dalam agama Islam,” pesan Nabi Ibrahim, menyadari betapa genting situasi yang mungkin mereka hadapi.
Kekhawatiran Nabi Ibrahim terbukti. Kedatangan mereka segera menarik perhatian pihak istana. Laporan kepada raja berbunyi, “Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik.” Sang raja pun memerintahkan agar Sarah dihadapkan padanya.
Saat berhadapan dengan raja, Sarah memohon perlindungan Allah SWT. Ia berwudhu, shalat, dan berdoa penuh harap, “Ya Allah, aku beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu. Aku menjaga kehormatanku hanya untuk suamiku. Maka lindungilah aku dari orang kafir ini.”
Doa Sarah dikabulkan. Setiap kali raja hendak mendekatinya, ia tiba-tiba merasa sesak napas, tubuhnya kaku seakan dicekik hingga menghentak-hentakkan kaki karena kesakitan. Tak hanya sekali, peristiwa ini terulang hingga tiga kali. Sarah terus berdoa, memohon agar nyawa raja tidak sampai melayang sehingga dirinya tidak dituduh membunuh.
Akhirnya, raja yang ketakutan itu menyerah. Ia memanggil para pengawalnya dan berkata, “Kembalikan wanita ini kepada Ibrahim. Sesungguhnya dia bukan manusia, melainkan wanita setan! Berikan pula seorang budak perempuan untuknya.”
Baca Juga : Salat Namun Pikirannya ke Mana-mana, Apakah Masih Sah? Ini Kata Buya Yahya
Sarah pun dikembalikan kepada Nabi Ibrahim. Sang nabi menyambutnya dengan penuh cemas dan bertanya, “Bagaimana kabarmu?” Sarah menjawab dengan syukur, “Aku baik-baik saja. Allah telah melindungiku dari raja zalim itu, bahkan ia memberiku seorang budak perempuan.”
Selain dikaruniai istri yang salehah dan tegar, Nabi Ibrahim juga diberi nikmat harta yang berlimpah oleh Allah SWT. Kisah ini menjadi pengingat kuat akan kekuatan doa dan perlindungan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan menjaga kehormatan diri.
