Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Lanjutkan Perbaikan Jalan di Jalibar, Antisipasi Kerawanan Kecelakaan

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana

30 - May - 2025, 08:07

Para pekerja saat melaksanakan penanganan rehab jalan dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di kawasan Jalibar yang berlangsung pada Februari 2025 dan kini telah rampung dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar, dalam waktu dekat ini Pemkab Malang akan kembali melakukan perbaikan jalan di Jalibar tersebut. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

JATIMTIMES - Beberapa hari belakangan ini Jalan Ir Soekarno atau yang lebih dikenal Jalibar di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang viral di media sosial. Warganet mengeluh akses jalan di Jalibar banyak yang berlubang sehingga memicu rawan terjadinya kecelakaan.

Terbaru, pada Jumat (30/5/2025), salah satu anggota grup Facebook Arek Kepanjen memposting rekaman video diduga korban kecelakaan yang terlihat tergeletak di kawasan Jalibar. Di sisi lain, sejumlah pengguna jalan dan warga setempat terlihat menolong seorang korban yang diduga telah mengalami kecelakaan di Jalibar tersebut.

Baca Juga : Waspada Jalan Licin di Musim Hujan, Ini Tips Berkendara Aman ala Honda

"Lagi-lagi Jalibar jalan berlubang makan korban," tulis akun bernama Sam Rinum dalam keterangannya pada video yang ia posting ke grup Facebook Arek Kepanjen, Jumat (30/5/2025).

Sebelumnya, di kawasan Jalibar tersebut diduga juga sempat terjadi beberapa kali insiden kecelakaan. Dari beberapa rekaman video di media sosial Instagram, pada Rabu (28/5/2025) telah terjadi kecelakaan beruntun di Jalibar. Korbannya disebut mencapai tiga orang yang mengalami luka-luka.

"Penyebab kecelakaan (karena) lubang sebesar ini," ucap seorang pria perekam video yang kini viral di media sosial, Jumat (30/5/2025).

Dari penelusuran JatimTIMES, di kawasan Jalibar memang sering terjadi insiden kecelakaan. Dari beberapa peristiwa kecelakaan tersebut, sebagian dari para korban mengalami luka-luka. Sehingga tidak semua kejadian kecelakaan di Jalibar dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Hal itu juga disampaikan oleh Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoiruddin. Kepada JatimTIMES, Samsul menyebut insiden kecelakaan di Jalibar pada Jumat (30/5/2025) yang sempat viral di Facebook tersebut, juga tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dimungkinkan korban hanya mengalami luka-luka dan kini telah tertangani.

"Tidak ada laporan untuk (peristiwa kecelakaan di Jalibar) yang tadi pagi," ujar Samsul kepada JatimTIMES, saat menanggapi video viral terkait insiden kecelakaan di Jalibar, Jumat (30/5/2025).

Meski beberapa kecelakaan di Jalibar tidak semuanya dilaporkan kepada pihak kepolisian, namun, diakui Samsul, pihaknya tetap menindaklanjuti informasi tersebut. "Kami sudah koordinasi dengan instansi terkait untuk penambalan aspal yang berlubang (di Jalibar) tersebut," tuturnya.

Dari hasil koordinasi terbaru pada Jumat (30/5/2025), akses jalan berlubang di Jalibar akan segera diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang. "Tadi juga sudah kami sampaikan ke pihak terkait untuk perbaikan jalan (di Jalibar) dan akan segara ditindak lanjuti," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma dalam konfirmasinya menyebut, akses jalan berlubang di Jalibar sebenarnya sebagian di antaranya telah diperbaiki. Di mana, hingga kini proses perbaikan juga akan terus berlanjut.

Baca Juga : Wabup Malang Lathifah Ajak Masyarakat Teladani Almaghfurlah KH. Tholchah Hasan

"Terkait kondisi jalan berlubang (di Jalibar) pada sekitar bulan Januari-Februari (2025) telah dilaksanakan perbaikan. Sedangkan untuk kondisi jalan berlubang akhir-akhir ini yang terjadi di Jalibar akan segera dilaksanakan perbaikan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang telah menganggarkan Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan rusak di kawasan Jalibar. Pengerjaan penanganan rehab jalan tersebut telah dilangsungkan pada 1 Februari 2025 dan kini telah rampung.

Anggaran penanganan rehab jalan di Jalibar yang mencapai Rp 2 miliar tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada penjelasannya, pejabat publik yang karib disapa Oong ini menyebut, penanganan utama rehab jalan di Jalibar tersebut dikerjakan pada Station (STA) atau spot yang mengalami kerusakan parah. "Penanganan rehab jalan menggunakan hotmix AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer," terang Oong.

Sementara untuk spot yang tidak terlalu mengalami kerusakan, akan dilakukan perbaikan dengan metode patching jalan. Yakni proses perbaikan jalan yang dilakukan dengan menambal bagian jalan yang rusak menggunakan aspal.

Oong memastikan, penanganan rehab perbaikan jalan di Jalibar bisa ditangani secara tuntas. Sehingga diharapkan dapat lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Namun kami tetap mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, karena saat ini juga sering terjadi cuaca ekstrem," pungkas Oong.