Heboh, Beauty Influencer Valeria Marquez Tewas Ditembak Saat Live Tiktok
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
15 - May - 2025, 05:00
JATIMTIMES - Media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan peristiwa penembakan yang menimpa seorang beauty influencer asal Meksiko, Valeria Marquez (23). Wanita tersebut harus meregang nyawa usai seorang pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor yang berpura-pura mengirimkan hadiah saat dia melakukan live streaming.
Melansir laporan New York Post dari El Imparcial Kamis (15/5/2025), peristiwa penembakan itu terjadi pada Selasa (13/5/2025) waktu setempat atau Rabu (14/5/2025) waktu Indonesia di salon Blossom the Beauty Lounge miliknya di Jalisco, Meksiko.
Baca Juga : Viral! Balita di Cianjur Diduga Dianiaya Tenaga Medis Saat Dikhitan
Wanita cantik yang memiliki pengikut hampir 200.000 pengikut di TikTok dan Instagram itu, terkena peluru di dada dan kepalanya dalam kejadian itu. Sesaat sebelum kejadian, terlihat Marquez tampak duduk sambil memegang boneka dan terlihat cemas.
Beberapa detik sebelum kejadian, ia terdengar mengatakan, "mereka datang," sebelum suara latar belakang terdengar memanggil, "Hei, Vale?".
Marquez menjawab, "Ya," lalu mematikan suara siaran. Beberapa detik kemudian, ia ditembak.
Para pengikut yang ketakutan yang menyaksikan tumpahan darah di kamera menggambarkan melihat Marquez memegang tulang rusuknya beberapa saat sebelum ia jatuh ke lantai. Pria bersenjata itu kemudian tampaknya memasuki salon dan melepaskan tembakan lagi sebelum melarikan diri. Marquez, yang dikenal karena membagikan klip kecantikan dan gaya hidup daring, dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Beberapa jam sebelum pembunuhan itu, Marquez telah membagikan swafoto di Instagram Story-nya yang memperlihatkan dirinya berpose di salon. Pihak kejaksaan negara bagian Jalisco menyatakan bahwa kasus ini sedang dibekukan sebagai femisida, pembunuhan terhadap perempuan karena alasan gender.
Femisida di Meksiko sering kali melibatkan kekerasan yang melontarkan, mengungkapkan secara seksual, hubungan dengan pelaku, atau tubuh korban yang dipertontonkan di ruang publik.
Menurut data Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC), Meksiko memiliki salah satu tingkat femisida tertinggi di kawasan tersebut, dengan 1,3 kematian per 100.000 perempuan pada tahun 2023.
Negara bagian Jalisco sendiri menduduki peringkat keenam dalam jumlah kasus pembunuhan, dengan 906 kasus tercatat sejak Presiden Claudia Sheinbaum menjabat pada Oktober 2024.
Hingga Kamis (15/5/2025), belum ada tersangka yang diumumkan oleh pihak berwenang. Sementara itu, Wali Kota Zapopan, Juan José Frangie, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah menerima laporan ancaman terhadap Marquez sebelum kejadian. Ia juga menegaskan bahwa pembunuhan terhadap perempuan adalah bentuk kekerasan yang paling mengerikan.
