Kenali Penyebab Nyeri Dada saat Hamil Tua, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Reporter

pipit anggraeni

Editor

Redaksi

25 - Apr - 2025, 04:24

Ilustrasi (Foto oleh ronnachaipark dari Freepik)

JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan selama masa kehamilan, salah satunya yang mungkin sering dirasakan oleh bumil adalah nyeri dada. Nyeri dada saat hamil sering terjadi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada trimester ketiga. Nyeri dada saat hamil tua biasanya disebabkan oleh pembesaran rahim dan janin yang menekan tulang rusuk dan diafragma, pelebaran tulang rusuk yang meregangkan otot dada, gangguan pencernaan seperti heartburn, perubahan ukuran payudara, stres, serta posisi tidur yang kurang tepat.

PAFI dengan alamat website https://pafikotaselatan.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya, sehingga dapat memberikan pelayanan serta distribusi obat-obatan yang mudah serta harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga : Kenali Penyebab Diabetes Gestasional selama Kehamilan, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab nyeri dada saat hamil tua, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya nyeri dada saat hamil tua?

Pada umumnya, nyeri dada saat hamil tua adalah kondisi ketika area dada terasa sakit, tidak nyaman, atau nyeri, yang bisa berupa sensasi tertusuk, perih, tertekan, terbakar, atau seperti diremukkan. Nyeri ini dapat terjadi di dada sebelah kanan, kiri, tengah, atau seluruh bagian dada, dan dapat berlangsung singkat maupun lama. Sensasi nyeri dada juga bisa menjalar ke leher, rahang, punggung, atau lengan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya nyeri dada selama masa kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan anatomi dan fisiologis selama kehamilan

Seiring pertumbuhan janin, rahim membesar dan menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk diafragma dan tulang rusuk. Untuk memberi ruang bagi rahim yang membesar, tulang rusuk ibu hamil akan melebar dan mengangkat ke atas. Perubahan ini menyebabkan otot-otot di sekitar tulang rusuk meregang dan bisa menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada dada. Selain itu, perubahan postur tubuh akibat pergeseran pusat gravitasi juga dapat menyebabkan ketegangan otot-otot dada dan punggung atas, yang berkontribusi pada nyeri dada.

2. Perubahan hormonal pada ibu hamil

Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan menyebabkan relaksasi otot polos di seluruh tubuh, termasuk otot-otot di saluran pencernaan dan pembuluh darah. Relaksasi ini menyebabkan beberapa efek yang bisa memicu nyeri dada. Relaksasi sfingter esofagus bawah dapat menyebabkan asam lambung mudah naik ke kerongkongan (refluks asam atau heartburn), yang menimbulkan sensasi terbakar dan nyeri di dada bagian atas.

3. Gangguan pencernaan dan heartburn

Heartburn adalah salah satu penyebab paling umum nyeri dada pada ibu hamil tua. Gejala ini muncul akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang menyebabkan sensasi terbakar di dada dan tenggorokan. Faktor-faktor yang memperparah heartburn saat hamil seperti tekanan dari rahim yang membesar pada lambung dan perubahan hormon yang melemahkan otot sfingter esofagus.

4. Perubahan pada payudara

Selama kehamilan, payudara mengalami pembesaran dan peningkatan aliran darah sebagai persiapan menyusui. Perubahan ini menyebabkan ketegangan pada jaringan payudara dan otot-otot di sekitar dada, yang bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama saat bergerak atau menyentuh area tersebut.

5. Ketegangan otot dan stres

Kehamilan yang sudah memasuki trimester akhir seringkali membuat ibu merasa lelah dan stres. Ketegangan emosional dan fisik dapat menyebabkan otot-otot dada menjadi tegang dan kaku, sehingga menimbulkan nyeri dada. Selain itu, aktivitas fisik yang berlebihan atau posisi tubuh yang salah juga dapat menyebabkan ketegangan otot dada.

Baca Juga : Kenali Penyebab Gatal di Selangkangan saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati nyeri dada saat hamil tua?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari nyeri dada saat hamil tua (trimester dua atau ketiga). Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri dada pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Paracetamol

Parasetamol adalah obat pereda nyeri yang paling aman digunakan oleh ibu hamil untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, termasuk nyeri dada yang tidak disebabkan oleh kondisi serius. Penggunaan parasetamol harus sesuai dosis yang telah diberikan oleh apoteker, dengan dosis maksimal 4.000 mg per hari.

2. Obat untuk gangguan pencernaan

Karena nyeri dada saat hamil tua sering disebabkan oleh heartburn, obat-obatan seperti polysilane suspensi (mengandung dimetilpolisiloksan, aluminium hidroksida, magnesium hidroksida) dapat digunakan untuk meredakan gejala asam lambung naik dengan aman pada ibu hamil.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi nyeri dada saat hamil tua adalah menghindari makanan pemicu heartburn serta pemilihan bra yang sesuai. Selama kehamilan, usahakan untuk menghindari makanan pedas, asam, berminyak, serta minuman berkafein untuk mencegah naiknya asam lambung yang menyebabkan nyeri dada. Kemudian, gunakan bra yang pas dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi tekanan pada payudara serta dada. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker, untuk mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai dengan kebutuhan.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafikotaselatan.org  melalui smartphone Anda.