Kenali Penyebab Masuk Angin pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
Reporter
Pipit Anggraeni
Editor
Redaksi
15 - Apr - 2025, 11:56
JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satunya yang mungkin sering dialami oleh ibu hamil adalah masuk angin. Masuk angin selama kehamilan ditandai dengan perut kembung, tidak nafsu makan, mual, serta tidak enak badan. Di dunia medis, tidak dikenal masuk angin, namun biasanya gejala ini berkaitan dengan gangguan pencernaan sehingga membutuhkan pengobatan segera.
PAFI dengan alamat website https://pafitanahtoraja.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme dan etika di kalangan ahli farmasi, memastikan bahwa setiap ahli farmasi di Indonesia memiliki standar kualifikasi serta etika yang tinggi dalam praktiknya
Baca Juga : 7 Alasan Menakjubkan Daun Seledri Ampuh Turunkan Tekanan Darah
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab masuk angin pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya masuk angin selama kehamilan?
Pada umumnya, setiap orang memiliki daya tahan tubuh yang berbeda. Penyebab masuk angin saat hamil sering dikaitkan dengan penurunan daya tahan tubuh, yang bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kurangnya paparan sinar matahari (menurunkan produksi vitamin D), kurang tidur, hingga stres. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya masuk angin selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya perubahan pada hormon
Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang signifikan. Peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan. Progesteron khususnya dapat menyebabkan relaksasi otot-otot polos di seluruh tubuh, termasuk otot usus. Hal ini memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan lebih lama berada di perut dan usus, yang dapat menyebabkan kembung dan gejala masuk angin lainnya.
2. Pembesaran rahim
Pertumbuhan janin yang membesar selama kehamilan dapat menekan rongga perut dan organ pencernaan. Tekanan ini dapat mengganggu fungsi normal pencernaan, menyebabkan gejala seperti kembung, mual, dan perut tidak nyaman. Selain itu, tekanan pada diafragma juga dapat mempengaruhi pernapasan, yang kadang-kadang diinterpretasikan sebagai gejala masuk angin.
3. Adanya penurunan sistem imun
Selama kehamilan, sistem imun tubuh menurun untuk mencegah tubuh menganggap janin sebagai benda asing dan menyerangnya. Penurunan ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi dan gejala tidak nyaman, termasuk masuk angin. Meskipun masuk angin bukanlah penyakit yang disebabkan oleh infeksi, penurunan daya tahan tubuh dapat memperburuk gejala yang ada.
4. Perubahan postur tubuh
Perubahan postur tubuh selama kehamilan, terutama pada trimester akhir, dapat mempengaruhi ritme pernapasan dan tekanan pada organ dalam. Peningkatan tekanan pada diafragma dan organ perut dapat memperburuk gejala masuk angin dengan menyebabkan pernapasan menjadi lebih sulit dan memperkuat rasa tidak nyaman di perut.
5. Stres dan kurang tidur
Stres dan kurang tidur juga dapat memperburuk gejala masuk angin. Keduanya dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung, yang dapat memperburuk gejala seperti kembung dan mual.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati masuk angin selama kehamilan?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari masuk angin selama kehamilan. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala masuk angin pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
Baca Juga : 5 Resep Jus Herbal untuk Penderita Kencing Manis yang Terbukti Efektif – Rahasia Sehat dari Alam!
1. Paracetamol
Obat ini efektif untuk meredakan nyeri otot, sakit kepala, dan demam. Ibu hamil dapat mengonsumsi Panadol dengan dosis 1 kaplet, 3 kali sehari, tetapi harus dikonsultasikan dengan apoteker terlebih dahulu. Penting untuk tidak melebihi dosis yang disarankan karena dapat berdampak pada hati.
2. Promag
Promag mengandung hydrotalcite dan magnesium hidroksida yang dapat mengurangi sakit maag dan menurunkan asam lambung. Obat ini juga mengandung simethicone untuk mengurangi gas berlebih. Promag dapat membantu meredakan gejala kembung dan perut tidak nyaman.
3. Mylanta cair
Mylanta cair mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida untuk menetralkan asam lambung, serta simethicone untuk mengurangi gas. Obat ini dapat membantu meredakan gejala masuk angin seperti kembung dan mual.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi masuk angin selama kehamilan adalah minum air jahe hangat. Air jahe hangat dapat membantu meredakan perut kembung dan menghangatkan tubuh. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafitanahtoraja.org melalui smartphone Anda.
