Berapa Frekuensi Kencing bagi Orang Normal? Ini Kata Ahli
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
05 - Apr - 2025, 11:21
JATIMTIMES - Pertanyaan seputar intensitas atau frekuensi buang air kecil sering dipertanyakan banyak orang. Sebab, buang air kecil atau yang dikenal dengan istilah urinasi, merupakan proses alami untuk mengeluarkan racun dan zat yang tidak berguna bagi tubuh melalui urine.
Selain berguna untuk mengeluarkan sisa metabolisme, mengeluarkan urine juga bisa mencegah penumpukan racun dalam tubuh yang menyebabkan banyak penyakit.
Baca Juga : Minyak vs Mentega, Mana yang Lebih Baik? Ini Kata Ahli Gizi IPB
Oleh karenanya, intensitas buang air kecil dalam sehari harus diperhatikan, selain mengamati bau dan warna urine. Alasannya, buangan air kecil bisa menjadi "alarm" bagi kondisi kesehatan seseorang.
Berapa Frekuensi Normal Buang Air Kecil bagi Orang Normal?
Dokter Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi di Orlando Health dan kontributor CNN mengatakan bahwa pada siang hari, mayoritas orang yang sehat buang air kecil sekitar enam hingga delapan kali.
"Bagi kebanyakan orang, wajar saja jika mereka perlu buang air kecil setiap (tiga hingga empat) jam di siang hari," jelas Jamin. "Pada malam hari, idealnya, Anda hanya bangun untuk kencing sekali atau tidak sama sekali. Jika Anda terbangun lebih dari itu, bisa jadi ada yang tidak beres," tambahnya dikutip dari CNBC.
Sebagian orang mungkin buang air kecil hingga 10 kali sehari, terutama jika mereka minum banyak air atau minuman lain yang menyebabkan buang air kecil lebih sering.
Lebih lanjut, dr. Jamin yang juga merupakan seorang ahli urologi bersertifikat di NY Urology di New York City mengatakan, minuman yang memicu kencing lebih sering antara lain alkohol, teh, dan kopi, yang memiliki efek diuretik dan mengiritasi kandung kemih.
"Sejujurnya, setiap orang sedikit berbeda, jadi tidak ada angka pasti yang cocok untuk semua orang," kata Jamin.
"Jika cuaca panas dan Anda banyak berkeringat, Anda mungkin akan lebih jarang buang air kecil. Yang penting adalah mengetahui apa yang normal bagi Anda. Jika Anda tiba-tiba lebih sering pergi ke kamar mandi - atau lebih jarang - mungkin ada baiknya Anda memeriksakan diri, terutama jika hal itu mengganggu kualitas hidup Anda," sambungnya.
Buang air kecil berlebihan yang bukan disebabkan oleh konsumsi air atau minuman yang berlebihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, diabetes, infeksi saluran kemih, atau obat-obatan, kata Jamin. Obat-obatan diuretik, yang sering diresepkan untuk tekanan darah atau kondisi jantung, merupakan salah satu faktor yang umum.
Sementara untuk kehamilan merupakan faktor lain, karena kehamilan mengharuskan minum lebih banyak air sehingga metabolisme air pun meningkat, kata Jamin.
Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil
Dilansir dari laman Halodoc, berikut beberapa cara mengatasi sering buang air kecil:
1. Menghindari pemicunya
Penelitian berjudul Impact of smoking habit on overactive bladder symptoms and incontinence in women dalam International Journal of Urology mengatakan, kebiasaan merokok jadi salah satu pemicu sering buang air kecil.
Baik perokok maupun orang yang pernah merokok menunjukkan peningkatan prevalensi inkontinensia urine ketimabang kelompok orang bukan perokok.
2. Bergerak aktif
Cara mengatasi sering buang air kecil juga bisa dengan aktif bergerak. Sebab, malas gerak berkaitan dengan obesitas atau kelebihan berat badan.
Bobot tubuh yang berlebihan berpotensi melemahkan otot yang menopang kandung kemih. Dampaknya, terjadi peningkatan frekuensi buang air kecil.
3. Senam kegel
Latihan kegel adalah salah satu cara alami untuk menurunkan frekuensi berkemih.
Gerakan sederhananya dapat membantu mengatasi gangguan, terlepas dari usia dan penyebab dari penyakit, terutama pada orang tua.
Studi dalam The 3rd Joint International Conference (JIC) menyebutkan, sebanyak 95.5 persen orang dengan gangguan kesehatan mengalami penurunan frekuensi buang air kecil setelah melakukan senam kegel.
Baca Juga : Kerja di Bidang TI Penting Perhatikan Kesehatan Mental, Berikut Saran Dosen Psikologi UB
Dalam mengatasi gangguan, senam kegel mampu meningkatkan sekaligus memperkuat kemampuan otot dasar panggul.
Langkah ini dapat melatih otot kandung kemih dan menurunkan potensi sering buang air kecil.
Pertama-tama, berbaring pada atas matras atau kasur. Kencangkan otot panggul dan tahan selama 5 hingga 10 detik, kemudian kendurkan. Lakukan cara ini sebanyak 10 kali dalam sehari.
4. Mengatur pola makan
Makanan yang mengandung kafein, pemanis buatan, dan makanan pedas dapat memicu peningkatan keinginan untuk berkemih atau bersifat diuretik.
Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah serta memenuhi asupan cairan tubuh. Namun, sebaiknya hindari terlalu banyak minum pada malam hari sebelum tidur.
Cara mengatasi sering buang air kecil juga bisa dengan membatasi asupan garam. Sebab, garam dapat meningkatkan volume cairan dalam pembuluh darah.
Ketika jumlahnya naik, maka ginjal harus menyaring kelebihan cairan tersebut sehingga terjadi peningkatan produksi urine.
Jadi, sebaiknya batasi asupannya tidak lebih dari 2.400 miligram atau 1 sendok teh garam per hari.
5. Bladder training untuk cegah sering buang air kecil
Bladder training adalah terapi untuk melatih fungsi kandung kemih. Cara kerjanya dengan mengontrol jarak waktu berkemih dan volume urine yang keluar.
Cara melakukan terapi ini, yaitu:
• Langsung berkemih setelah bangun tidur.
• Tentukan jarak waktu berkemih. Satu jam sekali, misalnya.
• Ikuti jadwal itu secara rutin.
• Segera tarik napas dalam dan lemaskan otot badan jika ingin kencing sebelum waktunya.
• Jika tak tahan, tunggu 5 menit sebelum berkemih.
Ketika sudah berhasil dalam seminggu, tambah jawak waktu selama 15 menit. Tambahkan secara berkala hingga kamu mampu kencing dalam waktu 3 sampai 4 jam sekali.
Jika masalah sering berkemih yang kamu alami tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera bertanya pada dokter.
Jadi, kamu bisa mendapat penanganan medis yang sesuai dan mengurangi potensi risikonya.
