JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Diduga Berasal dari Sisa Pembakaran, Kebakaran Hanguskan Rumpun Bambu di Kota Batu

Reporter: Irsya Richa • Editor: Nurlayla Ratri
📅 19 Oktober 2026, 15:18 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Petak 26, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (19/10/2026). Kebakaran yang diduga dipicu sisa pembakaran ranting dan serasah tersebut menghanguskan rumpun bambu seluas sekitar 100 meter persegi.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu bermula dari sisa pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api diduga kembali menyala, dan merambat ke rumpun bambu di sekitarnya hingga membesar akibat tiupan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko menjelaskan, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada sisa pembakaran ranting dan serasah yang tidak dipastikan benar-benar padam.

“Api diduga berasal dari sisa pembakaran ranting dan serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api kemudian kembali menyala dan merambat ke rumpun bambu di sekitarnya,” kata Suwoko.

Kondisi angin kencang memperbesar potensi penyebaran api. Vegetasi di sekitar lokasi yang terbakar membuat petugas perlu bergerak cepat agar kobaran tidak meluas ke area lainnya.

“Tiupan angin kencang menyebabkan api semakin membesar dan berpotensi merambat ke area di sekitarnya. Karena itu, penanganan segera dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas,” imbuhnya.

Petugas gabungan melakukan upaya pemadaman secara manual dan pembasahan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu. Penanganan juga dilakukan dengan mengutamakan pengendalian api di area yang terdampak.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan menyisir dan memantau lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Setelah proses pemadaman, petugas melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, rumpun bambu dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai 100 meter persegi. BPBD Kota Batu mencatat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu, kepolisian, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Tulungrejo, Masyarakat Peduli Api (MPA) Sumber Brantas, PMI Kota Batu, relawan BPBD Kota Batu, relawan Damkar Batu, serta warga setempat.

BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran yang tidak diawasi dapat memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi angin kencang membuat api lebih mudah menyebar.

Suwoko menekankan pentingnya mengutamakan cara yang aman dalam pengelolaan lahan tanpa menggunakan api.

“Masyarakat diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut berisiko memicu kebakaran yang tidak terkendali apabila api merambat ke vegetasi di sekitarnya,” imbaunya.

Masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan sisa pembakaran sebelum memastikan seluruh api dan bara benar-benar padam. Sebab, bara yang masih tersisa dapat kembali menyala dan memicu kebakaran ketika tertiup angin.

“Utamakan cara yang aman dan tidak menggunakan api dalam pengelolaan lahan. Apabila menemukan titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas,” tutup Suwoko.

Baca Juga: Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Sukun Malang, Polisi Telusuri CCTV

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Kota Batu Diduga Dipicu Puntung Rokok, Kerugian Rp 40 Juta

Topik Terkait
# kota batu# kebakaran# tulungrejo

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap