JATIMTIMES – Mendampingi sang istri menjalani cuci darah secara rutin dan memberikan dukungan selama pengobatan menjadi bagian dari keseharian Tarjan. Istrinya, Insiah, warga Dusun Godang, Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, harus menjalani pengobatan di RSUD dr. Soeroto Ngawi.
Di tengah kebutuhan perawatan tersebut, Tarjan merasa lebih tenang karena biaya pengobatan istrinya dijamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan. Bagi Tarjan, kondisi kesehatan sang istri menjadi perhatian utama. Ia menyadari bahwa pengobatan yang harus dijalani secara berkelanjutan membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun, kepesertaan JKN yang aktif membuatnya dapat lebih fokus mendampingi Insiah selama menjalani perawatan tanpa harus terus memikirkan besarnya biaya.
“Saya sangat bersyukur istri saya menjadi peserta JKN aktif. Pengobatan cuci darah ini harus dijalani secara rutin, dan biayanya tentu tidak sedikit. Dengan adanya Program JKN, biaya pelayanan istri saya dapat dijamin sesuai ketentuan yang berlaku. Saya merasa sangat terbantu karena kami bisa terus menjalani pengobatan tanpa harus memikirkan seluruh biaya itu sendiri,” ungkap Tarjan saat ditemui di rumah sakit, Selasa (13/10).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa hemodialisis atau cuci darah merupakan pelayanan kesehatan yang membutuhkan biaya relatif tinggi karena dilakukan secara berulang dalam jangka panjang. Melalui Program JKN, peserta dapat memperoleh jaminan pelayanan tersebut sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku.
“Kami memahami bahwa pelayanan kesehatan berkelanjutan seperti cuci darah memiliki arti yang sangat besar bagi pasien dan keluarganya. Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan finansial agar peserta dapat mengakses pelayanan sesuai kebutuhan medisnya. Karena itu, kami mengajak masyarakat menjaga kesehatan, rutin memeriksa kondisi tubuh, serta memastikan kepesertaan JKN tetap aktif,” jelas Ita.
Bagi Tarjan, kepastian memperoleh pelayanan kesehatan memberikan ketenangan di tengah pengobatan yang masih harus dijalani istrinya. Ia berharap Insiah terus diberikan kekuatan untuk menjalani perawatan dan tetap bersemangat menghadapi proses pengobatan yang masih panjang. Pengalaman tersebut juga membuatnya semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Harapan saya, istri saya selalu diberi kekuatan dan kesehatan agar bisa terus menjalani pengobatan. Saya juga berpesan kepada masyarakat supaya menjaga kesehatan sejak sekarang, rajin berolahraga, menjaga pola makan, dan membiasakan hidup sehat. Jangan menunggu sakit baru menyadari betapa berharganya kesehatan,” pungkasnya.
Baca Juga: Bibir Pecah-Pecah saat Kemarau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Baca Juga: Budayakan Olahraga, RS Kemenkes Surabaya Ajak Sehat Masyarakat hingga Usia 76 Tahun