JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kalender Jawa Weton Minggu Pon 18 Oktober 2026: Hari Baik Jalankan Usaha Ternak

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Dede Nana
📅 18 Oktober 2026, 07:30 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Minggu, 18 Oktober 2026, jatuh pada pasaran Pon dalam kalender Jawa. Hari ini bertepatan dengan 7 Jumadilawal 1960 Ja, berada dalam Wuku Dukut, dan memiliki weton Minggu Pon dengan jumlah neptu 12. Sementara dalam kalender Hijriah, tanggal ini bertepatan dengan 7 Jumadilawal 1448 H.

Menurut primbon Jawa, orang yang lahir pada Minggu Pon dikenal kaya ilmu, memiliki banyak keinginan, dan bisa menjadi penerang bagi orang-orang di sekitarnya. Weton ini juga dikaitkan dengan pribadi yang tekun dan punya semangat kuat untuk mencapai sesuatu.

Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Pemilik weton Minggu Pon dipercaya memiliki perasaan yang sensitif dan sulit melupakan kekecewaan.

Minggu Pon memiliki pangarasan Aras Kembang. Dalam primbon Jawa, Aras Kembang berarti gampang tampa sihing panggedhe, yakni mudah mendapat kasih sayang atau perhatian dari orang yang memiliki kedudukan, termasuk atasan dan pimpinan.

Pemilik pangarasan ini memiliki perasaan yang halus sehingga mudah menarik simpati orang lain. Pembawaannya juga mampu membuat orang merasa nyaman, termasuk dalam hubungan pertemanan maupun asmara.

Pemilik weton ini juga pandai mengambil hati orang lain sehingga menguntungkan dalam pekerjaan. Hubungan baik dengan atasan, misalnya, dapat membuka kesempatan untuk mendapat kepercayaan atau tanggung jawab baru.

Meski begitu, perhatian dari orang lain tetap perlu dijaga dengan sikap yang baik. Kepercayaan akan lebih berarti jika dibarengi kemampuan, tanggung jawab, dan hasil kerja yang nyata.

Pancasuda weton Minggu Pon adalah Bumi Kapetak. Dalam penafsiran primbon Jawa, karakter ini menggambarkan orang yang pekerja keras, tekun, kuat menghadapi penderitaan, dan tidak mudah menyerah saat mengalami kesulitan.

Pemilik weton ini juga digambarkan menyukai kerapian dan kebersihan. Jika sudah memiliki tujuan, ia cenderung berusaha menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh.

Di balik ketekunannya, Bumi Kapetak memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Pemiliknya dipercaya bisa menyimpan kekecewaan dalam waktu lama hingga tumbuh menjadi rasa dendam. Kebaikan yang dilakukan pun terkadang tidak terlihat atau kurang mendapat penghargaan dari orang lain.

Karakter tersebut membuat Minggu Pon digambarkan sebagai pribadi yang kuat secara mental, tetapi tetap perlu belajar mengelola emosi. Memaafkan dan menyampaikan kekecewaan dengan cara yang tepat dapat membantu menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Sifat mandiri juga menjadi bagian dari gambaran weton ini. Pemilik Minggu Pon dipercaya kurang nyaman jika terus-menerus berada di bawah perintah orang lain. Ia cenderung ingin memiliki ruang untuk menentukan langkah dan mengembangkan kemampuannya sendiri.

Minggu Pon, 18 Oktober 2026, berada dalam Wuku Dukut yang dilambangkan dengan Bethara Sakri. Dalam primbon Jawa, wuku ini menggambarkan pribadi yang tegas, berwajah rupawan, dan berpotensi memiliki banyak keturunan.

Salah satu lambangnya adalah gedhong atau rumah yang berada di panggung. Simbol ini dikaitkan dengan sifat pelit dan kecenderungan pada hal-hal negatif. Termasuk dalam hal mengendalikan keinginan perlu diperhatikan.

Wuku Dukut juga memiliki lambang pohon pandan surat. Pohon ini digambarkan memiliki warna yang baik, tetapi berada di pinggir. Dalam penafsiran primbon, simbol tersebut menggambarkan sesuatu yang memiliki kelebihan, tetapi kurang mendapat tempat atau perhatian.

Sementara itu, lambang burungnya adalah ayam hutan. Burung ini dikaitkan dengan sosok yang bisa menjadi piaraan orang besar atau berada di lingkungan orang terpandang. Tutur katanya juga digambarkan manis dan enak didengar sehingga mampu menarik perhatian orang lain.

Ada pula simbol dua bilah keris yang diapit kayu. Gambaran ini melambangkan kepekaan perasaan atau pikiran, tetapi cenderung menginginkan sesuatu yang menjadi milik orang lain.

Wuku Dukut juga memiliki gambaran tunggul asri pingitan raja. Maknanya, seseorang memiliki penampilan menarik, tetapi cenderung menyimpan rasa takut.

Adapun lambang kitri tinata dikaitkan dengan kebiasaan memilih-milih pergaulan, terutama dengan orang yang memiliki pangkat atau kedudukan.

Dalam perhitungan wuku ini, kelemahannya berada di bagian prana. Kala berada di arah barat daya. Menurut primbon, selama tujuh hari dalam Wuku Dukut, sebaiknya perjalanan jauh ke arah tersebut dihindari.

Ada hal menarik dalam perhitungan Minggu Pon yang jatuh pada Wuku Dukut. Hari ini dipercaya baik untuk menjalankan usaha rajakaya, yakni hewan ternak berkaki empat seperti sapi dan kerbau.

Selain itu, hari tersebut dinilai baik untuk berburu. Menurut kepercayaan primbon Jawa, kegiatan yang dilakukan pada waktu ini berpotensi memberikan hasil yang memuaskan.

Minggu Pon dipercaya cocok menekuni pekerjaan yang membutuhkan kemandirian, ketekunan, dan kemampuan mengambil keputusan. Seperti di bidang wirausaha dan perdagangan, hingga posisi pemimpin atau jabatan strategis juga dianggap sesuai.

Dalam urusan asmara, Minggu Pon cocok memiliki pasangan dengan neptu 9, 14, 17 dan 18. Beberapa wetonnya antara lain:

• Senin Legi, memiliki neptu 9.

• Jumat Kliwon, memiliki neptu 14.

• Sabtu Legi, memiliki neptu 14.

• Kamis Pahing, memiliki neptu 17.

• Sabtu Pahing, memiliki neptu 18.

Baca Juga: Buah Mangga Tidak Boleh Dimakan Bersama Apa? Ini Penjelasan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Baca Juga: Musim Mangga Tiba, Kenali 5 Jenis yang Berkualitas dan Berpotensi Menghasilkan Cuan

Topik Terkait
# weton# kalender jawa# primbon jawa# minggu pon

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap