JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Jalani Pengobatan TB, Ulfa Rasakan Pelayanan JKN Tanpa Perbedaan

Reporter: Redaksi • Editor: Dede Nana
📅 17 Oktober 2026, 11:12 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Pengobatan tuberkulosis (TB) yang dijalani Ulfa Wahyuni Rahma (36), warga Ngadirejo, Kota Kediri sempat membuat kondisi fisiknya menurun. Efek samping obat yang dikonsumsinya menyebabkan mual dan muntah hingga membuatnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Di tengah kondisi tersebut, Ulfa bersyukur dapat memperoleh pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa merasakan perbedaan pelayanan.

“Awalnya saya hanya mengalami batuk, lalu memeriksakan diri dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak di Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan Puskesmas, terdeteksi adanya bakteri tuberkulosis. Atas anjuran faskes dikarenakan konfirmasi hasil dari Puskesmas, saya tetap disarankan untuk meminum obat tersebut,” ujar Ulfa saat ditemui di Kediri, Senin (12/10).

Ulfa mengaku memiliki riwayat penyakit lambung yang membuatnya mengalami keluhan setelah mengonsumsi obat tuberkulosis. Mual dan muntah yang terus berlanjut menyebabkan kondisi tubuhnya semakin lemah hingga akhirnya ia dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

“Karena saya memang sudah memiliki riwayat maag, setelah meminum obat tuberkulosis tersebut efeknya membuat mual, muntah terus, dan kondisi lambung semakin parah. Bahkan sampai hari ketiga, tepatnya hari Senin pekan lalu, saya sudah sangat lemas dan tidak berdaya, hingga akhirnya dibawa ke IGD RS Bhayangkara,” ungkap Ulfa.

Selama menjalani perawatan, Ulfa yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis. Ia mengatakan dokter juga memberikan arahan untuk menghentikan sementara konsumsi obat tuberkulosis. Setelah memperoleh penanganan, kondisi kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Sejak hari Sabtu saya sudah tidak mengonsumsi obat tuberkulosis lagi atas instruksi dokter, dan puji syukur kondisi saya berangsur-angsur membaik. Dukungan dan arahan penanganan dari dokter serta fasilitas kesehatan sangat membantu saya,” ungkap Ulfa.

Selain mendapatkan penanganan medis, Ulfa mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani pemeriksaan dan perawatan. Menurutnya, tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara profesional tanpa membedakan pasien. Ia juga merasa terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pelayanan yang diperolehnya.

“Pelayanan dari fasilitas kesehatan dan rumah sakit sangat baik. Kami tidak dibeda-bedakan, semua dilayani dengan profesional. Selain itu, seluruh biaya pengobatan, perawatan, dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan tanpa ada iur biaya tambahan sepeser pun. Hal ini tentu sangat meringankan beban kami,” tutur Ulfa.

Pengalaman tersebut semakin menyadarkan Ulfa akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga. Baginya, kemudahan mengakses pelayanan serta kepastian pembiayaan memberikan ketenangan selama menjalani pengobatan. Ia berharap manfaat Program JKN terus dirasakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kesan saya menggunakan Program JKN ini sangat terbantu, mudah, dan terarah. Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin optimal ke depannya karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Ulfa. (bp/id)

Baca Juga: Minum Es Saat Cuaca Panas, Benarkah Bisa Menghilangkan Dahaga atau Justru Bikin Tambah Haus?

Baca Juga: Marak Asap Karhutla, Benarkah Masker N95 Benar-Benar Melindungi?

Topik Terkait
# tuberkulosis# tb# jaminan kesehatan nasional# jkn# bpjs kesehatan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap