JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

3 Petugas Tewas Terjebak Kebakaran Bromo, 1 Korban Alami Luka Bakar Lebih dari 50 Persen

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Nurlayla Ratri
📅 15 Oktober 2026, 19:03 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berujung duka. Tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar setelah terjebak di area kebakaran pada Kamis (15/10/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, informasi awal mengenai petugas yang terjebak diterima dari Camat Sukapura Nur Rachmad Sholeh.

"Kami mendapatkan informasi dari Camat Sukapura Pak Nur Rachmad Sholeh yang mengabarkan bahwa ada enam petugas yang terjebak saat karhutla di kawasan tebing Gunung Bromo yang masuk wilayah Kecamatan Sukapura," kata Oemar, dikutip Antara, Kamis (15/10/2026).

Satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi bernama Sukaris, Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dua korban meninggal lainnya masih dalam pendataan.

"Informasinya tiga orang yang meninggal dunia, namun saya belum bisa memastikan karena sedang perjalanan menuju ke lokasi. Yang sudah dipastikan korban meninggal adalah petugas TNBTS atas nama Sukaris," tuturnya.

Dari tiga korban luka, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan lebih dari 50 persen. Korban tersebut direncanakan dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, berdasarkan informasi awal kepolisian, sebanyak 12 orang berangkat menuju titik kebakaran di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB.

Rombongan itu terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel yang hendak membantu pemadaman.

Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan di lokasi menerima kabar bahwa sejumlah orang diduga terjebak di sekitar area kebakaran. Setelah dilakukan pengecekan, enam orang ditemukan sebagai korban.

"Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa ini. Kami juga mendoakan para korban yang mengalami luka agar segera mendapatkan kesembuhan," ujar Jules, dilansir Tribatanews, Kamis (15/10/2026).

Jules mengatakan, polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk menyusun kronologi kejadian. Penyebab kebakaran dan faktor yang membuat para korban terjebak juga masih didalami.

"Untuk penyebab kebakaran maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan," katanya.

Oemar mengatakan, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah terjadi beberapa kali. Petugas dikerahkan secara bergantian untuk memadamkan api, tetapi titik kebakaran terkadang kembali muncul di lokasi berbeda beberapa hari setelah api sebelumnya padam.

"Petugas berjibaku memadamkan kebakaran dan ketika api sudah padam, kadang beberapa hari kemudian muncul titik api kembali di lokasi yang berbeda," ujarnya.

Oemar mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama dalam kondisi kemarau ekstrem dan angin kencang.

Polda Jatim juga meminta masyarakat menjauhi kawasan yang masih terdampak kebakaran serta mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko keselamatan.

Baca Juga: Keselamatan Jadi Prioritas di Penghujung Flushing Bendungan Sengguruh, Marak Jadi Momen Berburu Ikan

Baca Juga: Jadi Pahlawan Kemanusiaan, Pendonor Darah 50 Kali di Gresik Terima Penghargaan

Topik Terkait
# kebakaran bromo# kebakaran lautan pasir# petugas tnbts meninggal

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap