JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Bengkel di Malang ini Bisa Sulap Motor Bensin Jadi Listrik dengan Biaya Rp20 Juta

Reporter: Hendra Saputra • Editor: Nurlayla Ratri
📅 15 Oktober 2026, 17:22 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Malang membuat kendaraan listrik semakin menarik dilirik sebagai alternatif mobilitas sehari-hari. Tak harus membeli motor listrik baru, masyarakat juga bisa mengubah sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik melalui jasa konversi.

Salah satu bengkel yang menawarkan layanan tersebut adalah Elektra Motor Listrik milik Rendy Fananda Audi. Berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bengkel ini melayani konversi motor bensin ke listrik, perawatan, hingga modifikasi kendaraan.

Rendy mulai menekuni dunia motor listrik sejak akhir 2018 hingga 2019. Berbekal latar belakang pekerjaan di bidang teknologi informasi (IT) dan ketertarikan terhadap otomotif, ia kemudian membuka layanan konversi untuk umum pada 2020.

Proses konversi yang dikerjakan bukan sekadar mengganti mesin bensin dengan penggerak listrik. Mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) bawaan pabrik dilepas, kemudian diganti dengan sistem penggerak elektrik. Penyesuaian rangka dan pembuatan dudukan komponen juga dilakukan agar seluruh sistem dapat terpasang sesuai kebutuhan kendaraan.

“Untuk mengubahnya, mesin bawaan asli pabrik kita lepas semua, terus kita ganti dengan full engine elektrik EV. Tapi dengan proses custom untuk rangka, dudukan-dudukan itu, dengan proses tahap yang panjang,” jelas Rendy.

Dari sisi biaya, jasa konversi di Elektra Motor Listrik dibanderol mulai Rp20 juta. Namun, biaya pengerjaan rata-rata mencapai Rp50 juta, bergantung pada jenis kendaraan, tingkat kesulitan, serta konsep modifikasi yang diinginkan pemiliknya.

Bahkan, Rendy mengaku pernah menangani proyek konversi dengan biaya mencapai Rp450 juta. Besarnya anggaran tersebut dipengaruhi kebutuhan khusus dan tingkat pengerjaan yang diminta konsumen.

Sejumlah model motor telah ditangani, mulai dari Honda PCX, Honda Forza, Yamaha XMax, Yamaha NMax, hingga Vespa Sprint. Beragamnya jenis kendaraan tersebut menunjukkan bahwa konversi tidak terbatas pada satu segmen motor saja.

Meski begitu, menurut Rendy, ketertarikan konsumen terhadap motor listrik masih banyak dipengaruhi tren. Ia memperkirakan sekitar 70 persen pelanggannya mengikuti tren atau mengalami fear of missing out (FOMO), sedangkan 30 persen lainnya benar-benar mempertimbangkan keuntungan penggunaan kendaraan listrik.

“Kalau di sini, 70 persen itu masih FOMO. 30 persennya itu memang memanfaatkan kelebihannya, lebih ekonomis dan lebih irit,” ungkapnya.

Di luar biaya operasional, motor listrik juga menawarkan perawatan yang relatif lebih sederhana. Kendaraan ini tidak membutuhkan oli mesin seperti motor konvensional, sementara komponen bergerak pada sistem penggeraknya cenderung lebih sedikit.

Namun, pengerjaan konversi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Rendy menyebut proses paling cepat memakan waktu sekitar dua bulan. Untuk proyek dengan tingkat kesulitan tinggi dan kebutuhan modifikasi khusus, pengerjaan bahkan bisa berlangsung satu hingga dua tahun.

Lamanya proses tersebut berkaitan dengan keinginan konsumen yang umumnya menginginkan hasil custom sesuai selera. Rendy mengaku lebih mengutamakan tampilan, kenyamanan, dan keselamatan kendaraan daripada mengejar target waktu penyelesaian.

“Rata-rata semuanya pengin custom. Pasti yang dipikirkan look-nya dulu, terus kenyamanan, habis itu safety-nya. Saya enggak mau ada deadline, karena selama proses itu kalau dirasa belum cocok, kita bongkar lagi,” terangnya.

Selain konversi motor bensin menjadi listrik, Elektra Motor Listrik juga melayani modifikasi kendaraan custom, termasuk pembuatan komponen khusus yang dirancang sendiri. Rendy tetap mengerjakan motor berbahan bakar bensin, terutama untuk kebutuhan kontes maupun penerapan inovasi di bidang otomotif.

Di tengah perkembangan tersebut, layanan perawatan motor listrik di Elektra Motor Listrik juga mengalami peningkatan. Bengkel ini menangani pemeriksaan rutin, perbaikan mekanikal, servis dan perakitan baterai, modifikasi, peningkatan performa, hingga pemetaan ulang electronic control unit (ECU).

Rendy memperkirakan populasi pengguna motor listrik di Malang pada 2026 meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perkiraan itu didasarkan pada pengamatannya terhadap perkembangan pengguna kendaraan listrik serta jumlah pelanggan yang datang ke bengkelnya.

Saat ini, Elektra Motor Listrik menangani sekitar 55 hingga 60 unit motor listrik setiap bulan untuk kebutuhan servis. Angka tersebut meningkat dibandingkan masa awal usaha, ketika jumlah kendaraan yang masuk untuk perawatan hanya berkisar 10 hingga 15 unit per bulan.

Pelanggan yang datang pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek online, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan layanan perawatan motor listrik di Kota Malang.

“Kalau dari 2025 ke 2026, populasinya mungkin di Malang ini estimasi saya nambah sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya. Untuk servis, sekitar 55 sampai 60 unit sebulan,” kata Rendy.

Untuk tarif perawatan, biaya pemeriksaan kendaraan di bengkel tersebut dimulai dari Rp80 ribu. Sementara itu, servis dinamo dibanderol sekitar Rp490 ribu, termasuk pembongkaran, pembersihan, dan penggantian komponen tertentu sesuai kondisi kendaraan.

Rendy juga mengingatkan pemilik motor listrik agar tidak mengabaikan pemeriksaan rutin, terutama pada kabel, rangkaian kelistrikan, dan konektor. Pemeriksaan diperlukan untuk mengantisipasi korosi maupun sambungan yang tidak lagi optimal, khususnya saat terjadi pergantian musim.

Motor listrik keluaran pabrik pada dasarnya telah dirancang untuk menghadapi cipratan air dan genangan dalam batas tertentu. Meski demikian, pemilik tetap perlu memperhatikan batas kemampuan kendaraan dan tidak membiarkannya terendam air dalam waktu lama.

Sebagai penunjang layanan konversi, Elektra Motor Listrik telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 2021. Dengan sertifikasi tersebut, bengkel milik Rendy menjadi salah satu penyedia jasa konversi motor bensin ke listrik yang telah memenuhi persyaratan resmi. “Jadi bengkel saya ini resmi untuk konversi Mas dari bensin ke listrik,” ujar Rendy.

Baca Juga: Ekspor Jatim Turun 4,91 Persen, Nilai Perhiasan Anjlok

Baca Juga: Transformasi Ritel di Surabaya, MDS Retailing Hadirkan MU+KU, SUKO, dan ZES di Tunjungan Plaza

Topik Terkait
# modifikasi motor malang# elektra motor listrik

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap