JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kemarau Tiba, Mau Pasang Toren Air Tambahan? Perhatikan 5 Hal Ini

Reporter: Mutmainah J • Editor: Nurlayla Ratri
📅 14 Oktober 2026, 14:04 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Peringatan dini kekeringan meteorologis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih. Salah satu upaya yang dapat dilakukan di rumah adalah menambah kapasitas penampungan air menggunakan toren.

Namun, pemasangan toren air tambahan tidak boleh hanya berpatokan pada kebutuhan air dan ketersediaan tempat. Posisi tangki, kekuatan penyangga, hingga kondisi struktur bangunan perlu diperhitungkan agar penambahan tempat penyimpanan air tidak justru menimbulkan risiko kerusakan rumah.

Dikutip dari panduan pemasangan toren air yang diterbitkan produsen tangki air Penguin, tangki perlu ditempatkan pada permukaan yang rata dengan pondasi yang stabil dan kuat untuk menopang beban saat terisi penuh. Hal ini penting, terutama jika toren hendak dipasang di atas dak beton atau menggunakan menara penyangga di samping rumah.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memasang toren air tambahan? Berikut lima hal yang perlu dipertimbangkan.

1. Hitung Berat Toren Ketika Terisi Penuh

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kapasitas toren yang akan dibeli. Semakin besar daya tampung tangki, semakin berat pula beban yang harus ditopang oleh dudukan dan struktur bangunan.

Sebagai gambaran, toren berkapasitas 1.000 liter dapat menampung air dengan berat sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton. Jumlah tersebut belum termasuk berat tangki, dudukan, pipa, serta perlengkapan instalasi lainnya.

Karena itu, jangan hanya memilih toren berdasarkan kebutuhan air harian keluarga. Pertimbangkan juga kemampuan lokasi pemasangan dalam menahan beban secara keseluruhan.

Jika kebutuhan air tidak terlalu besar, kapasitas tangki bisa disesuaikan agar tidak memberikan beban berlebihan pada struktur bangunan.

2. Pastikan Dak Beton Kuat Menopang Toren

Memasang toren di atas dak beton kerap menjadi pilihan karena posisinya lebih tinggi dan dapat membantu sistem distribusi air. Meski demikian, tidak semua dak beton dirancang untuk menahan beban tangki air berkapasitas besar.

Beban toren yang terisi penuh dapat memberikan tekanan cukup besar pada area tertentu. Jika struktur bangunan tidak dirancang untuk menanggung beban tersebut, risiko kerusakan bisa meningkat.

Sebelum memasang toren tambahan, mintalah tenaga ahli yang kompeten untuk memeriksa kondisi struktur bangunan. Pemeriksaan ini penting, terutama jika tangki akan ditempatkan di atas dak yang sudah lama digunakan atau bangunan yang sebelumnya tidak dirancang untuk menampung beban tambahan.

Kekuatan dak tidak dapat ditentukan hanya dari ketebalan beton. Faktor lain, seperti desain struktur, bentang, tulangan, kondisi material, dan distribusi beban, juga perlu diperhitungkan.

3. Gunakan Dudukan Toren yang Rata dan Kokoh

Selain kekuatan bangunan, dudukan toren juga menjadi faktor penting dalam pemasangan tangki air. Permukaan yang tidak rata atau penyangga yang kurang kuat dapat menyebabkan distribusi beban tidak sesuai dengan kebutuhan desain tangki.

Panduan pemasangan toren air dari Penguin menekankan pentingnya permukaan yang rata dan pondasi yang stabil. Prinsip tersebut perlu diperhatikan agar tangki dapat berdiri dengan aman selama digunakan.

Ketentuan mengenai material dan lokasi dudukan tangki air minum juga tercantum dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang plambing dan pompa mekanik yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 58 Tahun 2024.

Jika menggunakan menara besi sebagai penyangga, pastikan rangka dan fondasinya dirancang sesuai dengan kapasitas tangki serta beban ketika penuh. Hindari menggunakan dudukan seadanya tanpa perhitungan kekuatan yang memadai.

Pemilihan dudukan sebaiknya juga disesuaikan dengan bentuk dasar tangki dan spesifikasi teknis dari produsen.

4. Pilih Lokasi yang Aman dan Mudah Dirawat

Lokasi pemasangan toren tidak hanya harus kuat, tetapi juga mudah dijangkau untuk pemeriksaan dan perawatan rutin.

Pastikan posisi tangki memungkinkan teknisi memeriksa sambungan pipa, katup, serta kondisi fisik toren dengan aman. Akses yang memadai akan mempermudah penanganan jika terjadi kebocoran atau gangguan pada instalasi.

Perhatikan pula jalur pipa dari sumber air menuju tangki dan dari tangki ke titik pemakaian. Penempatan yang tepat dapat membantu mempermudah proses pemasangan sekaligus mengurangi kesulitan ketika sistem perlu diperbaiki.

Apabila toren ditempatkan di atap, faktor keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Pemasangan dan perawatan di ketinggian sebaiknya dilakukan oleh tenaga berpengalaman dengan peralatan keselamatan yang sesuai.

Jangan memaksakan pemasangan di lokasi yang berisiko hanya demi mendapatkan posisi tangki yang lebih tinggi.

5. Periksa Toren dan Instalasinya Sebelum Digunakan

Setelah pemasangan selesai, jangan langsung menggunakan toren tanpa melakukan pemeriksaan. Pastikan tangki berada pada posisi stabil, dudukannya tidak menunjukkan tanda kerusakan, dan seluruh sambungan pipa terpasang dengan baik.

Lakukan pengujian instalasi sesuai petunjuk produsen dan kapasitas yang telah direncanakan. Periksa kemungkinan kebocoran pada sambungan, fungsi katup, serta kondisi penyangga selama pengujian.

Jika muncul retakan pada dudukan, tangki terlihat bergeser, atau terdapat tanda kerusakan pada struktur bangunan, hentikan pengisian dan mintalah pemeriksaan dari tenaga ahli.

Pengisian hingga kapasitas penuh sebaiknya dilakukan setelah keamanan tangki dan penyangganya dipastikan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan pada instalasi maupun bangunan.

Persiapkan Cadangan Air Tanpa Mengabaikan Keamanan

Penambahan toren dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan air di rumah ketika masyarakat perlu mengantisipasi potensi kekeringan. Meski demikian, kebutuhan cadangan air harus tetap disesuaikan dengan kondisi tempat pemasangan.

Sebelum membeli tangki tambahan, hitung kebutuhan air keluarga, tentukan kapasitas yang sesuai, dan pastikan struktur penyangga mampu menahan beban ketika toren terisi penuh.

Dengan perencanaan yang tepat serta pemasangan sesuai petunjuk teknis, penambahan toren dapat membantu memenuhi kebutuhan air rumah tangga tanpa mengabaikan keselamatan penghuni dan kondisi bangunan.

Baca Juga: Indonesia Punya Kedai Kopi Terbanyak di Asia, Jumlahnya Tembus 461 Ribu Lokasi

Baca Juga: Kenapa Kebakaran Hutan Disebut Karhutla? Ini Alasan di Baliknya

Topik Terkait
# memilih toren berdasarkan kebutuhan air

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap