JATIMTIMES - Pernahkah kamu baru membuka mata pada pagi hari, tetapi tangan sudah lebih dulu meraih handphone (HP)? Kebiasaan ini cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum beranjak dari tempat tidur, sebagian orang memilih memeriksa pesan WhatsApp, melihat media sosial, membaca berita terbaru, hingga mengecek notifikasi yang masuk selama tidur.
Sekilas, kebiasaan membuka HP setelah bangun tidur terlihat sepele. Namun, perilaku ini bisa berkaitan dengan rutinitas yang terbentuk berulang kali, keinginan untuk tetap terhubung dengan orang lain, hingga rasa penasaran terhadap informasi terbaru. Dilansir dari The Economic Times dalam artikel yang membahas psikologi kebiasaan memeriksa HP setelah bangun tidur, perilaku tersebut tidak serta-merta menunjukkan kepribadian atau masalah psikologis tertentu. Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang langsung mencari ponselnya begitu terbangun.
1. Sudah Menjadi Kebiasaan Sehari-hari
Salah satu alasan paling umum adalah kebiasaan yang terbentuk karena dilakukan berulang kali. Ketika seseorang terbiasa memeriksa HP setiap pagi, aktivitas tersebut lama-kelamaan bisa dilakukan secara otomatis, bahkan sebelum benar-benar memulai kegiatan lainnya.
Misalnya, seseorang terbiasa mematikan alarm, membuka WhatsApp, kemudian beralih ke Instagram atau TikTok. Rutinitas yang sama terus diulang setiap hari hingga terasa seperti bagian wajib dari aktivitas pagi.
Dalam kondisi seperti ini, seseorang belum tentu memiliki kebutuhan mendesak untuk menggunakan HP. Terkadang, tangannya hanya mengikuti pola kebiasaan yang sudah terbentuk.
2. Ingin Mengetahui Pesan dan Informasi Terbaru
Rasa penasaran juga bisa menjadi alasan seseorang langsung membuka HP setelah bangun tidur. Selama beristirahat pada malam hari, pesan, pemberitahuan, dan berbagai informasi baru mungkin masuk tanpa sempat diperiksa.
Begitu terbangun, seseorang ingin mengetahui apakah ada pesan dari keluarga, teman, pasangan, atau rekan kerja. Tidak sedikit pula yang langsung membuka media sosial untuk melihat kabar terbaru.
Bagi orang yang memiliki pekerjaan dengan tuntutan komunikasi cepat, kebiasaan ini bisa berkaitan dengan kebutuhan untuk memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat.
Namun, jika tidak ada keperluan mendesak, memeriksa semua notifikasi segera setelah bangun tidur sebenarnya bisa ditunda hingga seseorang benar-benar siap memulai aktivitas.
3. Ingin Tetap Terhubung dengan Orang Lain
HP kini menjadi salah satu sarana utama untuk menjaga komunikasi. Karena itu, membuka ponsel pada pagi hari juga dapat menjadi cara seseorang merasa tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya.
Melihat pesan dari orang terdekat, membaca percakapan di grup keluarga, atau mengetahui kabar teman dapat memberikan gambaran tentang apa yang terjadi ketika dirinya sedang tidur.
Kebutuhan untuk terhubung ini merupakan salah satu penjelasan yang dibahas dalam artikel The Economic Times. Meski demikian, alasan setiap orang bisa berbeda. Ada yang sekadar ingin membalas pesan, sementara yang lain merasa perlu mengetahui perkembangan komunikasi sebelum memulai hari.
4. Takut Ketinggalan Informasi atau FOMO
Alasan lainnya adalah fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang diketahui orang lain.
Seseorang yang mengalami kecenderungan ini mungkin merasa perlu segera memeriksa media sosial agar tidak ketinggalan kabar terbaru. Bahkan, ketika tidak ada notifikasi penting, ia tetap terdorong membuka aplikasi untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat.
Sleep Foundation, dalam pembahasannya mengenai hubungan media sosial dan tidur, menjelaskan bahwa FOMO dapat mendorong seseorang terus memeriksa media sosial, termasuk pada waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.
Kecenderungan tersebut tidak berarti setiap orang yang membuka HP pada pagi hari mengalami FOMO. Kebiasaan ini perlu dilihat berdasarkan pola penggunaan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
5. Mencari Hiburan Sebelum Memulai Aktivitas
Bagi sebagian orang, membuka HP menjadi cara sederhana untuk mengawali pagi dengan aktivitas ringan. Mereka mungkin menonton video pendek, membaca unggahan lucu, mendengarkan musik, atau melihat konten yang disukai.
Aktivitas tersebut terasa lebih mudah dilakukan ketika tubuh masih berada dalam kondisi mengantuk dan belum siap beranjak dari tempat tidur.
Masalahnya, kebiasaan yang awalnya hanya berlangsung beberapa menit bisa memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Seseorang yang berniat memeriksa satu pesan, misalnya, justru menghabiskan waktu dengan menggulir media sosial.
Jika berlangsung terus-menerus, rutinitas ini berpotensi membuat seseorang menunda mandi, sarapan, berolahraga, atau mempersiapkan pekerjaan.
6. Ingin Menghindari Suasana Hening pada Pagi Hari
Pagi hari terkadang menjadi momen ketika seseorang belum sepenuhnya siap menghadapi berbagai aktivitas. Dalam situasi tersebut, HP dapat menjadi sumber rangsangan yang mudah dijangkau.
Membaca berita, melihat unggahan, atau membuka percakapan membuat pikiran langsung memperoleh sesuatu untuk diperhatikan. Sebagian orang mungkin merasa aktivitas ini lebih nyaman daripada duduk sejenak tanpa melakukan apa pun.
Meski demikian, tidak tepat jika kebiasaan tersebut langsung dianggap sebagai tanda seseorang sedang menghindari masalah emosional. Motifnya bisa sederhana, mulai dari bosan hingga sekadar ingin mengisi waktu sebelum bangun dari tempat tidur.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah penggunaan HP tersebut masih sesuai kebutuhan atau justru menjadi sesuatu yang sulit dikendalikan.
Apakah Kebiasaan Membuka HP Setelah Bangun Tidur Berbahaya?
Membuka HP setelah bangun tidur tidak otomatis berbahaya. Dampaknya lebih banyak bergantung pada durasi penggunaan, jenis konten yang dilihat, serta apakah kebiasaan tersebut mengganggu aktivitas dan kondisi seseorang.
Meski begitu, langsung memeriksa notifikasi dapat membuat perhatian teralihkan sebelum seseorang sempat menyusun rencana hariannya. Pesan pekerjaan, berita yang mengkhawatirkan, atau perdebatan di media sosial juga berpotensi memengaruhi suasana hati sebagian orang.
Sleep Foundation menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan perangkat elektronik, terutama menjelang waktu tidur, dapat mengganggu kualitas istirahat. Konten yang merangsang pikiran dan paparan cahaya layar dapat memengaruhi rasa kantuk serta pola tidur.
Karena itu, menjaga batas penggunaan HP tidak hanya penting pada malam hari, tetapi juga dapat membantu seseorang membangun rutinitas pagi yang lebih teratur.
Cara Mengurangi Kebiasaan Langsung Membuka HP
Jika merasa terlalu sering memeriksa HP begitu bangun tidur, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba.
Pertama, beri jeda sebelum membuka HP. Cobalah meluangkan waktu beberapa menit untuk bangun, duduk, dan menenangkan diri sebelum memeriksa notifikasi.
Kedua, matikan notifikasi yang tidak penting. Pemberitahuan dari aplikasi belanja, permainan, atau media sosial yang tidak mendesak dapat dinonaktifkan agar tidak terus menarik perhatian.
Ketiga, jauhkan HP dari jangkauan tempat tidur. Meletakkan ponsel sedikit lebih jauh dapat mengurangi dorongan untuk langsung mengambilnya setelah mata terbuka.
Keempat, ganti dengan rutinitas pagi yang sederhana. Minum air putih, membuka jendela, mendapatkan cahaya matahari pagi, atau melakukan peregangan ringan bisa menjadi alternatif sebelum mulai menggunakan perangkat digital.
Kelima, tentukan waktu khusus untuk memeriksa pesan. Jika tidak ada kebutuhan mendesak, biasakan membuka pesan dan media sosial setelah mandi, sarapan, atau menyelesaikan persiapan pagi.
Pada akhirnya, kebiasaan membuka HP begitu bangun tidur bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari rutinitas, rasa penasaran, kebutuhan berkomunikasi, hingga keinginan mencari hiburan. Kebiasaan ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menilai kepribadian seseorang.
Hal terpenting adalah memastikan penggunaan HP tetap terkendali dan tidak menghabiskan waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memulai hari dengan lebih tenang dan produktif.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 14 Oktober 2026: Cek Peruntungan Cinta, Karier, dan Keuangan
Baca Juga: Peserta Lomba Video Reportase Warga Jatim Times Tembus hingga Aceh