JATIMTIMES – Kota Blitar mencatat prestasi membanggakan di sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, Kota Blitar menempati peringkat pertama nasional dalam daftar kabupaten/kota dengan indeks integritas pendidikan tertinggi berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan data SPI Pendidikan KPK yang dipublikasikan Jatimstats, Kota Blitar memperoleh indeks 81,03. Angka tersebut menempatkan Kota Blitar di posisi teratas, mengungguli Kabupaten Wonogiri dengan indeks 80,53, Kota Magelang 79,69, Kabupaten Mandailing Natal 79,65, dan Kabupaten Tapanuli Selatan 79,33.
Kota Blitar juga menjadi satu-satunya daerah dari Jawa Timur yang masuk sepuluh besar nasional dalam publikasi tersebut. Capaian ini menjadi perhatian karena integritas pendidikan tidak semata-mata diukur dari fasilitas sekolah, melainkan juga karakter peserta didik, keteladanan pendidik, dan tata kelola lembaga pendidikan.
Wali Kota Blitar Mas Ibin menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan yang telah berkontribusi membangun budaya integritas. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama pemerintah daerah, sekolah, dan tenaga pendidik.
"Kami mengucapkan terima kasih, khususnya kepada seluruh insan pendidik, Dinas Pendidikan, seluruh jajaran sekolah, dan guru se-Kota Blitar yang telah mengajarkan kepada semuanya tentang arti integritas dan kerja keras dalam dunia pendidikan," ujar Mas Ibin, Selasa (13/10/2026).
Kota Blitar Puncaki Daftar, Integritas Sekolah Jadi Perhatian
SPI Pendidikan merupakan instrumen KPK untuk mengukur penerapan nilai integritas dalam dunia pendidikan. Survei ini menggunakan indeks 0–100 yang mencakup tiga dimensi utama, yakni karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola.
Pada tingkat kabupaten/kota, penghitungan indeks Kota Blitar mencakup jenjang SD hingga SMP atau sederajat. Hasilnya menempatkan Kota Blitar dalam kategori Adaptif, dengan skor 81,03.
Kategori Adaptif berada pada rentang 72,51–82,50. Menurut klasifikasi KPK, kategori ini menunjukkan penerapan nilai integritas yang semakin stabil, kolaborasi antarpemangku kepentingan yang mulai terarah, serta perbaikan tata kelola yang masih memerlukan penyempurnaan.
Dengan demikian, capaian Kota Blitar menjadi modal untuk terus memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya dituntut meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan.
Dalam konteks pembangunan daerah, penguatan integritas pendidikan memiliki arti strategis. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal peserta didik ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Mas Ibin: Pendidikan Bukan Sekadar Infrastruktur dan Sekolah Gratis
Mas Ibin menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur dan fasilitas belajar. Pendidikan harus memiliki tujuan lebih besar, yakni membentuk manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"Pendidikan tidak hanya tentang membangun infrastruktur, memberikan fasilitas gratis, tetapi pendidikan tentang mencerdaskan kehidupan berbangsa, menghantarkan peserta didik menuju gerbang kesuksesan di kemudian hari, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara akses pendidikan dan pembentukan karakter. Fasilitas yang memadai harus diikuti proses pembelajaran yang menanamkan kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab.
Dalam pengukuran SPI Pendidikan, karakter peserta didik berkaitan dengan perilaku jujur dalam kegiatan akademik. Sementara itu, dimensi ekosistem pendidikan menyoroti keteladanan guru, kepala sekolah, dan keterlibatan orang tua.
Adapun dimensi tata kelola menilai transparansi, akuntabilitas, pengawasan, serta upaya pencegahan praktik korupsi dalam penyelenggaraan pendidikan.
Ketiga dimensi tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan pendidikan berjalan secara menyeluruh, bukan hanya berorientasi pada capaian fisik dan akademik.
Pendidikan Berkualitas sampai Tuntas, Anak Blitar Didorong Kuliah
Capaian integritas pendidikan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Blitar melalui program Pendidikan Berkualitas sampai Tuntas. Program ini menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Mas Ibin ingin anak-anak Kota Blitar memiliki kesempatan menempuh pendidikan setinggi mungkin, termasuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dorongan tersebut terutama penting bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu agar keterbatasan ekonomi tidak memutus cita-cita mereka.
"Semoga pendidikan di Kota Blitar bertambah maju dengan program Pendidikan Berkualitas sampai Tuntas. Mari kita hantarkan anak-anak kita menuju jenjang perguruan tinggi," kata Mas Ibin.
Pemerintah Kota Blitar memandang pendidikan sebagai salah satu jalan untuk memperluas kesempatan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup dilihat dari jumlah anak yang bersekolah, tetapi juga dari kemampuan mereka menyelesaikan pendidikan dan membangun masa depan.
"Pendidikan harus mampu mengantarkan anak-anak kita menuju kesuksesan. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga agar mereka kelak memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Mas Ibin.
Capaian SPI Pendidikan 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan harus dibangun bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan layanan, guru menanamkan pengetahuan serta keteladanan, sedangkan keluarga berperan memperkuat karakter anak.
Dengan fondasi integritas yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Blitar berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga generasi yang jujur, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Blitar yang Maju, Sehat, dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.
"Semoga pendidikan di Kota Blitar semakin maju melalui program Pendidikan Berkualitas sampai Tuntas. Mari kita hantarkan anak-anak kita menuju jenjang perguruan tinggi," pungkas Mas Ibin.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Gaspol Sambut Porprov Jatim 2027, Website hingga Promosi Hotel dan UMKM Disiapkan
Baca Juga: Apa Itu Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional yang Baru Dibentuk Prabowo? Berikut Tugasnya