JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kebakaran di Kota Malang Melonjak pada September 2026, Damkar Catat 66 Kejadian

Reporter: Irsya Richa • Editor: Yunan Helmy
📅 12 Oktober 2026, 18:06 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Kebakaran di lahan kosong mendominasi kejadian kebakaran di Kota Malang selama triwulan III 2026. Dari total 116 kejadian yang ditangani UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang sepanjang Juli hingga September, sebanyak 74 kejadian atau sekitar 64 persen terjadi di lahan kosong.

Dari data Damkar Kota Malang mencatat, jumlah kebakaran meningkat tajam pada September dengan 66 kejadian. Angka tersebut melonjak dibandingkan Juli yang mencatat 22 kejadian dan Agustus sebanyak 28 kejadian.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari puncak musim kemarau pada September. Kondisi lahan yang mengering, ditambah angin yang cukup kencang, membuat api lebih mudah menyebar.

“Selama bulan September, terjadi sebanyak 66 kebakaran. Dan bulan tersebut merupakan puncak musim kemarau dengan kondisi lahan yang sangat kering sehingga rawan terjadi kebakaran,” kata Pandu, Senin (12/10/2026).

Dominasi kebakaran lahan kosong menjadi perhatian karena api dapat merembet ke area lain ketika kondisi lingkungan kering. Terlebih, aktivitas pembakaran sampah maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan berpotensi menjadi pemicu kebakaran di kawasan terbuka.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Kedungkandang menempati posisi teratas dengan 34 kejadian kebakaran selama triwulan III 2026. Disusul Kecamatan Lowokwaru dengan 33 kejadian dan Kecamatan Sukun sebanyak 24 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Blimbing mencatat 16 kejadian dan Kecamatan Klojen sebanyak delapan kejadian. Terdapat pula satu kejadian yang tercatat dalam kategori wilayah luar wilayah manajemen kebakaran (WMK).

Tingginya kejadian di Kedungkandang dan Lowokwaru menunjukkan perlunya kewaspadaan masyarakat, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan kering maupun permukiman.

Dari sisi objek yang terbakar, selain 74 kejadian di lahan kosong, Damkar mencatat kebakaran fasilitas umum sebanyak 16 kejadian, rumah dan permukiman 10 kejadian, serta pertokoan dan kios tiga kejadian.

Kebakaran juga terjadi pada bangunan industri, pergudangan, instalasi listrik, restoran, hotel atau penginapan, kendaraan, serta sejumlah objek lainnya.

Rentetan kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Damkar Kota Malang memperkirakan total kerugian akibat kebakaran selama triwulan III 2026 mencapai Rp 2,168 miliar.

Nilai kerugian terbesar tercatat di Kecamatan Kedungkandang, yakni sekitar Rp 884 juta. Berikutnya Kecamatan Blimbing sebesar Rp 341 juta, Kecamatan Lowokwaru Rp 219 juta, Kecamatan Klojen Rp 215 juta, Kecamatan Sukun Rp 159 juta, dan Perbantuan sebesar Rp 350 juta.

Di sisi lain, kebakaran juga berdampak terhadap keselamatan masyarakat. Infografis Damkar mencatat total 448 orang terdampak dalam berbagai kategori korban, dengan rincian 435 orang selamat, enam orang mengalami luka bakar, satu orang meninggal dunia, dan enam orang mengalami luka fisik lainnya.

Sementara itu, nilai aset yang berhasil diselamatkan petugas diperkirakan mencapai Rp 6,504 miliar. Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan nilai aset terselamatkan terbesar, yakni Rp 2,645 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga upaya membatasi kerusakan dan menyelamatkan harta benda masyarakat.

Pandu mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan aktivitas yang melibatkan api, terutama saat kondisi lingkungan mengering. Pembakaran sampah yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam dapat memicu kebakaran ketika bara terbawa angin.

“Apabila melakukan kegiatan bakar-bakar sampah, pastikan ditunggu hingga padam dan jangan langsung ditinggal. Saat ini kemarau dan anginnya cukup kencang, bara api bisa terbang ke lahan kosong yang kering dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di dekat rumput kering, semak, maupun lahan kosong yang mudah terbakar.

Baca Juga: Akun Instagram Mendikdasmen Mendadak Privat, Diduga Banyak Keluhan TPG Guru Belum Cair

Baca Juga: Blitar Diguncang Gempa Tektonik M 4,1, Getaran Terasa hingga Malang-Lumajang

Topik Terkait
# Kebakaran# Kota Malang# September 2026

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap