JATIMTIMES - Akun Instagram resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendadak beralih ke mode privat. Perubahan ini menjadi sorotan di tengah ramainya keluhan guru soal tunjangan profesi guru (TPG) yang tak kunjung cair.
Hingga Senin (12/10/2026) sore, akun tersebut masih terkunci. Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan akun itu diatur menjadi privat.
Persoalan ini menarik perhatian karena keluhan mengenai pencairan TPG periode Juli hingga September 2026 masih bermunculan di media sosial. Sejumlah guru non-ASN mengaku belum menerima tunjangan yang menjadi salah satu penopang kebutuhan sehari-hari.
Untuk diketahui, Kemendikdasmen memiliki akun Instagram resmi kementerian. Sedangkan Abdul Mu'ti juga menggunakan akun pribadi dengan nama pengguna @abe_mukti.
Berdasarkan pantauan JatimTIMES, akun Instagram Kemendikdasmen dan akun pribadi Abdul Mu'ti masih terbuka untuk publik. Akun pribadi sang menteri memiliki sekitar 174 ribu pengikut. Sedangkan akun resmi mendikdasmen yang kini privat memiliki lebih dari 1,7 juta pengikut.
Adapun akun resmi Kemendikdasmen tercatat memiliki sekitar 3 juta pengikut. Namun, pada profil pribadi Abdul Mu'ti hanya tercantum akun Kemendikdasmen sebagai akun resmi yang terhubung.
Baik akun resmi Kemendikdasmen maupun akun pribadi Abdul Mu'ti, banyak komentar dari guru diduga non-ASN yang mengeluh soal TPG tak kunjung cair.
Sebelumnya, guru honorer sekaligus anggota Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Reza Sudrajat menyoroti dampak keterlambatan tunjangan terhadap kondisi ekonomi guru.
Menurut Reza, TPG berperan dalam meningkatkan motivasi kerja sekaligus kesejahteraan pendidik. Ia menyinggung penelitian mengenai pengaruh tunjangan profesi terhadap motivasi guru yang, menurutnya, juga diakui Kemendikdasmen.
Namun, Reza mempertanyakan kondisi yang terjadi ketika sejumlah guru belum menerima haknya selama berbulan-bulan.
Keterlambatan itu, menurut Reza, membuat sebagian guru harus mencari sumber dana lain untuk membiayai kebutuhan harian. Tempat gadai, perbankan, hingga layanan pinjaman online menjadi pilihan bagi guru yang membutuhkan uang selama tunjangan belum masuk.
"Otomatis, pemerintah kita sendiri yang sudah menurunkan kualitas pendidikan itu. Bahkan sampe ada yang kesulitan untuk berangkat ke sekolah," tulis Reza melalui akun X pribadinya, dikutip Senin (12/10/2026).
"Guru kita sedang dibuat sulit," sambungnya.
Keluhan tersebut menggambarkan bahwa keterlambatan tunjangan berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi guru, bahkan sampai menyulitkan sebagian pendidik untuk berangkat mengajar.
Sebagai informasi, pencairan TPG kepada jutaan guru di Indonesia tidak berlangsung serentak. Prosesnya mencakup verifikasi data dan administrasi, penerbitan surat perintah membayar (SPM), hingga surat perintah pencairan dana (SP2D).
Kemendikdasmen sebelumnya menyampaikan bahwa penyaluran susulan dan penyelesaian administrasi bagi guru yang belum menerima TPG ditargetkan rampung sepanjang Oktober 2026.
Meski demikian, guru yang belum menerima tunjangan masih menantikan kepastian kapan dana tersebut masuk ke rekening masing-masing. Keterlambatan TPG periode Juli-September 2026 pun terus menuai sorotan.
Sampai Senin (12/10/2026) sore, belum ada klarifikasi resmi mengenai alasan akun Instagram mendikdasmen dikunci. Belum dapat dipastikan apakah perubahan pengaturan akun tersebut berkaitan dengan keluhan pencairan TPG yang ramai disampaikan guru di media sosial.
Baca Juga: Blitar Diguncang Gempa Tektonik M 4,1, Getaran Terasa hingga Malang-Lumajang
Baca Juga: Jemaah Umrah RI Keluhkan Penerbangan Tertunda, Kemenhaj Minta Hindari Lokasi Rawan