JATIMTIMES – Komitmen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mendapat perhatian dalam monitoring yang dilakukan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Rabu, (7/10/2026).
Sebagai salah satu madrasah piloting implementasi KBC di Jawa Timur, MIN 2 Kota Malang tidak ingin penerapan kurikulum tersebut berhenti pada pemenuhan program. Madrasah menyiapkan implementasinya sejak tahap perencanaan pembelajaran hingga pembiasaan yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua.
Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I., mengatakan implementasi KBC telah dipersiapkan secara matang agar menjadi bagian dari pola pendidikan di madrasah.
“Implementasi KBC di MIN 2 Kota Malang dirancang tidak sekadar gugur kewajiban. Kami mempersiapkannya mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga pelaporan,” ujar Nanang.
Komitmen tersebut salah satunya diterapkan melalui perangkat pembelajaran. Seluruh guru diminta memasukkan aspek KBC dalam perangkat yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Penerapan nilai KBC kemudian tidak hanya dilakukan melalui materi pembelajaran. Menurut Nanang, guru juga diarahkan membangun proses belajar yang lebih mendalam dan bermakna sehingga nilai-nilai cinta dapat hadir dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Selama proses KBM, tidak hanya penyampaian materi, tetapi juga bagaimana pembelajaran itu lebih mendalam dan bermakna,” katanya.
MIN 2 Kota Malang telah mempersiapkan dan melaksanakan implementasi KBC sejak Semester 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Program tersebut diperkuat dengan sejumlah pembiasaan yang sebelumnya telah berjalan di madrasah.
Salah satunya kegiatan pagi pukul 06.30 hingga 07.00 WIB yang diisi dengan mengaji, kultum, salat duha, serta kegiatan pembentukan karakter. Pembiasaan lainnya berupa upacara bendera setiap Senin dan senam pagi pada Rabu serta Jumat.
Berbagai kegiatan tersebut berkaitan dengan kerangka Panca Cinta dalam KBC, yakni cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta alam dan lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.
Nanang menjelaskan, keberadaan berbagai program yang selaras dengan Panca Cinta menjadi salah satu pertimbangan MIN 2 Kota Malang dipilih sebagai madrasah piloting KBC di Jawa Timur berdasarkan penilaian dan survei Kanwil Kemenag serta Kemenag Kota Malang.
“MIN 2 memiliki program yang sudah selaras dengan kerangka inti KBC yang memuat Panca Cinta,” jelasnya.
Dalam monitoring Pokjawas Kanwil, penerapan KBC di MIN 2 menjadi bagian yang diperiksa untuk melihat kesesuaian antara program yang dirancang dengan pelaksanaannya di lingkungan madrasah.
Bagi MIN 2, program piloting tersebut diarahkan untuk membangun pola pembiasaan yang dapat berlangsung secara konsisten. Tidak hanya guru dan tenaga kependidikan, siswa serta orang tua juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Target utama kami tidak hanya asal melaksanakan KBC, tetapi implementasi KBC sudah terlaksana secara terstruktur dan sudah menjadi pola pembiasaan bagi GTK dan murid serta peran dari orang tua murid secara konsisten,” ungkap Nanang.
Dari monitoring tersebut, Pokjawas memberikan catatan agar program dan pembiasaan yang telah berjalan di MIN 2 tetap dijaga. Madrasah juga didorong untuk terus memunculkan inovasi baru dalam penerapan KBC.
Selain mempertahankan program yang telah berjalan, praktik baik pengelolaan KBC di MIN 2 juga diharapkan dapat dibagikan kepada madrasah lain.
Baca Juga: Riset UB Kembangkan Kit Deteksi Hewan Non-Halal, Kini Siap Diproduksi
Baca Juga: Dinas Pendidikan Lamongan Luruskan Sangkaan PMII Soal Potongan PIP Salah Satu SD Negeri