JATIMTIMES - Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memperluas akses pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 20 mahasiswa baru Unisba Blitar berhasil meraih beasiswa yang membebaskan biaya perkuliahan selama empat tahun atau hingga lulus tepat waktu.
Program tersebut mengemuka dalam Sarasehan dan Sosialisasi Beasiswa LPPD yang digelar di Unisba Blitar, Rabu (7/10/2026). Beasiswa diberikan kepada mahasiswa semester pertama Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Agama Islam.
Dekan Fakultas Agama Islam Unisba Blitar Muhammad Shodiq, M.Pd. mengatakan, kampus sebelumnya mengajukan kuota beasiswa kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari proses tersebut, Unisba Blitar memperoleh kuota untuk 20 mahasiswa.
Seluruh penerima telah melewati tahapan seleksi yang dipersiapkan kampus bersama LPPD Pemprov Jawa Timur. Mereka kini resmi tercatat sebagai mahasiswa Unisba Blitar dan telah memperoleh nomor induk mahasiswa.
“Alhamdulillah, terkait beasiswa Pemprov Jatim yang kami ajukan, Unisba Blitar mendapatkan kuota 20 mahasiswa. Mereka telah lulus seleksi dan kami pastikan sudah mendapatkan nomor induk mahasiswa di Unisba Blitar,” kata Shodiq.
Mulanya, Unisba Blitar mengajukan tiga program studi untuk mendapatkan kuota beasiswa. Namun, program yang kemudian memperoleh alokasi adalah Manajemen Pendidikan Islam.
Program studi tersebut berada di bawah Fakultas Agama Islam dan mulai dibuka pada 2022. Menurut Shodiq, kehadiran beasiswa menjadi peluang untuk semakin membuka akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.
“Manajemen Pendidikan Islam itu program studi baru yang dibuka mulai tahun 2022 dan masuk Fakultas Agama Islam,” ujar Shodiq.
Bebas SPP dan DPP Selama Empat Tahun
Dukungan yang diterima mahasiswa tidak hanya berupa pembebasan SPP. Unisba Blitar juga membebaskan DPP serta biaya pendidikan lainnya selama periode beasiswa.
“SPP gratis, DPP juga gratis, dan yang lain juga kami gratiskan. Beasiswa ini diberikan selama empat tahun sampai lulus,” ujar Shodiq.
Empat tahun menjadi batas pembiayaan sekaligus target penyelesaian studi bagi penerima. Karena itu, mahasiswa didorong menjaga capaian akademik agar mampu menuntaskan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.
Jika mahasiswa belum menyelesaikan pendidikan setelah melewati empat tahun, kata Shodiq, biaya perkuliahan pada periode berikutnya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Ketentuan tersebut mengikuti durasi program beasiswa yang ditetapkan selama empat tahun.
“Target dari Pemprov Jatim memang empat tahun. Jadi kami berharap mahasiswa bisa menyelesaikan studinya tepat waktu,” katanya.
Program ini memperluas akses generasi muda terhadap pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi Unisba Blitar dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Dukungan beasiswa juga memberi kesempatan mahasiswa menuntaskan studi tanpa terbebani biaya perkuliahan.
Baca Juga: Refleksi Setahun Kepemimpinan Prof Ilfi di UIN Malang, Riset Melonjak Hingga Reputasi Global Menguat
Baca Juga: Cegah Pungli di Sekolah, Puguh DPRD Jatim Tagih Kepastian Payung Hukum Sumbangan Pendidikan