JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Jawa Timur Mulai Diguyur Hujan, Apakah Musim Kemarau Benar-Benar Berakhir?

Reporter: Mutmainah J • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 7 Oktober 2026, 11:12 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur memasuki awal Oktober 2026. Setelah melewati periode kemarau panjang dan kekeringan di berbagai daerah, turunnya hujan tentu menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat.

Namun, muncul pertanyaan apakah hujan yang mulai turun tersebut menjadi tanda bahwa musim kemarau di Jawa Timur sudah benar-benar berakhir. Apalagi, beberapa daerah mulai merasakan hujan ketika wilayah lainnya masih menghadapi cuaca panas dan kering.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang turun di sejumlah daerah belum serta-merta menandakan seluruh Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Hujan pada awal Oktober masih berpeluang bersifat lokal dan terjadi dalam masa peralihan musim.

BMKG Prediksi Musim Hujan Jawa Timur Mundur

BMKG sebelumnya memprediksi awal musim hujan di Jawa Timur mengalami kemunduran. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak terhadap ketersediaan uap air dan pola hujan di Indonesia.

Berdasarkan informasi BMKG, musim hujan di Jawa Timur diperkirakan mulai berlangsung lebih merata pada Desember 2026. Meski demikian, hujan lokal masih berpeluang terjadi pada Oktober hingga November.

Artinya, masyarakat yang mulai melihat hujan turun di wilayahnya belum bisa langsung menyimpulkan bahwa musim kemarau telah berakhir secara keseluruhan.

BMKG juga mencatat sekitar 11,8 persen wilayah Jawa Timur mengalami kemunduran awal musim hujan hingga dua bulan. Kondisi tersebut membuat waktu masuknya musim hujan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Mengapa Sudah Ada Daerah di Jatim yang Turun Hujan?

Turunnya hujan di suatu daerah tidak selalu berarti wilayah tersebut sudah memasuki musim hujan secara klimatologis.

Pada masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan, pertumbuhan awan hujan dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer. Karena itu, suatu wilayah bisa diguyur hujan, sementara daerah lain yang masih berada di sekitarnya justru tetap panas dan kering.

BMKG dalam prakiraan cuaca awal Oktober juga menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia masih relatif kering. Meski demikian, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa cuaca antardaerah masih dapat berbeda cukup signifikan. Hujan yang turun dalam waktu singkat juga belum tentu langsung mengakhiri kondisi kering yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Apakah Jawa Timur Sudah Masuk Musim Hujan?

Jika yang dimaksud adalah seluruh Jawa Timur sudah memasuki musim hujan, jawabannya belum dapat disimpulkan hanya dari hujan yang turun selama beberapa hari.

Penentuan awal musim hujan dilakukan berdasarkan indikator klimatologis, bukan sekadar melihat ada atau tidaknya hujan dalam satu atau beberapa hari.

Dengan demikian, hujan lokal yang mulai turun pada awal Oktober masih sangat mungkin terjadi meskipun sebagian wilayah Jawa Timur belum memasuki musim hujan secara serentak.

BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia baru mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Secara nasional, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan rata-rata klimatologis.

Kapan Musim Hujan Jawa Timur Diperkirakan Dimulai?

Untuk Jawa Timur, musim hujan diprediksi mulai berlangsung lebih merata pada Desember 2026. Sementara itu, curah hujan diperkirakan semakin meningkat pada Januari 2027 dan mencapai puncaknya sekitar Februari 2027.

Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Nino sangat kuat yang masih berlangsung. BMKG menjelaskan bahwa kondisi El Nino, ditambah pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) positif, dapat mengurangi pasokan uap air sehingga periode kering di sejumlah wilayah Indonesia menjadi lebih panjang.

Karena itu, hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Jawa Timur patut disyukuri, terutama setelah masyarakat menghadapi kemarau dan kekeringan yang cukup panjang. Namun, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan informasi resmi BMKG.

Jadi, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Jawa Timur pada awal Oktober belum berarti musim kemarau telah berakhir sepenuhnya. Hujan lokal masih mungkin terjadi sepanjang Oktober hingga November, sedangkan awal musim hujan yang lebih merata di Jawa Timur diprediksi baru terjadi pada Desember 2026.

Baca Juga: Hasil Sidang MK soal Ijazah Gibran: Tak Ditemukan Bukti Setara SMA, Mengapa Tak Didiskualifikasi?

Baca Juga: HMI Bersama Kelompok Aliansi Cipayung Banyuwangi Minta Pimpinan dan BK DPRD Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba

Topik Terkait
# Jawa Timur# Hujan# Musim Hujan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap