JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Syekh Ibnu Athaillah Jelaskan Dua Macam Rezeki dalam Kehidupan Manusia

Reporter: Anggara Sudiongko • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 7 Oktober 2026, 10:39 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Rezeki merupakan salah satu bagian dari ketetapan Allah SWT yang menyertai kehidupan manusia. Dalam kajian tasawuf, Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari menjelaskan bahwa rezeki memiliki dua macam.

Uraian tersebut disampaikan Syekh Ibnu Athaillah dalam kitab At-Tanwir. Ia menyebut terdapat rezeki yang telah ditetapkan sejak zaman azali dan rezeki yang kedatangannya dimulai setelah keberadaan seorang hamba.

"Yaitu rezeki yang sudah ditetapkan sejak zaman azali dan rezeki yang kedatangannya diawali setelah momen pertama keberadaan hamba," tulis Syekh Ibnu Athaillah.

Penjelasan tentang dua macam rezeki itu dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 40:

"Allahlah yang menciptakanmu, kemudian menganugerahkanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat melakukan sesuatu yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan."

Menurut Syekh Ibnu Athaillah, ayat tersebut mencakup kedua macam rezeki yang telah dijelaskan. Ketika rezeki dimaknai sebagai sesuatu yang telah ditetapkan, kata tsumma atau "kemudian" dalam ayat tersebut menunjukkan urutan kejadian.

Sementara ketika rezeki dimaknai sebagai sesuatu yang kemudian ditampakkan dalam kehidupan seorang hamba, penggunaan kata tsumma memiliki fungsi sebagai pengingat.

Pembahasan mengenai rezeki dalam ayat tersebut juga ditempatkan Syekh Ibnu Athaillah dalam konteks penegasan uluhiyah Allah SWT. Rangkaian penciptaan, pemberian rezeki, kematian, dan kehidupan kembali disebut sebagai bagian dari kekuasaan Allah.

Syekh Ibnu Athaillah menggambarkan pesan ayat tersebut kepada orang-orang yang menyembah selain Allah. Dia mempertanyakan apakah ada sesuatu selain Allah yang mampu menciptakan manusia, memberikan rezeki, mematikan, kemudian menghidupkannya kembali.

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan sifat-sifat ketuhanan yang disebut dalam ayat Surat Ar-Rum tersebut, yakni penciptaan, pemberian rezeki, kematian, dan kehidupan kembali.

Baca Juga: Setelah Wudhu, Sebaiknya Air Dibiarkan atau Dikeringkan? Ini Penjelasan Ulama

Baca Juga: Nagita Slavina Bocorkan Amalan yang Rutin Dilakukan hingga Sukses dan Kaya

Topik Terkait
# Rezeki# macam rezeki# Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap