JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kabupaten Malang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: A Yahya
📅 6 Oktober 2026, 19:28 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Kabupaten Malang, Jawa Timur turut menjadi pilot project pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar secara prasmanan. Uji coba pelaksanaan MBG prasmanan tersebut juga turut ditujukan untuk meminimalisir kerusakan makanan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Pada pernyataannya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menuturkan, uji coba pelaksanaan MBG prasmanan tersebut telah berlangsung sejak kemarin pada Senin, 5 Oktober 2026.

"Tanggal 5 ini (Oktober 2026) kita sudah piloting (uji coba, red) di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas," ujar Sudaryono dalam postingan pada akun media sosial pribadinya yang dikutip JatimTIMES pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Sudaryono, uji coba MBG prasmanan tersebut juga ditujukan untuk mengurangi terjadinya delay atau penundaan waktu penyajian. Dengan demikian diharapkan masakan yang disajikan kepada para siswa lebih tepat waktu hingga mengurangi potensi keracunan.

"(Harapannya, red) satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Kedua, tentu saja lebih fresh (segar) karena tidak ada delay waktu sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan," ujarnya.

Dari puluhan dapur MBG yang menyajikan secara prasmanan tersebut, beberapa di antaranya ada di Kabupaten Malang. Program MBG prasmanan bagi pelajar di Kabupaten Malang itulah yang kemudian juga turut mendapat perhatian dari sejumlah pihak tanpa terkecuali dari Polres Malang.

Pada hari ini, Selasa 6 Oktober 2026, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Malang Ny. Desy Rulian Syauri turut meninjau langsung guna memastikan uji coba MBG sistem prasmanan di Kabupaten Malang. Pengecekan tersebut juga ditujukan guna memastikan makanan yang diterima para siswa aman, bersih, dan sesuai anjuran BGN.

"Yang kami pastikan bukan hanya makanan sampai ke siswa, tetapi juga harus aman, bersih dan bergizi. Jangan sampai tujuan baik program ini terganggu karena kualitas makanan yang tidak terjaga," kata Rulian usai pelaksanaan kegiatan peninjauan.

Pengecekan pada uji coba MBG prasmanan tersebut juga turut dilakukan bersama dengan sejumlah pihak terkait. Mulai dari mitra hingga sejumlah dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang meliputi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan.

Pengecekan uji coba MBG prasmanan di Kabupaten Malang bersama sejumlah pihak terkait tersebut dilangsungkan di SDN Sukorejo 01 Gondanglegi. "Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polres Malang bersama YKB Cabang Malang terhadap program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak, khususnya kepada para siswa," tutur Rulian.

Saat peninjauan di sekolah tersebut, Rulian beserta sejumlah pihak terkait turut melihat secara langsung pelaksanaan pilot project MBG dengan konsep prasmanan. Rombongan juga turut mengecek makanan yang disajikan sebelum dikonsumsi oleh para pelajar.

"Kualitas makanan menjadi bagian penting dalam keberhasilan program MBG. Sebab, makanan yang diberikan tidak sekadar untuk mengenyangkan, tetapi juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi para siswa," imbuhnya.

Sementara itu, setelah dari sekolah untuk melakukan peninjauan pelaksanaan program MBG prasmanan, Rulian beserta rombongan juga melakukan pengecekan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah bagian yang turut menjadi perhatikan pada pelaksanaan pengecekan di SPPG yang ada di Kabupaten Malang tersebut mulai dari proses pengolahan bahan makanan, kebersihan dapur, penyajian hingga pendistribusian makanan kepada para siswa.

"Setiap tahapan harus diperhatikan. Mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga penyajian sampai makanan diterima siswa. Tujuannya agar anak-anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi," ujarnya.

Menurut Rulian, program MBG telah menjadi salah satu upaya dalam mendukung program pemerintah. Program MBG juga sekaligus ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sehingga perlu dilakukan evaluasi agar pelaksanaannya bisa berjalan optimal.

"Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya, pelaksanaan MBG berjalan konsisten dan manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak," pungkasnya.

Baca Juga: Insentif SPPG Tak Lagi Flat Rp 6 Juta, Kini Bergantung Jumlah Porsi MBG

Baca Juga: Insentif SPPG Tak Lagi Flat Rp 6 Juta, Kini Bergantung Jumlah Porsi MBG

Topik Terkait
# mbg# mbg pramanan# sudaryono# mbg kabupaten malang

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap