JATIMTIMES - Dua sekolah yang terdampak kebakaran menjadi prioritas rehabilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Perbaikan dilakukan bersama empat sekolah lain yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Keenam sekolah tersebut mendapat alokasi tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 500 juta untuk menangani berbagai kebutuhan perbaikan.
Plt Sekretaris Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, mengatakan dua sekolah terdampak kebakaran membutuhkan penanganan lebih dahulu. Keduanya yakni SDN Cemorokandang 1 dan SMPN 7 Kota Malang.
“Jadi memang perbaikan ini untuk enam sekolah. Yang keadaan darurat itu dua karena kebakaran,” kata Adhim beberapa waktu lalu.
Sementara empat sekolah lainnya masuk dalam daftar rehabilitasi karena kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan. Kerusakan tersebut ditemukan pada sejumlah bagian bangunan sekolah dengan tingkat kebutuhan penanganan yang berbeda.
Salah satu kerusakan yang banyak ditemukan berada pada bagian atap. Kondisi atap yang sudah keropos membuat bagian tersebut perlu diganti untuk menunjang keamanan bangunan.
“Kerusakan yang biasanya itu ada atap. Atapnya sudah keropos, itu kan harus diganti. Kebanyakan seperti itu,” ujarnya.
Program rehabilitasi tersebut mencakup sejumlah sekolah pada jenjang PAUD, SD hingga SMP. Besaran anggaran tidak disamaratakan karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Anggarannya macam-macam, variasi. Tapi tidak sampai lebih dari Rp 150 juta sampai Rp 200 juta,” jelas Adhim.
Meski anggaran tambahan sudah disiapkan, pekerjaan fisik belum dimulai. Disdikbud masih menyelesaikan tahapan perencanaan sebelum rehabilitasi dilaksanakan.
Menurut Adhim, pengerjaan akan dilakukan setelah seluruh proses perencanaan dan penganggaran rampung. “Kalau sudah didok, kita kerjakan. Tapi sekarang proses perencanaan,” pungkasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim: TNI Kuat Bersama Rakyat, NKRI Semakin Kokoh