JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar mendorong generasi muda tak berhenti mengenyam pendidikan selepas SMA. Pendidikan berkualitas hingga perguruan tinggi ditempatkan sebagai bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Kota Blitar untuk masa depan.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin saat menjadi pembina upacara di SMP Negeri 7 Kota Blitar, Senin (5/10/2026). Di hadapan siswa dan guru, Mas Ibin mendorong anak-anak berani memasang cita-cita tinggi dan menuntaskan pendidikan hingga minimal jenjang S-1.
Menurut Mas Ibin, pemerintah memiliki kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Karena itu, ia ingin memastikan program pendidikan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan siswa dan mengarahkan mereka pada masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan selesai itu kita arahkan ke pendidikan berkualitas sampai tuntas, yaitu minimal S-1. Maka dari itu saya minta cita-citanya digantungkan setinggi langit, setinggi mungkin, sehingga semangat dalam mengejar pendidikan sampai tuntas,” kata Mas Ibin.
Upacara Jadi Ruang Menanamkan Kebangsaan
Mas Ibin mengawali pengarahannya dengan mengajak siswa memahami kembali makna upacara bendera setiap Senin. Menurut dia, penghormatan terhadap bendera, mengheningkan cipta, hingga ikrar mencintai tanah air bukan sekadar rangkaian seremoni.
Semua itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang. Ia meminta siswa mempelajari sejarah dan memahami pengorbanan generasi terdahulu sebagai bekal untuk mengisi kemerdekaan.
“Bangsa ini lahir dengan perjuangan. Tidak tiba-tiba bangsa ini lahir kemudian dengan kemerdekaan. Maka sebagai generasi penerus, kita harus meneruskan perjuangan itu,” ujarnya.
Bagi Mas Ibin, perjuangan generasi sekarang salah satunya dilakukan melalui pendidikan. Bangsa dengan sumber daya manusia yang kuat, kata dia, akan lebih mampu berdiri maju dan menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Pemkot Blitar mendorong anak-anak melanjutkan sekolah setinggi mungkin. Mas Ibin juga mengingatkan siswa agar tidak menjadikan persoalan biaya sebagai alasan memutus pendidikan. Dukungan pendidikan tersedia melalui berbagai skema, mulai Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat hingga beasiswa perguruan tinggi dari Pemkot Blitar.
“Nanti jangan khawatir tidak kuat dibiayai kuliah, tidak kuat sekolah. Dari pemerintah pusat ada KIP, dari Pemkot juga ada beasiswa perguruan tinggi,” katanya.
Cerdas Harus Berjalan Bersama Karakter
Dorongan mengejar pendidikan tinggi, menurut Mas Ibin, harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Ia meminta sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang cakap secara akademik, tetapi juga memiliki sikap hormat kepada guru dan orang tua serta mampu membangun hubungan baik dengan sesama.
Ia secara khusus mengingatkan siswa untuk menjauhi perundungan. Sekolah, menurut dia, harus menjadi ruang aman untuk belajar dan bertumbuh. Siswa diajak saling membantu, memperbanyak pertemanan, serta tidak merendahkan teman karena latar belakang maupun kemampuan mereka.
“Tidak boleh saling menambah kesusahan. Teman yang perlu dibantu, dibantu. Teman yang susah, dihibur. Tidak boleh bullying. Itu teman-teman kamu,” tegasnya.
Mas Ibin menilai masa depan Kota Blitar akan sangat ditentukan kualitas generasi mudanya hari ini. Ia berharap dalam 10 hingga 15 tahun mendatang, siswa yang kini duduk di bangku sekolah tumbuh menjadi profesional, aparatur, pengusaha maupun pemimpin di berbagai bidang.
“Kota ini akan menjadi kota yang hebat apabila penduduknya hebat. Penduduk hebat dapat dimulai dari generasi yang hebat, yaitu generasi muda,” ujarnya.
Mas Ibin Akan Keliling Sekolah Setiap Senin
Kehadiran Mas Ibin di SMPN 7 sekaligus menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan di sekolah. Ia ingin mengecek pelaksanaan upacara, pembentukan karakter, pemberian motivasi kepada siswa hingga implementasi program pendidikan.
Langkah tersebut diarahkan untuk menopang gagasan Pendidikan Kota Blitar Masa Depan: pendidikan jangka panjang yang berkualitas dan tuntas. Mas Ibin berencana melanjutkan kunjungan ke sekolah lain pada Senin berikutnya.
“Saya mungkin setiap Senin akan coba keliling. Kalau ini SMP, mungkin Senin depan kita targetkan SD yang mau kita pimpin upacaranya,” katanya.
Kepala SMP Negeri 7 Kota Blitar Saiful Salim menyambut positif langkah tersebut. Menurut dia, kehadiran kepala daerah secara langsung memberikan motivasi bagi sekolah sekaligus membuka ruang bagi pemerintah untuk melihat kondisi pendidikan dari dekat.
“Kami bersyukur sekaligus termotivasi. Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut terus-menerus, sehingga Pak Wali bisa mengetahui situasi dan kondisi di masing-masing sekolah, terutama bagaimana pengelolaan sekolah terhadap anak didiknya,” kata Saiful.
Mas Ibin menutup pengarahannya dengan menitipkan masa depan Kota Blitar kepada para siswa. Ia meminta mereka belajar sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
“Tetap semangat, jaga kekompakan, dan raih cita-cita setinggi mungkin. Mudah-mudahan hari ini menjadi tonggak awal menuju cita-cita dan kesuksesan adik-adikku semua,” kata Mas Ibin.
Baca Juga: Nalar, Ilmu, dan Kepemimpinan Jadi Tiga Bekal yang Dibedah LKP2M dalam Diklat Pra 28
Baca Juga: MTsN 1 Kota Malang Perkuat Infrastruktur Pendidikan, Ruang Guru Jadi Bagian Pembenahan Berkelanjutan