JATIMTIMES – Guguran bunga tabebuya berwarna kuning cerah kembali mempercantik sudut-sudut jalan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Namun, berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya yang selalu disemarakkan dengan selebrasi khusus, momen mekarnya bunga anggun bak musim semi di Jepang tersebut. Sebab, tahun ini tidak ada gelaran Festival Tabebuya.
Keputusan ditiadakannya agenda tahunan tersebut diambil oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pendem karena dampak efisiensi anggaran daerah pada tahun 2026.
Meskipun tanpa panggung festival maupun agenda acara resmi dari desa, keindahan deretan pohon tabebuya terpantau tetap mekar sempurna dan menjadi daya tarik visual bagi siapapun yang melintas.
Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Effendi membenarkan bahwa pihak pemdes tidak mengalokasikan anggaran kegiatan untuk menggelar event perayaan tabebuya pada tahun ini.
"Tidak ada (Festival Tabebuya), karena efisiensi, ya. Bunganya sudah bagus mekarnya. Pemdes tidak menganggarkan tahun ini," ujarnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Efendi mengungkapkan bahwa masa mekar tabebuya tahun ini berjalan tergolong normal tanpa terpengaruh cuaca ekstrem.
Puncak mekarnya deretan bunga berwarna kuning tersebut diprediksi bakal berlangsung sepanjang bulan Oktober atau kemarau dan tetap menjadi momentum langka yang dinantikan publik.
Untuk menjaga potensi daya tarik wisata di kawasannya, pihak desa kini mengandalkan kreativitas swadaya warga serta wisatawan yang aktif mengunggah momen estetis ke media sosial.
"Mungkin warga buat vlog-vlog pribadi. Kalau fenomena mekarnya tahun ini normal, puncaknya ya di bulan Oktober ini," katanya.
Meski digelar tanpa penganggaran festival resmi, keindahan guguran bunga tabebuya di sepanjang jalan Desa Pendem tetap dibuka secara bebas dan gratis bagi masyarakat umum yang ingin berswafoto.
Untuk diketahui, Festival Tabebuya biasa digelar setiap tahun. Berupa perayaan wisata musiman dan budaya di Kota Batu yang diadakan untuk menyambut mekarnya bunga Tabebuya, serta bertepatan dengan peringatan Hari TNI. Festival tersebut kerap dimeriahkan dengan penampilan Parade & Pameran Alutsista TNI, bazar UMKM hingga hiburan kesenian dan budaya masyarakat.
Baca Juga: Wisatawan Nusantara ke Kota Malang Capai 932 Ribu pada Agustus 2026
Baca Juga: Gandrung Sewu Banyuwangi 2026 Usung Konsep Baru dan Digelar Malam Hari