JATIMTIMES - Sejumlah pengguna Threads mengaku mendapat pesan bernada ancaman setelah mengunggah tulisan yang menyinggung isu soal artis Shandy Aulia.
Pesan yang diterima para pengguna itu berisi ancaman gugatan menggunakan UU ITE hingga penyebaran data pribadi atau doxing. Salah satu akun yang mengunggah bukti percakapan tersebut adalah @ferdi.ilyas.
"Warga, ini siapa sih? Ngancam bakal tuntut gw pakai UU ITE trus nyebarin data pribadi gw karena thread gw soal 'Shandy Aulia bakal happy banget pasti'," tulis Ferdi dalam unggahannya, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Ferdi mengaku pesan tersebut diduga berkaitan dengan unggahannya saat momen pelantikan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
"Shandy Aulia happy banget pasti," tulis Ferdi pada Kamis, 1 Oktober 2026 bertepatan dengan momen pelantikan Komjen Suyudi sebagai Kapolri.
Akun Threads lainnya, @kayiinapopy, juga mengaku menerima pesan serupa dari nomor yang tidak dikenalnya. Ia mengatakan unggahannya mengenai topik tersebut sudah dihapus meski sebelumnya mendapat ribuan reaksi.
"Lahhhhh tos dulu WKWKWKWK. Baru kebuka krn gue baru bangun. Udah gue apus pdhl like udah 9k lebih dan share udah 2k lebih. Minimal kirimin gue Dior kek kalo tau tempat tinggal gue. Padahal bangkongreang cuma di KTP juga wkwkwk. Kurang nyelem Threads gue, ampe gatau gue lg tinggal dmn," tulis akun tersebut.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diunggah korban, pengirim pesan menggunakan nomor berkode +1 atau Amerika Serikat dengan nama 'Randi Subekti'.
Pengirim juga mencatut nama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Dalam pesan itu, pengirim mengaku sedang melakukan "investigasi gabungan" terhadap aktivitas akun Threads @ferdi.ilyas.
"Kami dari tim investigasi gabungan AJI & AMSI sedang melakukan dokumentasi dan verifikasi terhadap aktivitas digital akun THREADS...@ferdi.ilyas. Postingan ini sudah resmi kami amankan sebagai bukti utama pelanggaran pidana UU ITE Pasal 263 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP," demikian isi pesan tersebut.
Pesan itu juga meminta unggahan dihapus dalam waktu lima menit setelah dibaca. Pengirim kemudian meminta target menghubungi perwakilan mereka pada malam yang sama. Ancaman lain berkaitan dengan data pribadi dan lokasi korban.
"Kami tau kamu tinggal tidak jauh di sekitar ......... Jika dalam 1 x 24 Jam tidak ada tindakan, seluruh data pribadi kalian langsung kami limpahkan ke tim legal formal dan aparat penegak hukum untuk diproses pidana keesokan harinya. Pilihan ada di tangan kalian," tulis pengirim.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan siapa pengirim pesan maupun apakah orang yang mengirim pesan benar-benar mewakili AJI atau AMSI.
Isu ini diduga terkait dengan ramainya kasus di media sosial pada Desember 2025. Saat itu, sebuah akun Threads mengunggah foto Shandy Aulia disertai narasi yang menuduhnya memiliki hubungan dengan seorang pejabat BNN.
Nama Suyudi Ario Seto yang saat itu menjabat Kepala BNN kemudian ikut terseret dalam percakapan warganet. Namun, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan terkait isu ini.
Di sisi lain, sebagian warganet membela Shandy dengan menyinggung sejumlah bisnis yang pernah dijalankannya. Akun @arawaindah55, misalnya, menyebut sejumlah usaha yang dikaitkan dengan Shandy.
"Shandy Aulia emang udah kaya dari dulu. Cari aja: Shandy Aulia Collection (SAC), Ms. Claire Jewelry, SA Naturel, Clairish Baby Hair Growth, Geprek Say, I Say Moo, SA Bridal, sampai Aulia Slimming Herbal. Gurita bisnis," tulis akun tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Shandy Aulia terkait rumor tersebut. Belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan bahwa pesan ancaman kepada pengguna Threads itu dikirim oleh pihak tertentu yang secara resmi mewakili AJI atau AMSI.
Baca Juga: Babak Baru,SDHI Resmi Kelola Bandara Dhoho Kediri Secara Mandiri
Baca Juga: Alumni Dempo 2001 Kembali Setelah 25 Tahun, Nostalgia dan Kontribusi Nyata bagi Almamater