JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Wujudkan RT Berkelas Tak Harus Tunggu Pemerintah, Warga Tasikmadu Swadaya Bangun Bank Sampah

Reporter: Riski Wijaya • Editor: Dede Nana
📅 3 Oktober 2026, 17:52 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Mewujudkan lingkungan yang tertata tidak selalu harus menunggu program atau kebijakan dari pemerintah. Warga RT 07 RW 04 Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, membuktikannya melalui inisiatif membangun bank sampah secara swadaya.

Inisiatif tersebut lahir dari kesadaran warga untuk menangani persoalan sampah dari lingkungan paling dekat, yakni tingkat rukun tetangga. Warga tidak hanya mengandalkan pengangkutan sampah, tetapi mulai mendorong pemilahan dan pengelolaan dari sumbernya.

"Bangkitan sampah itu menjadi sebuah hal yang tak dapat kita hindari. Kalau hanya menunggu petugas pemerintah mengangkut sampah, tanpa diimbangi dengan kesadaran dalam mengelola sampah, rasanya akan susah mencapai kebersihan," ujar Koordinator Bank Sampah, Ripkianto, Sabtu (3/10/2026).

Bank sampah kemudian menjadi bagian dari upaya warga membangun lingkungan yang lebih bersih sekaligus memiliki nilai manfaat. Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai barang buangan dipilah agar sebagian dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai ekonomi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konsep RT berkelas tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya intervensi pemerintah. Kemandirian warga dan kemauan untuk bergerak bersama juga menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman.

Di RT 07 RW 04, pengelolaan sampah menjadi ruang bagi warga untuk terlibat langsung. Aktivitas tersebut sekaligus membangun kebiasaan agar persoalan lingkungan tidak sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan.

"Ini pertama kami awali dengan mengumpulkan sampah anorganik, sembari mengumpulkan anggaran untuk membeli pengolah kompos," jelas Ripki sapaan akrabnya. 

Konsep swadaya juga membuat program tersebut tumbuh dari kebutuhan warga sendiri. Dengan begitu, pengelolaan bank sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan menjadi kebiasaan bersama di lingkungan permukiman.

"Sengaja kami bikin sederhana, dari bambu dan sisa-sisa material bangunan. Tujuannya agar ramah lingkungan saja," imbuhnya. 

Keberadaan bank sampah menjadi contoh bahwa perubahan di tingkat lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana. Ketika warga memiliki kepedulian yang sama, persoalan sampah dapat dihadapi secara kolektif tanpa selalu menunggu program baru dari pemerintah.

"Program RT Berkelas itu bukan hanya kebijakan pemerintah. Namun juga harus dimaknai sebagai ikhtiar untuk membangun Kota Malang yang aman dan nyaman, termasuk dimulai dari lingkungan terkecil di tingkat RT," tuturnya.

Inisiatif warga Tasikmadu tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung tata kelola lingkungan. Pemerintah dapat memberikan dukungan, tetapi keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan warga sebagai pelaku utama.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan membangun RT yang tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Bank sampah menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut.

Dari tingkat RT, gerakan kecil seperti pemilahan sampah dapat berkembang menjadi budaya lingkungan yang lebih luas. Warga tidak sekadar menjadi penerima kebijakan, tetapi mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi sendiri.

"Kalau bisa menginspirasi ya syukur, namun setidaknya kami sudah mencoba dari lingkungan kami sendiri untuk berbenah dan berdampak," pungkas Ripki.

Apa yang dilakukan warga RT 07 RW 04 Tasikmadu menjadi gambaran bahwa lingkungan yang berkelas tidak selalu lahir dari proyek besar. Kemandirian, gotong royong, dan konsistensi warga justru menjadi fondasi yang membuat sebuah program bisa bertahan.

Baca Juga: Ancaman Kekeringan akibat Super El Nino Diprediksi Bisa Berlangsung hingga 2028

Baca Juga: Sungai Brantas Mendadak Ungu Gelap, DLH Kota Malang Sisir 12 Industri hingga Muncul Dugaan dari Pabrik Kulit

Topik Terkait
# bank sampah# rt berkelas# kota malang

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap