JATIMTIMES – Kekayaan budaya di Kota Batu turut menjadi magnet wisata. Salah satunya industri kerajinan batik. Di antara beberapa produk dengan lokalitasnya yang unik, Batik Olive dari Kelurahan Temas telah eksis menjadi percontohan bagaimana inovasi seni mampu berpadu harmonis dengan kelestarian lingkungan.
Berawal dari ketelatenan dan kecintaan mendalam pada kriya kain Nusantara sejak era 1990-an, Batik Olive kini tumbuh menjadi salah satu ikon kerajinan kebanggaan Kota Batu. Di tangan dingin Iwan Airawan, rumah produksi di Kelurahan Temas ini berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi mampu berkembang makin anggun saat berpadu dengan sentuhan modern.
Didirikan sejak 1995 dan meraih legalitas resmi tahun 2000, Batik Olive memiliki keunggulan utama yang terletak pada karakteristik motif batik lawasan. Motif yang klasik dipadukan secara artistik dengan balutan sentuhan bordir pada helai kain batik tulis.
Perpaduan unik tersebut menciptakan identitas visual baru yang khas, hingga mengantarkan Iwan Airawan meraih penghargaan bergengsi Upakarti dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009 silam.
"Keunggulan utama dari Batik Olive ini terletak pada karakteristik batik lawasan yang dipadukan dengan inovasi baru berupa bordir pada batik tulis. Kami pernah mendapatkan penghargaan Upakarti sebagai bentuk apresiasi sebagai pelestari budaya dari presiden SBY," ujar Iwan saat ditemui awak media, belum lama ini.
Selain memprioritaskan estetika kualitas busana, rumah produksi Batik Olive turut menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan memproses ulang sisa lilin malam batik.
Iwan membeberkan bahwa potongan kain perca sisa jahitan juga dimanfaatkan secara kreatif menjadi aneka produk kerajinan tangan (handmade) seperti kalung, tas, hingga dompet yang bernilai ekonomis tinggi.
"Perca batik ini masih bisa dibuat sebagai handmade seperti kalung, tas, hingga dompet. Semoga keberadaan Batik Olive menjadi inspirasi bagaimana tradisi, inovasi modern, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan," pungkas Iwan.
Kini galeri rumah produksi yang bertempat di Jalan Terusan Agus Salim Gang Pesantren 2 Nomor 5i Kelurahan Temas tidak hanya menjadi jujugan belanja fashion, melainkan juga pusat edukasi membatik bagi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Osob Kiwalan Mulai Tergerus, Kapolresta Malang Kota Gandeng Tokoh Lintas Sektor Bahas Pelestariannya
Baca Juga: Linkin Park: Unshatter - Film Dokumenter Kebangkitan Band Setelah Kepergian Chester