JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

PPSN VI 2026, Menag Tekankan Pentingnya Karakter dan Penguasaan Bahasa Global bagi Santri

Reporter: Muhammad Choirul Anwar • Editor: A Yahya
📅 2 Oktober 2026, 09:25 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar secara resmi membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-6 Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026) malam.

Dalam arahannya, Menag menggarisbawahi pentingnya penguatan karakter spiritual sekaligus penguasaan kompetensi global bagi para santri.

Ajang kepramukaan tingkat nasional yang berlangsung hingga 6 Oktober 2026 ini mempertemukan Pramuka Santri dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain mempererat persaudaraan, helatan lima tahunan ini diisi dengan beragam kompetisi keterampilan, penguatan kepemimpinan, aksi sosial, hingga program pelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat. Santri dituntut untuk adaptif, berwawasan luas, serta menguasai keterampilan komunikasi dan bahasa internasional agar siap menjawab tantangan zaman di kancah global.

Di samping penguasaan bahasa dan ilmu pengetahuan, Menag menyebutkan bahwa nilai kesantrian dan kepramukaan memiliki titik temu yang kuat dalam membentuk mentalitas generasi muda yang disiplin, mandiri, dan berjiwa sosial tinggi.

“Seorang kader Pramuka jangan suka membuat orang resah, tetapi harus membuat situasi menjadi gampang, menjadi mudah. Seorang kader Pramuka tidak boleh mencari masalah dan membesar-besarkan masalah,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia mengingatkan peserta agar bijak menyikapi persoalan di masyarakat serta tidak mendramatisasi masalah kecil yang dapat memicu keresahan publik.

“Seorang Pramuka tidak boleh mendramatisasi sesuatu yang kecil menjadi besar. Itu bisa merusak bangsa. Jadilah moderator, bukan provokator,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Menag, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memotivasi para peserta agar percaya diri dalam meraih cita-cita tanpa batas. Menurutnya, paduan pendidikan pesantren dan kepramukaan merupakan fondasi ideal untuk melahirkan SDM unggul.

“Saya yakin para santri luar biasa semuanya. Insyaallah, kalian akan menjadi ulama-ulama yang mendunia, menjadi pebisnis-pebisnis yang luar biasa, dan menjadi intelektual yang mampu memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Khofifah.

Pembukaan PPSN VI 2026 ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, beserta jajaran. Pada ajang ini, Kontingen Jawa Timur menerjunkan 74 personel yang terdiri atas 64 peserta dan 10 pendamping.

Melalui rangkaian kegiatan PPSN ke-6 ini, para santri diharapkan tidak hanya mengasah kecakapan kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi berkarakter, berdaya saing global, serta cinta tanah air. 

Baca Juga: Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri, Pemkot Batu Bangun TPS di Pesanggarahan

Baca Juga: Hadir di Ponpes Sunan Drajad Lamongan, Wamentrans Gandeng Pesantren Kelola Potensi Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Topik Terkait
# menag# nasaruddin umar# perkemahan pramuka santri# khofifah indar parawansa

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap