JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kenali 14 Motif Batik Khas Jawa Timur dan Makna Filosofinya

Reporter: Mutmainah J • Editor: Dede Nana
📅 1 Oktober 2026, 18:59 WIB • ⏱️ 6 menit baca

JATIMTIMES - Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat kekayaan batik Indonesia. Salah satu daerah yang memiliki keragaman batik adalah Jawa Timur.

Hampir setiap daerah di Jawa Timur mempunyai karakter batik tersendiri. Motifnya tidak hanya berupa corak dekoratif, tetapi juga banyak mengambil inspirasi dari lingkungan, kekayaan alam, budaya, hingga kehidupan masyarakat setempat.

Perkembangan batik di Jawa Timur disebut telah berlangsung sejak abad ke-13. Madura dan Tuban bahkan dikenal sebagai wilayah yang mempunyai sejarah panjang dalam tradisi pembuatan batik.

Lantas, apa saja batik khas Jawa Timur dan makna yang terkandung di balik motifnya? Berikut beberapa di antaranya.

1. Batik Tuban

Batik Tuban memiliki sejumlah motif yang cukup dikenal, salah satunya Lok Chan. Selain itu, ada pula motif Macanan dan Guntingan.

Warna yang banyak dijumpai pada batik Tuban antara lain biru tua, merah, dan kuning. Coraknya juga mendapat pengaruh budaya Tionghoa yang berkembang dalam sejarah masyarakat setempat.

Keunikan lainnya terletak pada kain yang digunakan. Batik Tuban tradisional menggunakan kain yang dibuat dari kapas melalui proses pemintalan dan penenunan secara langsung. Prosesnya dapat berlangsung hingga sekitar dua bulan.

Kain tersebut dikenal sebagai kain gedog, nama yang berasal dari bunyi yang terdengar dari bagian belakang kayu pada alat tenun ketika digunakan.

2. Batik Pacitan

Batik Pacitan atau yang juga dikenal sebagai Batik Lorok banyak mengambil inspirasi dari flora dan fauna yang ada di sekitar daerah tersebut.

Salah satu motif yang cukup populer adalah Pace Pacitan. Motif ini memadukan sejumlah unsur, seperti tanaman pace, ayam bekisar, ikan laut, kacang tanah, serta bunga matahari.

Dalam perkembangannya, motif Pace kemudian dibuat dalam beberapa variasi, di antaranya Pace Ceplok, Pace Galaran, dan Pace Sido Luhur.

3. Batik Madura

Madura mempunyai tradisi batik yang sudah berlangsung cukup lama. Batik tulis Madura disebut telah dikenal sejak abad ke-16.

Salah satu karakter yang mudah dikenali dari batik Madura adalah penggunaan warna yang cerah dan mencolok. Motifnya juga beragam, seperti Sekarjagat, Daun Memba atau Daun Mojo, Gorek Basi, Keraben Sapeh, Kempeng Salarderih, dan Padih Kepa'i.

Dalam perkembangannya, batik Madura juga memperoleh pengaruh dari tradisi batik Yogyakarta dan Solo.

Salah satu yang dikenal memiliki sejarah panjang adalah Batik Madura Tanjung Bumi, yang disebut-sebut telah berkembang sejak abad ke-13.

4. Batik Tulungagung

Batik Tulungagung memiliki karakter warna yang cukup khas. Warna hitam dan cokelat banyak digunakan sebagai warna dominan, kemudian dipadukan dengan corak berwarna kuning keemasan.

Secara umum, batik khas Tulungagung terbagi dalam tiga ragam, yakni Batik Bangoan, Batik Majanan, dan Batik Kalangbret.

Ketiganya menjadi bagian dari kekayaan tradisi batik yang berkembang di Tulungagung.

5. Batik Kediri

Batik Kediri mulai dirintis sekitar tiga dekade lalu. Seiring perkembangannya, muncul berbagai motif yang mengangkat identitas daerah.

Beberapa motif yang dikenal antara lain Sawung Tunjung Tejamaya, Padma Loka Moksa, Jaranan atau Kuda Lumping, Gunung Kelud, Anak Gunung Kelud, Monumen Simpang, Mangga Podang, dan Nanas Podang.

Beragam motif tersebut memperlihatkan bagaimana unsur budaya, kesenian, ikon daerah, hingga hasil pertanian dapat dituangkan ke dalam kain batik.

6. Batik Gresik

Batik Gresik banyak mengangkat berbagai ikon yang lekat dengan daerah tersebut. Salah satunya adalah Loh Bandeng, yang terinspirasi dari ikan bandeng sebagai salah satu komoditas dan identitas Gresik.

Selain Loh Bandeng, terdapat motif Rusa Bawean, Bakau, Sekar Pudak, Betoyo Guci, dan Mahkota Giri Kedaton.

Motif-motif tersebut menggambarkan kekayaan alam sekaligus unsur budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Gresik.

7. Batik Lamongan

Tradisi batik Lamongan salah satunya berkembang dari Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran.

Batik Lamongan mempunyai beragam motif, di antaranya Burung Slempang, Bandeng Lele, Gapuro Tanjung Kodok, Kepiting, Kumbang, serta berbagai bentuk tumbuhan dan bunga.

Selain motif, filosofi warna juga menjadi bagian menarik dari batik Lamongan. Warna putih dimaknai sebagai alam kandungan, merah menggambarkan alam dunia, sedangkan hitam merepresentasikan alam akhirat.

8. Batik Surabaya

Sebagai kota besar dengan sejarah dan budaya yang beragam, Surabaya juga mempunyai identitas batik sendiri.

Batik Surabaya dibuat menggunakan teknik batik tulis maupun batik cap. Sejumlah motif yang dikenal antara lain Kembang Semanggi, Sawunggaling, Cheng Ho, Ujung Galuh, dan Mangrove.

Pada perkembangannya, hingga 2022 terdapat sejumlah motif baru yang mulai digunakan, yaitu Sparkling, Kintir-kintiran, Abhi Boyo, Gembili Wonokromo, Kembang Bungur, dan Remo Surabayan.

9. Batik Jember

Batik Jember cukup mudah dikenali karena banyak mengangkat komoditas dan kekayaan alam yang menjadi ciri daerah tersebut.

Beberapa unsur yang kerap dituangkan dalam motif batik Jember antara lain tembakau, kakao, kopi, bambu, buah naga, burung, dan kupu-kupu.

Motif tembakau menjadi salah satu yang sering dijumpai. Daun tembakau digambarkan di atas kain katun menggunakan canting dengan pengembangan desain yang bersifat bebas dan kontemporer.

10. Batik Bojonegoro

Bojonegoro mempunyai banyak motif batik yang mengangkat karakter daerah. Beberapa di antaranya adalah Sekar Jati, Rancak Thengul, Mliwis Mukti, Sata Gondo Wangi, Pari Sumilak, Parang Lembu Sekar Rinambat, Perang Dahono Munggal, Gatra Rinonce, Belimbing Lining Lima, Pelem-pelem Sumilar, Woh Roning Pisang, dan Surya Salak Kartika.

Keberagaman tersebut menunjukkan banyaknya unsur lokal yang menjadi sumber inspirasi bagi para perajin batik Bojonegoro.

11. Batik Magetan

Dua motif yang cukup dikenal dari Magetan adalah Pring Sedapur dan Sidomukti.

Motif Pring Sedapur menampilkan bentuk pohon bambu yang memanjang. Motif tersebut memiliki filosofi mengenai keharmonisan dalam kehidupan.

Sementara itu, motif Sidomukti memberikan kesan tenang dan formal sehingga kerap dikaitkan dengan busana untuk menghadiri berbagai acara resmi.

12. Batik Probolinggo

Batik Probolinggo merupakan bagian dari tradisi batik Pandalungan, yang berkembang dengan pengaruh berbagai daerah di kawasan Tapal Kuda, termasuk Pasuruan dan Situbondo.

Motifnya banyak menggambarkan kekayaan lokal. Inspirasi tersebut dapat berasal dari cerita rakyat, tradisi masyarakat, kesenian, hingga sumber daya alam yang ada di wilayah setempat.

13. Batik Sidoarjo

Batik Sidoarjo mempunyai beragam corak yang banyak menampilkan unsur flora dan fauna.

Salah satu motif yang cukup dikenal adalah motif merak. Dalam filosofi yang melekat padanya, merak menggambarkan kekuatan dan ketangguhan, sekaligus menunjukkan sisi keanggunan.

Motif flora dan fauna lainnya juga menjadi bagian dari perkembangan batik khas Sidoarjo.

14. Batik Banyuwangi

Banyuwangi menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mempunyai kekayaan motif batik cukup beragam.

Terdapat 21 motif batik Banyuwangi yang telah diakui secara nasional. Beberapa motif yang dikenal masyarakat antara lain Gajah Oling, Alas Kobong, Kangkung Setingkes, dan Kopi Pecah.

Motif-motif tersebut banyak mengambil inspirasi dari lingkungan, alam, serta karakter budaya masyarakat Banyuwangi.

Kekayaan Batik Jawa Timur

Beragam motif tersebut menunjukkan bahwa batik Jawa Timur tidak memiliki satu karakter yang seragam. Setiap daerah mempunyai cara tersendiri dalam menuangkan sejarah, lingkungan, budaya, hingga potensi daerah ke dalam selembar kain.

Karena itu, Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengenakan batik, tetapi juga momentum untuk mengenal dan melestarikan berbagai motif batik daerah, termasuk yang berasal dari Jawa Timur.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Gratis Hari Batik Nasional 2026, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Baca Juga: Sejarah Hari Batik Nasional yang Diperingati Setiap 2 Oktober, Berawal dari Pengakuan UNESCO

Topik Terkait
# hari batik nasional# batik# batik khas jatim

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap