JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Reporter: Mutmainah J • Editor: A Yahya
📅 1 Oktober 2026, 17:16 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah. Ibadah ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Karena kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan, tanggal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh akan berbeda jika dikonversikan ke kalender Masehi. Lantas, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026?

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026

Pada Oktober 2026, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan pertengahan bulan Jumadil Ula 1448 H. Berdasarkan kalender yang menjadi rujukan, 1 Jumadil Ula 1448 H jatuh pada 12 Oktober 2026.

Dengan demikian, tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Ula 1448 H bertepatan dengan 24, 25, dan 26 Oktober 2026.

Berikut jadwal lengkapnya:

• Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadil Ula 1448 H

• Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadil Ula 1448 H

• Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadil Ula 1448 H

Rujukan jadwal Ayyamul Bidh 2026 yang disediakan BMM juga mencantumkan 24–26 Oktober 2026 sebagai jadwal puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Jumadil Ula 1448 H. Kalender lain yang memuat konversi kalender Hijriah dan Masehi juga menunjukkan tanggal yang sama.

Namun, perlu diketahui bahwa kalender Hijriah dapat memiliki perbedaan tanggal di sejumlah wilayah atau lembaga. Hal tersebut berkaitan dengan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Karena itu, umat Islam dapat mengikuti kalender atau ketetapan yang menjadi rujukan masing-masing ketika hendak menjalankan puasa Ayyamul Bidh.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Sebelum menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam perlu menghadirkan niat untuk melaksanakan puasa sunnah karena Allah Ta'ala.

MUI menjelaskan salah satu lafaz niat yang dapat digunakan pada malam hari, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامَ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ayyāmil-bīdhi sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: “Aku berniat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta'ala.”

Pada dasarnya, yang menjadi pokok dalam niat adalah menghadirkannya di dalam hati. Sementara pelafalan niat dengan lisan dapat dilakukan sebagai bentuk bantuan untuk menghadirkan niat tersebut.

Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah memiliki kelonggaran dalam waktu berniat. Berdasarkan penjelasan MUI yang merujuk pada pendapat ulama fikih, niat puasa sunnah masih dapat dilakukan sebelum waktu zawal atau sebelum matahari tergelincir, dengan syarat sejak terbit fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa.

Artinya, seseorang yang belum berniat pada malam hari masih dapat berniat pada pagi hari selama sejak waktu Subuh belum makan, minum, maupun melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026

Secara umum, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya, yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Berikut tata cara yang dapat dilakukan:

1. Menghadirkan niat

Niatkan dalam hati untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala. Niat dapat dilakukan sejak malam hari.

Jika belum sempat berniat pada malam hari, puasa sunnah masih memberikan kelonggaran untuk berniat sebelum zawal, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

2. Melaksanakan sahur

Sahur merupakan amalan yang dianjurkan sebelum menjalankan puasa. Selain menjadi bagian dari ibadah, sahur juga membantu tubuh mempersiapkan energi untuk beraktivitas sepanjang hari.

Menu sahur tidak harus berlebihan. Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, serta asupan air yang cukup dapat dipilih agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi selama menjalankan puasa.

3. Menahan diri sejak terbit fajar

Setelah masuk waktu Subuh, orang yang menjalankan puasa harus menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.

Puasa juga tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri.

Karena itu, orang yang berpuasa dianjurkan menjaga ucapan dan perilakunya, termasuk menghindari pertengkaran, perkataan buruk, serta kegiatan yang tidak memberikan manfaat.

4. Segera berbuka ketika Maghrib

Puasa berakhir ketika matahari terbenam dan waktu Maghrib telah masuk. Orang yang menjalankan puasa dianjurkan untuk segera berbuka.

Setelah menahan lapar dan haus sejak pagi, berbuka dapat dilakukan dengan makanan dan minuman secukupnya.

Dengan demikian, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 dapat dilakukan pada 24, 25, dan 26 Oktober 2026, yang bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Jumadil Ula 1448 H berdasarkan kalender yang menjadi rujukan.

Baca Juga: Doa tuk Orang Meninggal hingga Saat Takziah: Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Baca Juga: 5 Doa Kesembuhan yang Diajarkan Rasulullah SAW, Bisa Dibaca tuk Diri Sendiri atau Saat Menjenguk

Topik Terkait
# ayyamul bidh# puasal ayyamul bidh# jadwal puasa ayyamul bidh

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap