JATIMTIMES - Pakaian dalam merupakan salah satu jenis pakaian yang digunakan setiap hari sehingga kebersihan dan kondisinya perlu diperhatikan. Namun, tidak ada batas waktu mutlak yang mengharuskan celana dalam atau bra dibuang pada usia tertentu.
Skincare expert dr Yessica Tania menjelaskan masa pakai pakaian dalam tidak bisa hanya ditentukan berdasarkan hitungan bulan. Kondisi bahan, frekuensi penggunaan, cara mencuci, serta kebersihannya menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan.
“Sebenarnya nggak ada jawaban saklek kapan harus diganti. Bukan berarti tepat enam bulan lebih satu hari harus langsung diganti. Tapi biasanya memang perlu dievaluasi setelah enam sampai 12 bulan, tergantung frekuensi pakai dan kualitas bahannya,” jelas dokte Zie, sapaan akrabnya.
Menurut dia, celana dalam sebaiknya diganti setiap hari untuk menjaga kebersihan area genital. Bahan pakaian dalam juga perlu diperhatikan, terutama karena area tersebut cenderung lembap dan dapat berkeringat, misalnya setelah berolahraga.
Bahan katun menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan karena memiliki kemampuan menyerap kelembapan dengan baik.
“Bahan celana dalam yang terbaik, cotton. Bahan cotton itu dipercaya bisa menyerap dengan baik karena area di bawah itu lembap dan sering berkeringat, apalagi kalau kita habis workout,” imbuhnya.
Selain usia pemakaian, terdapat sejumlah tanda yang dapat menjadi pertimbangan untuk segera mengganti celana dalam. Di antaranya bahan yang semakin tipis, bentuk berubah, karet mulai longgar, warna berubah, hingga muncul noda atau bau yang tidak hilang meski sudah dicuci.
Kondisi pakaian dalam yang sudah sulit dibersihkan juga sebaiknya tidak diabaikan. Pasalnya, pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit sehingga kebersihan dan kondisi bahannya perlu menjadi perhatian.
“Kalau celana dalam kamu sudah ada noda atau bau yang setelah dicuci tidak hilang, terus bahannya lebih tipis, bentuknya berubah, karetnya melar, ini segera ganti,” tambah dokter Zie.
Sementara itu, penggunaan bra memiliki pertimbangan yang sedikit berbeda. Bra tidak harus langsung dibuang hanya karena telah digunakan selama beberapa bulan, tetapi kondisinya perlu dievaluasi, termasuk kemampuan menopang tubuh.
Dokter Zie menyebut bra berkualitas dapat digunakan sekitar enam bulan hingga dua tahun, tergantung perawatan, frekuensi penggunaan, serta jumlah bra yang dimiliki untuk bergantian.
“Untuk bra, intinya kalau misalnya kamu merasa tidak tersupport dengan baik, itu berarti kita sudah harus berpikir untuk ganti yang baru,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar bra tidak digunakan terus-menerus tanpa rotasi. Memberikan jeda penggunaan dan memiliki beberapa bra untuk bergantian dapat membantu menjaga kondisi pakaian dalam tetap baik.
Dengan demikian, angka enam bulan, satu tahun, atau dua tahun bukanlah batas kedaluwarsa yang berlaku mutlak untuk semua pakaian dalam. Kondisi fisik bahan dan kebersihannya menjadi indikator yang lebih penting dalam menentukan apakah pakaian dalam masih layak digunakan atau sudah waktunya diganti.
Baca Juga: Musik Bisa Bantu Rileks saat Skincare, Ini Hubungannya dengan Kesehatan Kulit
Baca Juga: 5 Tips Makeup Lebih Awet Tanpa Beli Produk Baru, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan