JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pemkot Batu Siapkan 8 Ruang Kreatif bagi Seniman Mural, Dari Pasar Among Tani hingga Alun-Alun

Reporter: Prasetyo Lanang • Editor: A Yahya
📅 26 September 2026, 14:03 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Batu menyiapkan delapan titik lokasi khusus sebagai ruang kreatif bagi para seniman, khususnya pelaku seni mural. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk menata keindahan kota sekaligus mengikis maraknya sampah visual seperti banner usang, reklame lapuk, dan aksi vandalisme di sepanjang jalur protokol.

Adapun delapan lokasi aset Pemkot Batu yang ditetapkan sebagai ruang kreatif yakni Hutan Kota Bondas, Alun-Alun Kota Batu, PLUT KUMKM, Pasar Induk Among Tani, Galeri Raos, Sendratari Arjuna Wiwaha, Batu Tourism Center (BTC), dan Lippo Plaza Batu.

Baca Juga : 152 Ribu Pekerja Informal di Kota Malang Belum Terlindungi, UMKM Jadi Salah Satu Sasaran

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni membeberkan bahwa karya mural lingkungan difokuskan pada pesan-pesan ekologis guna menyambut Hari Jadi Kota Batu ke-25.

"Kami di World Cleanup Day ini selain bersih-bersih sampah fisik juga menertibkan sampah visual dan advertising. Mural berbeda dengan vandalisme karena memiliki pesan dan tema. Di Pasar Among Tani ini nanti temanya soal lingkungan sebagai penanda ruang kreatif seni," ujar Dian.

Dian menjelaskan bahwa penyediaan ruang kreatif ini juga menyasar subsektor seni budaya lain, seperti pemanfaatan Sendratari Arjuno Wiwaha untuk pertunjukan seni tradisi.

Mengenai skema pembiayaan, Pemkot Batu tidak menerapkan sistem pembayaran per meter persegi, melainkan memberikan dukungan berupa stimulan berupa penyediaan bahan cat, lokasi pamer, hingga dana operasional selama proses pembuatan karya.

Baca Juga : Masih Eksis Diburu Penikmat Jajanan Sehat, Ini 3 Tempat Kukusan Polo Pendem Primadona Warga Kota Batu

Pihak DLH Kota Batu akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) guna menginventarisir para perupa dan komunitas desain komunikasi visual yang akan terlibat dalam program beautifikasi kota tersebut.

"Ini semacam stimulan saja, kami menyediakan cat, space, dan operasional kegiatan. Kami akan berkoordinasi dengan Komite Ekonomi Kreatif untuk merangkul kawan-kawan perupa yang berpotensi," pungkasnya.

Topik Terkait
# dian fachroni# dlh kota batu# mural

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap