JATIMTIMES - Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam ratusan peristiwa gempa bumi pada penghujung September 2026. Ratusan gempa bumi tersebut tersebar pada sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menuturkan, ratusan gempa bumi yang terekam pada penghujung September 2026 tersebut terjadi pada periode tanggal 18-24 September 2026.
Baca Juga : Ketika Energi Surya dan Baterai Mengubah Peta Industri Indonesia
"Total gempa yang terjadi pada periode tersebut sebanyak 105 kejadian," ujarnya kepada JatimTIMES pada Jumat, 25 September 2026.
Ricko menyebut, ratusan gempa bumi yang terjadi pada periode penghujung September 2026 tersebut disebabkan karena subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia serta pergerakan patahan atau sesar lokal.
"Magnitudo gempa yang terjadi pada periode ini berkisar antara M 1.08 sampai dengan M 4.07," imbuhnya.
Berdasarkan kedalamannya, disampaikan Ricko, ratusan gempa bumi yang terjadi pada periode penghujung September 2026 tersebut didominasi oleh gempa dangkal atau gempa yang terjadi pada kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut.
"Gempa bumi dangkal yang terjadi pada periode ini sebanyak 75 kejadian," tuturnya.
Sementara itu, untuk 30 gempa bumi lainnya merupakan gempa bumi menengah. Artinya, pada penghujung September 2026 ini nihil kejadian gempa bumi dalam.
Baca Juga : Mahasiswa dan Bunuh Diri: Ada Apa dengan Kota Pendidikan?
Penjelasannya, gempa bumi menengah ialah gempa yang terjadi pada kedalaman antara 60-300 kilometer dari permukaan laut. Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang terjadi pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut.
"Tidak ada kejadian gempa yang dapat dirasakan langsung pada periode ini," imbuhnya.
Secara frekuensi, dijabarkan Ricko, gempa bumi pada periode ini paling banyak terjadi pada tanggal 20 September. Sementara untuk frekuensi terendahnya terjadi pada tanggal 19 September.
"Catatan frekuensi gempa bumi tertinggi pada 20 September tersebut terjadi sebanyak 19 gempa. Sedangkan frekuensi terendah pada 19 September tersebut terjadi sembilan kejadian gempa," pungkasnya.