JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Profil Moh Zaki Ubaidillah: Pebulu Tangkis Penentu Emas Asian Games 2026

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: A Yahya
📅 25 September 2026, 13:40 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Tiga tahun lalu, Moh Zaki Ubaidillah masih bertarung di level Sirkuit Nasional (Sirnas). Kamis (24/9/2026) malam WIB, nama pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu justru menjadi penentu emas Indonesia di Asian Games 2026.

Ubed turun sebagai tunggal putra pada partai kelima final beregu putra melawan China. Saat itu kedudukan kedua tim imbang 2-2. Artinya, kemenangan Ubed akan langsung menentukan peraih medali emas.

Baca Juga : RAPBD 2027, Demokrat DPRD Jatim Soroti Target PAD hingga Ancaman Kekeringan

Pebulu tangkis berusia 19 tahun tersebut mampu menjawab tekanan. Ubed mengalahkan Weng Hongyang dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13.

Indonesia pun menang 3-2 atas China sekaligus mengamankan emas pertama Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Perjalanan Ubed menuju panggung sebesar itu terbilang panjang. Ia mulai memegang raket sejak masih berusia empat tahun dan mengawali kariernya dari klub lokal sebelum akhirnya bergabung dengan PB Djarum.

Ubed lahir di Sampang, Madura, 26 Juni 2007. Ketertarikannya terhadap bulu tangkis sudah terlihat sejak kecil.

Sang ayah, Bambang Suharyadi, menjadi orang yang mengarahkan Ubed untuk menekuni olahraga tersebut. Saat masih duduk di TK, Ubed sudah bergabung dengan PB Rahmat Pati.

Dari Pati, Ubed kemudian melanjutkan latihan di sejumlah tempat, termasuk Gresik dan Surabaya.

Kesempatan untuk masuk ke salah satu klub bulu tangkis besar Indonesia datang pada 2019. Ubed lolos tes dan bergabung dengan PB Djarum Kudus. Perkembangannya mulai terlihat beberapa tahun kemudian.

Tahun 2023 menjadi salah satu titik istimewa dalam perjalanan Ubed. Ketika itu, ia tampil di kelompok tunggal taruna putra pada rangkaian Sirnas.

Di Sirnas A Jawa Barat 2023, Ubed bahkan mampu menundukkan unggulan pertama Jaden Abdullah Usman Putra Ayus di final dengan skor 21-14, 21-12. Hasil itu membuat Ubed keluar sebagai juara tunggal taruna putra.

Pada tahun yang sama, Ubed juga meraih sejumlah gelar Sirnas di Bandung, Surabaya, Banten serta Sirnas Premier Jakarta.

Prestasi tersebut berlanjut di Kejurnas PBSI 2023. Ubed kemudian mendapat kesempatan mengikuti Seleksi Nasional untuk memperebutkan tempat di Pelatnas Cipayung.

Namun langkahnya belum sampai ke Pelatnas. Ubed terhenti di perempat final Seleknas 2023.
Kegagalan tersebut tidak membuat perjalanannya berhenti.

Tahun 2024 menjadi fase istimewa berikutnya. Ubed mulai mengumpulkan prestasi di level internasional dan nasional.

Ia meraih gelar Indonesia Masters Super 100. Ubed juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang memenangkan Piala Suhandinata 2024 di Nanchang, China.

Di level nasional, ia turut mempersembahkan medali emas PON XXI Aceh-Sumut untuk Jawa Tengah dari nomor beregu putra.

Kerja keras Ubed akhirnya berbuah tiket menuju Pelatnas. Pada akhir 2024, namanya masuk sebagai bagian dari skuad tunggal putra Indonesia.

Baca Juga : Dua Unggulan Ganda Campuran dan Dua Tunggal Putra Indonesia Lolos Perempat Final SIC 2026

Sejak saat itu, panggung Ubed semakin besar. Ia mendapat kesempatan tampil di Piala Sudirman 2025 dan mencatat kemenangan atas Nadeem Dalvi dari Inggris di fase grup.

Perjalanan Ubed bersama tim nasional terus berkembang pada 2025. Pada SEA Games 2025, ia memperkuat tim putra Indonesia dan ikut menyumbangkan emas. Ubed menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia setelah mengalahkan Justin Hoh pada partai ketiga.

Memasuki 2026, prestasinya kembali meningkat. Ubed merebut gelar Thailand Masters 2026. PBSI mencatat Moh. Zaki Ubaidillah sebagai juara sektor tunggal putra pada ajang BWF Super 300 tersebut. Gelar itu menjadi salah satu modal Ubed sebelum tampil di Asian Games 2026.

Asian Games 2026 menjadi panggung berbeda bagi Ubed. Untuk pertama kalinya, ia tampil di ajang multi-event terbesar di Asia tersebut. Kesempatan itu langsung berubah menjadi momen penting dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.

Di final beregu putra, Indonesia sempat tertinggal 0-2 dari China. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi, kemudian pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga takluk dari Liang Wei Keng/Wang Chang.

Indonesia kemudian bangkit. Alwi Farhan menyumbang angka pertama, disusul kemenangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di nomor ganda putra. Skor menjadi 2-2.

Ubed kemudian masuk lapangan sebagai penentu. Menghadapi Weng Hongyang, Ubed sempat mendapat tekanan ketat di gim pertama. Ia akhirnya menang 23-21. Gim kedua berjalan lebih terkendali dan ditutup dengan kemenangan 21-13. Poin tersebut memastikan Indonesia menang 3-2 sekaligus membawa pulang medali emas.

Usai pertandingan, Ubed mengaku sangat senang karena penampilan perdananya di Asian Games langsung berakhir dengan emas.

"Pastinya senang banget, apalagi ini pertama kali saya debut di Asian Games. Terus ada dua kali penentu juga, jadi penentu," ujar Ubed.

Ia juga mengungkapkan komunikasi dengan tim sebelum pertandingan menjadi bagian penting untuk menjaga keyakinannya.

"Ya dari awal udah diskusi juga sama tim, terus meyakinkan bahwa kita tuh masih bisa, masih bisa berjuanglah sampai akhir. Alhamdulillah hasilnya bisa diberi kemenangan dan dikasih podium satu," tuturnya.

Dengan hasil tersebut, Tim nasional (timnas) bulu tangkis putra Indonesia berhasil meraih medali emas perdana di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan di kompetisi beregu kategori putra tersebut sekaligus mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun. Pasalnya Timnas bulu tangkis terakhir meraih emas pada tahun 1998. 

Profil Moh Zaki Ubaidillah

• Nama: Moh. Zaki Ubaidillah
• Nama panggilan: Ubed
• Tempat, tanggal lahir: Sampang, Madura, 26 Juni 2007
• Orang tua: Bambang Suharyadi dan Haryanti
• Klub: PB Djarum Kudus
• Posisi: Tunggal putra. 

Topik Terkait
# moh zaki ubaidillah# ubed# asian games 2026# kontingen indonesia# emas pertama asian games

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap