JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

1.534 Hektare Hutan di Gunung Kawi Terbakar, Pemadaman Terkendala Cuaca

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: Nurlayla Ratri
📅 20 September 2026, 19:09 WIB ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur kembali meluas. Meski demikian, kobaran api maupun kepulan asap dampak kebakaran telah mulai terkondisikan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan melalui sistem pengumpulan koordinat, luas area yang terbakar tersebar pada dua kawasan. Beberapa kawasan yang terdampak kebakaran tersebut meliputi Pos Lapang Merkusi dan Pos Lapang Selorejo.

Baca Juga : Tumpukan Kayu Terbakar, SMP Negeri 7 Malang Dilanda Kebakaran

"Luas area yang terbakar di Pos Lapang Merkusi kurang lebih 385 hektare, sedangkan di Pos Lapang Selorejo seluas kurang lebih 1.149 hektare. Total luas area yang terbakar kurang lebih 1.534 hektar," ujar Sadono.

Sesuai rencana, disampaikan Sadono, pada hari Minggu, 20 September 2026 upaya pemadaman kebakaran bakal dilanjutkan dengan monitoring visual. Kegiatan monitoring oleh sejumlah personel gabungan tersebut bakal menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.

"Monitoring visual dilakukan melalui Pos Merkusi Precet, Kecamatan Wagir serta Pos AJU dan pengamatan di Selorejo, Kecamatan Dau," bebernya.

Upaya monitoring tersebut dilakukan menyusul pantauan terbaru yang menunjukkan titik api telah mulai terkondisikan sejak Sabtu, 19 September 2026. Berdasarkan observasi dan upaya pemadaman di lapangan pada saat itu sudah tidak ditemukan nyala api besar maupun asap tebal dampak kebakaran.

"Namun demikian masih perlu dilakukan observasi darat dan pendinginan melalui udara atau water bombing," imbuhnya.

Baca Juga : Syarat Calon Ketua KONI Blitar Tak Pernah Terlibat Perkara Hukum, Elim Justru Punya Jejak Laporan Polisi

Belakangan diketahui, upaya pemadaman lanjutan melalui udara menggunakan metode water bombing tersebut disebabkan karena terkendala cuaca. Alhasil, upaya water bombing pada Sabtu kemarin hanya berlangsung tiga kali. Padahal pada upaya water bombing sebelumnya yakni pada hari Jumat telah dilakukan sebanyak 16 kali.

"Pemadaman udara melalui water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur tersebut hanya bisa dilakukan sebanyak tiga kali karena terkendala cuaca mendung," pungkasnya.

Topik Terkait
# kabupaten malang# kebakaran hutan# gunung kawi

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap