JATIMTIMES — Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Timur, Husnul Aqib, menggelar Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika bertajuk Jembatan Toleransi dan Keberagaman Indonesia di Grand Hotel Mahkota Lamongan, Minggu (20/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Husnul Aqib mengajak peserta untuk merawat persaudaraan sesama umat Islam maupun persaudaraan kebangsaan sebagai fondasi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Negara kita terdiri atas beragam suku, agama, ras, bahasa, dan budaya. Keragaman itu bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan besar yang harus dijaga bersama demi persatuan bangsa,” ujar Husnul Aqib.
Menurutnya, nilai Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan musyawarah ketika menghadapi perbedaan.
Hadir sebagai pemateri, Ali Mahfudl dan Rislu Mukhtadi. Ali Mahfudl dalam paparannya menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan lintas kelompok di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Persatuan tidak cukup hanya menjadi slogan. Ia harus dibuktikan melalui kebiasaan saling menyapa, saling membantu, menghormati keyakinan orang lain, dan menyelesaikan persoalan dengan hati yang lapang,” kata Ali Mahfudl.
Sementara itu, Rislu Mukhtadi menyoroti tantangan menjaga kebhinekaan pada era digital. Ia mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga : Argireline Ramai Dipakai untuk Garis Halus, Benarkah Bisa Gantikan Botox? Ini Penjelasannya
“Ruang digital dapat mempererat persaudaraan, tetapi juga bisa memicu perpecahan apabila digunakan tanpa tanggung jawab. Karena itu, setiap warga perlu menyaring informasi, menolak ujaran kebencian, dan menghadirkan narasi yang menyejukkan,” tegas Rislu Mukhtadi.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diharapkan semakin memahami bahwa toleransi, persatuan, dan gotong royong merupakan modal penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.