World Cleanup Day 2026, Pemkot Blitar Gerakkan 500 Orang Bersihkan Kali Lahar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
18 - Sep - 2026, 04:25
JATIMTIMES – Ratusan orang turun ke aliran Kali Lahar, Jalan Bakung, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jumat (18/9/2026) pagi. Mengenakan sepatu bot dan sarung tangan, mereka menyisir sungai, mengangkat sampah, hingga membersihkan tumbuhan liar yang memenuhi sejumlah titik aliran air.
Aksi tersebut menjadi bagian dari peringatan World Cleanup Day 2026 yang digelar Pemerintah Kota Blitar. Hampir 500 orang terlibat. Mereka berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, Pramuka, Tagana, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.
Baca Juga : Viral Dugaan Korban KM Virgo Diberi Rp 500 Ribu dan Diminta Teken Surat Perjanjian, Ada Apa?
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin dalam kegiatan tersebut diwakili Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar Tri Iman Prasetyono. Kegiatan diawali dengan apel sekitar pukul 06.30 WIB sebelum peserta bergerak membersihkan Kali Lahar.
Tri Iman mengatakan, keterlibatan berbagai unsur menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Gerakan bersama diperlukan, tetapi perubahan paling mendasar justru harus dimulai dari kebiasaan setiap individu.
“Semua bekerja sama, seluruh unsur. Dari ASN, Polri, TNI, organisasi kemasyarakatan seperti Pramuka, Tagana, kemudian masyarakat juga banyak sekali. Kurang lebih hampir 500 orang yang mengikuti,” kata Tri Iman.
Menurut dia, Kali Lahar dipilih sebagai fokus kegiatan kali ini. Namun, membersihkan sampah dari sungai bukan satu-satunya tujuan. Pemkot ingin aksi tersebut menjadi sarana edukasi yang terlihat langsung oleh masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Masyarakat yang melihat kegiatan ini kami harapkan tumbuh kesadarannya untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau sampah dibuang seenaknya ke sungai, pada akhirnya harus dibersihkan kembali. Karena itu, yang paling penting adalah membangun kesadaran bersama,” kata Tri Iman.
Dari Aksi Sehari Menjadi Kebiasaan

Tri Iman menekankan, persoalan kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran itu bisa dimulai dari tindakan kecil, termasuk menyimpan sementara sampah ketika tidak menemukan tempat sampah.
“Misalnya kita makan permen, lalu tidak ada tempat sampah, bungkusnya sementara dimasukkan saku dulu. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini nanti tumbuh menjadi budaya bahwa membuang sampah harus pada tempatnya,” ujarnya.
Karena itu, World Cleanup Day tidak ingin berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut Tri Iman, kegiatan satu hari tersebut justru ditempatkan sebagai pemicu agar kepedulian terhadap lingkungan berlangsung setiap hari.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Perkuat Pembinaan Olahraga, 550 Peserta Sirkuit 3 IBCA MMA Jatim Berlaga di Bumi Bung Karno
Cakupan gerakan lingkungan ke depan juga tidak terbatas pada membersihkan sungai. Ketika persoalan sampah di suatu lokasi semakin terkendali, kegiatan dapat diarahkan pada aksi lain, seperti penghijauan dan penanaman pohon.
“World Cleanup Day ini tidak hanya sekadar sampah, tetapi bagaimana membersihkan udara, kemudian membersihkan air, dan macam-macam,” katanya.
Tri Iman menambahkan, lokasi kegiatan juga dapat berpindah sesuai kebutuhan lingkungan. Dengan pola tersebut, Pemkot Blitar berharap gerakan bersih lingkungan menjangkau lebih banyak kawasan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi Pemkot Blitar, aksi di Kali Lahar menjadi pengingat bahwa sungai yang bersih tidak cukup dijaga lewat kerja bakti setahun sekali. Kebersihan harus tumbuh menjadi kebiasaan bersama, dimulai dari disiplin setiap orang membuang sampah pada tempatnya.
“World Cleanup Day ini hanya satu hari dalam satu tahun. Jadi, kegiatan ini sebenarnya menjadi pemicu agar kesadaran masyarakat untuk memelihara kebersihan dan lingkungan terus tumbuh setiap hari,” pungkas Tri Iman.
