Batu Street Food Festival Ke-9 Dukung Batu Jadi Kota Kreatif Gastronomi, Nurochman Minta Segera Patenkan HAKI

17 - Sep - 2026, 01:47

Live Cooking mewarnai pembukaan Batu Street Food Festival ke-9 2026 di Balai Kota Among Tani Batu melibatkan 40 tenant. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Gelaran pesta kuliner tahunan Batu Street Food Festival (BSFF) ke-9 resmi dibuka di Balai Kota Among Tani pada Kamis (17/9/2026). Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu selama tiga hari tersebut menghadirkan 40 tenant kuliner berstandar hotel dan restoran berbintang untuk menyemarakkan HUT ke-25 Kota Batu.

Pembukaan festival kuliner ini berlangsung semarak dengan aksi live cooking langsung dari Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu di hadapan para pengunjung.

Baca Juga : Lahan Makam di Sukun Kota MalangTerbakar, Area Seluas 100 Meter Persegi Terdampak

Wali Kota Batu Nurochman memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PHRI Kota Batu yang menggelar BSFF secara mandiri tanpa sokongan dana APBD. Menurutnya, ekosistem kuliner ini menjadi pendukung vital dalam memperkuat posisi Kota Batu yang tengah diperjuangkan masuk dalam jajaran Kota Kreatif bidang Gastronomi versi UNESCO.

Guna memperkuat kepemilikan merek secara nasional, Nurochman mendorong agar panitia dan dinas terkait segera mendaftarkan BSFF ke portal OSS untuk mendapatkan kepastian Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

"BSFF ini menjadi salah satu event yang menjadi tulang punggung dari kulinari yang ada di Kota Batu. Ekosistem kuliner seperti inilah yang memperkuat posisi Kota Batu di tingkat nasional dan dunia, sehingga pendaftaran HaKI penting agar memiliki merek yang kuat," ujar Nurochman.

.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna memproses penetapan HaKI bagi BSFF. Pihaknya mengacungi jempol komitmen para pelaku usaha PHRI yang tetap aktif mempromosikan wisata gastronomi Kota Batu dalam kondisi apapun.

Onny menambahkan, momentum penguatan sektor gastronomi Kota Batu semakin kuat seiring dengan lolosnya jajanan tradisional Ladu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan pada tahun 2026.

"Kebetulan di tahun 2026 ini salah satu makanan khas Kota Batu, yakni jajanan Ladu dari ketan putih, berhasil mendapatkan sertifikat WBTB. Pengrajin dan maestronya aktif di Batu, sehingga kemarin di tingkat provinsi kami dinyatakan lolos," ungkap Onny.

Baca Juga : Musim Hujan 2026 Mulai Datang, Daerah Mana yang Lebih Dulu Diguyur Hujan?

Setelah fisik sertifikat WBTB tersebut resmi diterima, Disparta Kota Batu bakal menerbitkan anjuran wajib bagi seluruh pengelola hotel dan akomodasi wisata untuk menyajikan jajanan Ladu di setiap gelaran event maupun ruang display tamu.