5 Hewan Peliharaan yang Disebut Bisa Merasakan Tanda Sebelum Gempa, Ada Kucing dan Anjing
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
16 - Sep - 2026, 10:05
JATIMTIMES - Gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang sulit diketahui kapan akan terjadi. Guncangan yang muncul secara tiba-tiba bahkan bisa menimbulkan kerusakan parah dan membahayakan keselamatan apabila kekuatannya cukup besar.
Hingga saat ini, belum ada metode yang dapat memastikan kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi. United States Geological Survey (USGS) menjelaskan bahwa gempa tidak bisa diprediksi secara pasti. Para ilmuwan hanya dapat menghitung kemungkinan terjadinya gempa di wilayah tertentu dalam periode waktu tertentu.
Baca Juga : 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Ini Daftar Lengkapnya
Meski begitu, sejak lama muncul anggapan bahwa sejumlah hewan dapat merasakan perubahan tertentu sebelum gempa terjadi. Perilaku mereka bahkan dilaporkan berubah beberapa saat hingga beberapa hari sebelum aktivitas seismik.
Menariknya, beberapa hewan yang disebut memiliki kepekaan tersebut juga bisa dipelihara di rumah. Lantas, apa saja hewan yang kerap dikaitkan dengan kemampuan merasakan tanda sebelum gempa? Dilansir dari berbagai sumber, berikut hewan-hewan yang disebut bisa mendeteksi datangnya gempa.
1. Ular

Ular menjadi salah satu hewan yang cukup sering dikaitkan dengan gempa bumi. Kemampuannya merasakan getaran membuat hewan melata ini dianggap dapat menangkap perubahan yang tidak mudah dirasakan manusia.
Catatan mengenai perilaku ular sebelum gempa bahkan sudah ada sejak zaman dahulu. GeoQuake menyebut pada 373 SM, kawanan ular dilaporkan meninggalkan Kota Helike di Yunani. Tidak lama kemudian, wilayah tersebut dilanda gempa besar yang diikuti tsunami.
Kisah serupa juga terjadi di Haicheng, China, pada 1975. Ketika itu, keluarnya sejumlah ular dari tempat persembunyian menjadi salah satu fenomena yang diperhatikan sebelum gempa berkekuatan 7,3 magnitudo mengguncang wilayah tersebut.
Sejumlah ilmuwan China memperkirakan ular dapat merespons aktivitas seismik beberapa hari sebelum gempa. Perubahan perilakunya antara lain keluar dari tempat persembunyian, bergerak tidak normal hingga menabrak benda di sekitarnya.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti mekanisme yang membuat ular menunjukkan perubahan tersebut. Kepekaan terhadap getaran serta kemampuan sensorik yang dimilikinya diduga berperan.
2. Kucing

Buat pemilik kucing, perubahan tingkah laku hewan peliharaan yang satu ini mungkin sudah tidak asing. Namun, pernahkah kucing tiba-tiba menjadi gelisah atau bersembunyi sebelum terjadi gempa?
Dilansir Cat It, para ilmuwan sampai sekarang belum memiliki kesepakatan bahwa kucing benar-benar bisa memprediksi gempa bumi. Akan tetapi, terdapat penelitian dan laporan yang menunjukkan kucing dapat merasakan getaran tertentu sebelum manusia menyadarinya.
Salah satu penjelasan yang mungkin berkaitan dengan gelombang seismik. Gempa bumi menghasilkan gelombang P yang datang lebih cepat sebelum disusul gelombang S yang biasanya menyebabkan guncangan lebih kuat.
Kucing diduga memiliki kemampuan sensorik yang memungkinkan mereka merasakan perubahan tersebut. Akibatnya, perilaku kucing dapat berubah, seperti berlari, terlihat panik, mengeong lebih banyak atau mencari tempat persembunyian.
Namun, perubahan tersebut belum dapat dijadikan tanda pasti bahwa gempa akan segera terjadi.
3. Kodok

Tak hanya hewan yang memiliki kemampuan sensorik tajam, kodok juga pernah menjadi objek penelitian terkait perilaku sebelum gempa.
The Guardian melaporkan sebuah penelitian dalam Journal of Zoology yang menemukan perilaku tidak biasa pada koloni kodok di L'Aquila, Italia.
Koloni kodok tersebut dilaporkan meninggalkan lokasi perkawinan mereka sekitar tiga hari sebelum gempa bumi terjadi pada 2009. Mereka kemudian kembali sekitar 10 hari setelah gempa beserta rangkaian gempa susulan berakhir.
Para peneliti kemudian mencoba mencari tahu penyebab perubahan perilaku tersebut. Salah satu dugaan awal adalah kodok mampu merasakan gelombang seismik atau perubahan kondisi tanah.
Ada pula kemungkinan perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi ionosfer.
Sementara itu, Australian Geographic mengutip penelitian Dr Rachel Grant dan tim yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health. Penelitian tersebut membahas kemungkinan kodok merespons zat atau perubahan kimia yang muncul akibat tekanan intens di bawah permukaan tanah.
4. Anjing

Anjing juga termasuk hewan yang perilakunya sering diperhatikan ketika terjadi bencana alam. Indra pendengaran dan penciumannya yang tajam membuat anjing mampu menangkap berbagai perubahan di lingkungan sekitar.
Dikutip dari American Kennel Club, sebuah penelitian mengenai gempa di Siberia mencatat perubahan perilaku pada sejumlah anjing. Hewan tersebut dilaporkan menjadi lebih cemas, menggonggong tanpa alasan yang jelas, melolong hingga berlarian.
Perubahan perilaku itu disebut terjadi mulai beberapa menit hingga beberapa jam sebelum gempa.
Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang dilakukan di sebuah peternakan di Italia. Sejumlah hewan, termasuk anjing, sapi dan domba, menunjukkan peningkatan aktivitas menjelang gempa.
Menariknya, aktivitas hewan dalam penelitian tersebut disebut semakin tinggi ketika posisi mereka semakin dekat dengan episentrum gempa.
5. Burung

Burung menjadi hewan lainnya yang pernah dikaitkan dengan perubahan perilaku menjelang gempa bumi.
Salah satu peristiwa yang banyak dibahas terjadi saat gempa Oklahoma pada September 2021. Dilansir Little Peckers, citra radar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penerbangan burung liar sekitar 15 menit sebelum gempa.
Kemampuan sensorik burung yang sangat baik kemudian menjadi perhatian. Animals Around The Globe menyebut merpati sebagai salah satu burung yang diduga mampu menangkap perubahan tertentu di lingkungan.
Burung memiliki sejumlah kemampuan sensorik, termasuk pendengaran, penglihatan dan magnetoresepsi. Kemampuan tersebut diduga dapat membantu mereka merespons perubahan lingkungan yang terjadi sebelum maupun saat aktivitas seismik.
Berbagai cerita tentang ular yang keluar dari persembunyian, kucing yang tiba-tiba gelisah, kodok yang meninggalkan habitat hingga anjing dan burung yang menunjukkan perilaku berbeda memang menarik.
Namun, bukan berarti hewan-hewan tersebut sudah terbukti mampu memprediksi gempa bumi.
Sampai sekarang, belum terdapat bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menjadikan perubahan perilaku hewan sebagai metode prediksi gempa yang akurat. Perilaku tersebut bisa saja muncul karena mereka merasakan getaran, perubahan tekanan, suara, kondisi lingkungan atau faktor lainnya.
Karena itu, pemilik hewan sebaiknya tidak langsung menyimpulkan gempa akan terjadi hanya karena peliharaannya bertingkah aneh.
Informasi mengenai potensi gempa tetap perlu mengacu pada sumber resmi dan informasi kebencanaan yang terpercaya. Perilaku hewan bisa menjadi fenomena menarik untuk diamati, tetapi belum dapat dijadikan patokan untuk menentukan kapan gempa akan terjadi.
